Monday, February 4, 2013

MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN DIABETES MELITUS DAN PENGELOLAANNYA



Pendahuluan
                Diabetes Melitus ialah suatu penyakit kronik, ditandai dengan berbagai gejala sebagai akibat kadar gula darah yang tinggi. Walaupun penyakit ini mudah diketahui dengan cara memeriksakan kadar gula darah, namun pada tahap permulaan perjalanan penyakit, gejala yang dirasakan bukanlah sesuatu yang amat mengganggu pasien, bahkan kadangkala tidak menunjukkan gejala yang khas.
                Hal tersebut acapkali menyebabkan pasien baru diketahui menderita penyakit ini secara kebetulan, ketika berobat ke dokter untuk suatu penyakit lain, seperti pada waktu akan dioperasi, cabut gigi, kesemutan, penglihatan menjadi kabur, dan lain-lain. Tidak jarang penyakit ini baru diketahui setelah pasien mengalami komplikasi (penyulit), seperti luka yang tidak sembuh-sembuh (kaki busuk/gangrene), gatal-gatal yang berkepanjangan (infeksi jamur), atau serangan jantung dan stroke.
                Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pengenalan mengenai penyakit ini dan bagaimana strategi pengelolaannya perlu kiranya kita ketahui secara seksama. Bagi pasien yang sudah diketahui menderita diabetes, peran sertanya yang aktif dalam pengendalian penyakitnya (beserta dengan dokter) merupakan kunci keberhasilan dalam mencegah terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan.

Apakah Diabetes ?
                Diabetes Melitus atau lebih dikenal dengan istilah “penyakit kencing manis” atau ‘sakit gula”, ialah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang, disebabkan meningkatnya kadar gula darah akibat kekurangan hormon insulin baik secara mutlak atau relatif.

Mekanisme Pengaturan Kadar Gula Di dalam Tubuh
                Seperti kita ketahui, zat gula atau glukosa merupakan bahan bakar utama yang dibutuhkan tubuh kita untuk menghasilkan tenaga, guna melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Peristiwa mengantuk atau perasaan lemas pada saat kita lapar, merupakan salah satu akibat rendahnya kadar gula darah kita (hipoglikemi). Glukosa ini diperoleh dari makanan kita sehari-hari, golongan karbohidrat (hidrat arang).
                Makanan yang terutama mengandung karbohidrat ini ialah beras, tepung-tepungan, dan gula. Di dalam usus, makanan yang mengandung hidrat arang dipecah menjadi glukosa melalui suatu proses yang rumit, kemudian diserap  ke dalam pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh.
                Agar supaya glukosa ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga, ia harus dimasukkan ke dalam sel dan mengalami pengubahan (metabolisme). Proses ini dimungkinkan oleh adanya suatu hormon yang disebut Insulin, yang dihasilkan oleh sel-sel beta yang terdapat di dalam kelenjar di belakang lambung, dikenal sebagai kelenjar pankreas atau kelenjar liur perut.
                Pada keadaan kekurangan hormon ini (baik secara mutlak atau relatif), sehingga kebutuhan tubuh tidak terpenuhi, maka kadar glukosa darah meningkat. Keadaan inilah yang bertanggung jawab atas timbulnya berbagai gejala penyakit diabetes.
Peningkatan kadar glukosa darah tidak dapat dirasakan seketika oleh pasien, sehingga secara perlahan kadar gula darah kian meninggi, hingga suatu saat muncul gejala-gejala yang khas (minum, makan, dan kencing banyak). Apabila dibiarkan berlanjut, maka kadar glukosa yang tinggi itu akan meracuni sel-sel tubuh dan mengakibatkan kerusakan organ/jaringan tubuh kita, yang dikenal sebagai komplikasi diabetes, meliputi : kelainan mata (katarak, gangguan retina), kerusakan ginjal, penyempitan pembuluh darah, infeksi baik akut (abses/bisul, gangren/kaki busuk) maupun kronik (TBC paru, jamur), dan lain-lain.

                                                   Pengobatan Diabetes

Bagaimana Terjadinya Diabetes ?
                Faktor keturunan memegang peranan penting pada kejadian penyakit ini. Hal ini dikuatkan oleh timbulnya penyakit ini dalam keluarga. Apabila orang tua (salah satu atau keduanya) menderita diabetes, maka kemungkinan anak-anaknya menderita penyakit ini lebih besar. Namun demikian kini telah diketahui bahwa terdapat faktor-faktor lain juga disamping keturunan yang dapat mencetuskan penyakit ini, seperti infeksi oleh virus, kegemukan, kesalahan pada pola makan, proses menua, stress, minum obat-obatan yang mempunyai efek samping menaikkan kadar glukosa darah, dan lain-lain.

Diagnosis (penentuan penyakit) Diabetes Melitus
                Menentukan seseorang menderita diabetes adalah dengan pemeriksa`n kadar glukosa darahnya. Kini telah tersedia berbagai alat untuk mengukur kadar glukosa darah, yang praktis memberikan hasil pengukuran secara cepat dan dapat dibawa kemana-mana (Accutrend Glucose). Walaupun istilah “kencing manis” dapat diartikan sebagai terdapatnya gula di dalam air seni , pemeriksaan glukosa dalam air seni tidak lazim dilakukan sebagai pemeriksaan pemastian penyakit ini. Alasan yang utama ialah, pada diabetes yang berperan adalah peninggian kadar glukosa dalam darah (bukan dalam air seni). Selanjutnya dikemukakan bahwa penentuan glukosa dalam air seni mempunyai kemungkinan faktor kesalahan yang cukup besar (dipengaruhi oleh obat-obatan) dan juga ditentukan oleh kondisi ginjal pasien.
                Penentuan kadar gula dalam air seni dinyatakan secara kualitatif dengan nilai (+)/positif satu sampai (++++)/positif empat. Oleh alasan praktis, pemantauan adanya gula dalam air seni dapat bermanfaat untuk memperoleh gambaran yang kasar mengenai tinggi tidaknya kadar glukosa darah sehari-hari secara mudah, dengan menggunakan carik celup (test stup) berdasarkan perubahan warna (dari kuning hingga hijau). Di pasaran, sarana ini dikenal sebagai glucotest.
                Seseorang dikatakan menderita diabetes apabila pada pemeriksaan darah dari pembuluh halus (kapiler) didapatkan glukosa darah lebih dari 126 mg/dl pada keadaan puasa dan atau lebih dari 200 mg/dl, 2jam sesudah makan. Bila yang diambil adalah darah dari pembuluh balik (vena), maka kadar glukosa darah puasa lebih dari 140 mg/dl dan atau 200 mg/dl, 2 jam sesudah makan.
                Glukosa darah yang kurang dari 126 atau 140mg/dl pada keadaan puasa, namun antara 140-200mg, 2 jam sesudah makan disebut sebagai : Toleransi Glukosa Terganggu (TGT). Keadaan seperti ini tidak memerlukan pengobatan, namun memerlukan pemantauan secara berkala.

Gejala Penyakit Diabetes
                Kecurigaan adanya diabetes dapat diawali apabila seseorang mengeluh sering kencing, terutama malam hari, merasa haus berlebihan walaupun cuaca tidak panas, cepat lapar, namun dalam waktu yang tidak terlalu lama berat badan menurun secara drastis. Dalam masa selanjutnya, ia mengeluh badan terasa lemah, kurang bergairah kerja, timbul rasa kesemutan pada jari-jari kaki dan tangan, gatal-gatal, gairah seks yang menurun (terutama pada laki-laki) bahkan sampai pada impotensi, terdapat luka yang sukar sembuh, dan penglihatan kabur.
                Seorang ibu yang melahirkan bayi yang berat badannya lebih dari 4 kg, perlu dicurigai menderita diabetes dan diperiksa lebih lanjut, walupun tidak ada gejala-gejala tersebut di atas sebelumnya.
                Terdapat sekelompok orang tertentu yang sama sekali tidak mengeluhkan gejala-gejala tadi. Penyakit ini baru diketahui dengan cara melakukan pemeriksaan darah sebagai persiapan untuk tindakan pembedahan. Kadangkala dijumpai kesulitan dalam memotivasi penderita semacam ini untuk secara teratur melakukan pengobatan untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi, karena tidak dirasakan sebagai sesuatu yang amat mengganggu.
                Padahal sebenarnya, dengan membiarkan kadar gula darah yang tinggi itu, kerusakan organ tubuh akan berlangsung terus, sehingga suatu saat timbullah komplikasi diabetes yang ditakuti seperti : penyakit jantung koroner, penyakit ginjal, kebutaan, hipertensi, dan stroke.

Macam-macam Penyakit Diabetes
                Terdapat beberapa macam diabetes yang penggolongannya bermanfaat dalam pengelolaannya, yaitu :
1.  Diabetes yang tergantung insulin : biasanya usia muda, di mana di dalam tubuhnya tidak ada insulin
2.  Diabetes yang tidak tergantung insulin : timbul pada usia dewasa. Kadar insulin dalam tubuh normal atau tinggi, tetapi tidak bekerja efektif.
3.  Diabetes pada kehamilan (gestasional).
4.  Diabetes yang berhubungan dengan kekurangan gizi di masa muda.
5.  Diabetes yang disebabkan oleh penyakit lain.

Pengelolaan Diabetes Melitus
                Walaupun tidak dapat disembuhkan, penyakit diabetes mellitus dapat dikendalikan, sehingga penyandangnya dapat hidup secara normal  dan sehat, terbebas dari komplikasi penyakit. Tujuan pengelolaan dalam jangka pendek ialah menghilangkan keluhan dan gejala diabetes (banyak makan, minum dan kencing, rasa lemah, kesemutan). Karena perjalanan penyakit yang menahun, maka pengelolaan jangka panjang bertujuan mencegah komplikasi pada pembuluh darah (arterosklerosis/pengapuran dinding pembuluh darah) baik kerusakan pembuluh darah besar, kecil serta kerusakan saraf (neuropati).
Prinsip Pengelolaan  didasarkan pada 4 tonggak penting, yaitu :
1.  Perencanaan makan (diet)
2.  Latihan jasmani/olah raga
3.  Pemberian obat-obat penurun gula darah
4.  Penyuluhan/pendidikan
Pada tiga tonggak yang pertama, penyuluhan/pendidikan dilakukan secara simultan untuk membangkitkan kesadaran dan motivasi pada setiap tahap/langkah pengobatan.
Ad.1. Perencanaan Makan penderita diabetes diatur menurut komposisi santapan yang seimbang dengan pembagian sebagai berikut ; karbohidrat : 60-70% protein : 10-15% lemak : 20-25%. Jumlah kebutuhan kalori disesuaikan dengan kebutuhan akan pertumbuhan, kegiatan jasmani, adanya penyakit penyerta.
                Sasaran pengaturan diet ini ialah sedapat mungkin mencapai berat badan ideal. Dalam prakteknya, upaya ini tidak selalu dapat mencapai berat badan ideal tersebut, mengingat berperannya faktor keturunan (genetik) pada postur tubuh seseorang (gemuk/langsing).
Ad.2. Latihan Jasmani bermanfaat untuk membakar cadangan gula  dalam jaringan tubuh, sehingga bila dilakukan secara teratur dan berkesinambungan dapat membantu mempercepat proses penurunan berat badan mencapai berat ideal. Selain itu, latihan jasmani juga bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran/kesegaran jasmani (physical fitness) pasien. Tentunya pilihan latihan jasmani harus yang aman, mudah, tidak menjemukan dan tidak mengganggu kesehatan ( terlalu diforsir). Latihan jasmani/olahraga terbaik ialah yang bersifat aerobic, menggunakan sebagian besar otot-otot tubuh (tungkai dan lengan). Sebagai contoh : berjalan cepat, jogging (berlari santai), bersepeda, dan berenang. Takaran (dosis) latihan sebaiknya ditentukan berdasarkan pencapaian jumlah denyut nadi per menit yang berada dalam batas aman (zona latihan), dihitung dengan rumus : denyut nadi latihan = 75-85% x (220 – umur) nadi per menit.
Sebagai contoh : seseorang berumur 50 tahun, maka menurut rumus tersebut, denyut nadi latihan adalah                 75-85% x (220 – 50) = berkisar antara 128 – 145 denyut per menit. Denyut nadi tersebut dihitung di pergelangan tangan atau sisi kiri atau kanan pangkal leher. Jadi apabila ia melakukan latihan jasmani (berlari), maka diusahakan agar intensitas latihan tersebut menyebabkan denyut nadinya mencapai antara 128-145 kali per menit selama 30-45 menit. Barulah latihan tersebut dianggap bermanfaat. Kekerapan (frekuensi) latihan sebaiknya 3-4 hari dalam seminggu.
                Khusus untuk penderita diabetes yang juga menderita penyakit lain seperti penyakit jantung koroner, riwayat stroke (lumpuh sebelah), disarankan bergabung dengan klub-klub yang berada di bawah pengawasan dokter, sehingga jenis, takaran, dan intensitas latihan jasmani dapat disesuaikan dengan cermat dan aman.
Ad.3. Obat-obatan (penurun kadar gula darah)
                Apabila telah ditempuh kedua langkah di atas dengan baik dan benar, namun gula darah masih tetap tinggi, maka diperlukan obat-obatan. Dikenal berbagai jenis obat penurun kadar gula darah yang cara kerjanya berbeda-beda. Setiap jenis obat mempunyai kekhususan untuk setiap individu. Oleh karena itu sebaiknya berhati-hati untuk menggunakan obat orang lain (teman atau keluarga) yang menderita diabetes untuk diri sendiri. Amat bijaksana apabila sebelumnya berkonsultasi dengan dokter (spesialis penyakit dalam/internist) agar dapat diberikan obat yang tepat untuk orang yang tepat.
Obat penurun gula darah terdapat dua bentuk, yaitu yang diminum dan yang disuntik. Obat minum yang telah kita kenal, terdiri dari beberapa jenis, seperti :
-       Golongan Sulfonilurea (daonil, euglucon, diamicron, glurenom) yang diperuntukkan bagi penderita diabetes dengan berat badan kurang atau normal.
-       Golongan Biguanid (glucophage), untuk mereka dengan berat badan lebih (gemuk).
Kini telah ada obat-obatan yang membantu menurunkan gula darah dengan cara menghambat penyerapan gula dalam usus (glucobay). Disamping itu juga ada obat yang turut  membantu menurunkan/mengendalikan berat badan dengan mengatur pola makan kita.
Golongan obat suntik yang ada ialah hormon insulin, merupakan obat yang langsung mengatasi kekurangan insulin dalam tubuh penderita diabetes.
                Pada umumnya, penyakit diabetes disertai dengan gangguan metabolisme lemak yang membawa akibat meningkatnya kadar kolesterol dan atau trigliserida darah. Keadaan ini lebih menambah faktor risiko untuk terjadinya penyempitan/pengapuran pembuluh darah atau yang lebih dikenal dengan istilah arterosklerosis, dengan komplikasi penyakit jantung koroner dan stroke (lumpuh sebelah/semper), sedangkan diabetes sendiri sudah merupakan satu faktor risiko.
                Biasanya dengan pengendalian kadar gula darah seoptimal mungkin, kadar lemak yang tinggi tersebut akan terkontrol pula. Pada keadaan di mana penyakit tingginya kadar lemak (hiperkolesterol dan hipertrigliserid) tersebut tidak dapat dikendalikan dengan kontrol gula darah serta pengaturan diet yang baik, maka diperlukan juga           obat-obatan penurun lemak seperti Lypanthyl, dan lain-lain
                Pemeriksaan jasmani lengkap secara berkala, penting untuk mengetahui adanya komplikasi pada organ tubuh lain secara dini dan segera diobati agar tidak berlanjut.

Bagaimana mengurangi risiko diabetes?
·    Menjalani pola hidup sehat dengan asupan nutrisi yang seimbang dengan aktifitas yang dilakukan.
·    Berolahraga secara teratur disesuaikan usia, minimal seminggu 3x selama 45 menit.
·    Tidak mengkonsumsi gula secara berlebihan (gunakan pemanis rendah kalori).

                                                              Obat Diabetes..Klik di sini

 Bagaimana cara mengatasi diabetes?
·    Banyaklah mengkonsumsi makanan sehat berserat tinggi.
·    Hindari minuman beralkohol dan lakukan diet lemak dan gula secara konsisten.
·    Hindari konsunsi gula secara berlebihan.
·    Berolahraga secara teratur.
·    Mengontrol gula darah secara teratur, sekalipun tak ada keluhan.
·    Bagi penderita diabetes yang agak parah, jangan lupa untuk selalu membawa kartu penderita diabetes, membawa obat penurun kadar gula dalam darah dari dokter. Ini penting agar terhindar dari pusing-pusing, lemas, hingga pingsan karena tiba-tiba kadar gula naik.

Penutup
                Diabetes adalah suatu penyakit degeneratif (kemunduran) yang berlangsung kronik ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi dengan akibat kerusakan pada berbagai organ tubuh (mata, jantung, ginjal, dan lain-lain).
Pengelolaan diabetes mencakup 4 pilar utama, yaitu : diet, latihan jasmani, obat-obatan, dan penyuluhan (pendidikan). Peran serta aktif penderita sendiri dalam pengelolaan penyakitnya (diabetes) merupakan tonggak penting keberhasilan pengobatan.



Dr. H. Bimanesh Sutarjo Sp.PD.KGH