Thursday, November 6, 2014

NUTRISI UNTUK PASIEN KEMOTERAPI



NUTRISI UNTUK PASIEN KEMOTERAPI

Buletin Lab. Patologi Anatomi Welirang



Kemoterapi adalah pengobatan yang menggunakan obat kimiawi untuk mematikan/membunuh sel kanker.
Kemoterapi memiliki beberapa metode :
-          Obat yang diminum
-          Injeksi
-          Intravena (misal : melalui infus)
-          Secara topikal (dioles di permukaan kulit yang sakit
-          Secara implant (dimasukkan di bagian tubuh yang sakit)
Sekalipun pengobatan bisa efektif, kadangkala pasien mengalami efek samping yang tidak nyaman terutama pada sistem pencernaannya. Tujuan utama penutrisian pasien pada saat pengobatan kemoterapi adalah untuk mempertahankan jumlah cukup dari kalori dan protein.
Kalori diperlukan untuk memelihara berat badan. Protein digunakan untuk memperkuat dan mengoptimalkan sistem imun, tetap menjaga kekuatan dan menolong untuk mentoleransi pengobatan dengan baik. Diet nutrisi yang seimbang, dapat menolong mempertahankan nutrisi sebelum, saat, dan sesudah pengobatan kemoterapi. Multivitamin juga dibutuhkan untuk menghindari kekurangan beberapa jenis vitamin.
Penatalaksanaan Gejala
Diet untuk kemoterapi secara garis besar berdasar pada manajemen penatalaksanaan gejala. Kemo menghasilkan efek samping yang bervariasi yang dapat mempengaruhi baik nafsu makan maupun status nutrisi. Mual, muntah, diare, konstipasi, sariawan, perubahan pada indera perasa, dan mulut kering adalah beberapa contoh dari efek samping yang timbul. Pasien yang mengalami kemoterapi akan menghasilkan gejala yang bervariasi sehingga diet nutrisi yang dijalankan harus disesuaikan dengan gejala tersebut. Pasien harus menghindari makanan yang dapat memperburuk gejala.
Peningkatan Kalori
Kalori penting untuk mempertahankan berat badan pada saat kemoterapi. Kemo dapat menurunkan nafsu makan yang akhirnya bisa menurunkan berat badan. Saat nafsu  makan turun, sangat penting untuk memaksimalkan kalori yang masuk pada setiap kali makan. Pasien tidak akan suka untuk makan dalam porsi besar maupun beberapa kali makan. Keadaan ini harus dibantu dengan porsi makan yang dapat menambah ekstra kalori tanpa harus menambah volumenya.
Krim asam, whipped cream, cream cheese, butter dan margarin adalah tambahan yang mudah yang dapat menambah kalori dan rasa termasuk penambahan granola pada cookies, muffin, yoghurt, dan puding.

Metode lain adalah melalui cara memasak yang dapat menaikkan jumlah kalori seperti memanggang, menumis, serta menambahkan saus dan kuah. Penambahan saus dan kuah disamping dapat menambah jumlah kalori yang masuk juga mempermudah pasien yang memiliki gangguan mulut lainnya.

Peningkatan Protein
Protein penting untuk mempertahankan elastisitas dan kekuatan otot. Protein juga membantu kecepatan proses penyembuhan yang penting bagi pasien kemoterapi yang mengalami penurunan sistem imun. Produk-produk susu adalah cara paling mudah untuk menaikkan jumlah protein. Es krim, yoghurt,dan frozen yoghurt adalah pilihan sempurna yang mudah dikonsumsi dan dapat menambah jumlah protein. Penambahan susu dan keju pada saat penyiapan makanan yang akan dikonsumsi sangat membantu upaya penambahan protein
Telur adalah sumber protein yang sempurna, terutama bagian putih telur. Demikian pula kacang-kacangan dan biji-bijian. Protein dapat berbentuk bubuk, susu bubuk, bubuk putih telur adalah produk makanan yang menguntungkan yang dapat dicampurkan pada semua tipe makanan tanpa merubah tekstur maupun rasa makanan. Selain itu terdapat pula suplemen yang diminum berisi protein.

Vitamin
Vitamin adalah komponen penting pada setiap diet yang sehat. Vitamin, mineral, dan phytochemical yang terdapat pada komponen makanan yang berasal dari tumbuhan sangat penting bagi pasien kemoterapi. Sekalipun multivitamin juga sangat bermanfaat pada banyak kasus, yang terbaik adalah vitamin yang berasal dari sumber natural.
Pada saat akan menggunakan vitamin dan suplemen herbal adalah penting untuk mendiskusikan dengan dokter sebab beberapa suplemen bisa mengganggu dan memiliki efek samping pada treatment kemoterapi.

Makanan yang harus dihindari oleh pasien kemoterapi
1.      Sayuran mentah
Penuh dengan fiber, vitamin dan mineral namun memiliki resiko kontaminasi bakteri dan keracunan makanan mentah. Tubuh yang sehat lebih kuat untuk menahan resiko dari makanan mentah. Namun berbeda dengan tubuh yang mengalami pengurangan sel darah putih dan sistem imun yang menurun (pasien kemoterapi)
2.      Makanan pedas (terlalu sarat dengan bumbu)
Makanan pedas atau terlalu sarat dengan bumbu akan semakin memperburuk efek samping kemoterapi karena akan mengganggu lambung sehingga meningkatkan resiko diare, mual, dan luka-luka pada rongga mulut dan kerongkongan.
3.      Citrus (family jeruk)
Berbagai jenis jeruk akan semakin memperburuk luka pada rongga mulut dan kerongkongan serta bisa menyebabkan konstipasi pada beberapa kasus.
4.      Makanan yang digoreng
Karena kurangnya kalori pada pasien, seringkali keluarga memberikan makanan yang digoreng seperti fried chicken atau french fries, namun efeknya semakin membuat pasien kemo menjadi tidak nyaman karena meningkatkan mual, muntah, dan nafsu makan.

Makanan pada saat kemoterapi           
1.      Produk gandum ; 100% roti gandum, oats, cereal gandum, beras coklat (produk gandum menghasilkan glukose sebagai sumber energi tubuh).

2.      Buah dan sayuran ; berry, ceri, apel, pisang, tomat, bayam, dan brokoli adalah beberapa contoh buah dan sayuran yang dapat dikonsumsi pasien kemo.

Bentuk penyajian bisa berupa smoothies buah dan sayuran untuk mempermudah konsumsinya.


Sumber makanan yang baik pada saat kemoterapi

Makanan yang hambar
                Dengan adanya keluhan mual dan muntah maka perlu dihindari makanan yang mengandung banyak lemak, terlalu banyak bumbu, serta menimbulkan aroma yang kuat. Contoh makanan yang hambar/tawar ; roti tawar putih, crackers, dan cereal yang bisa dimakan kering. Untuk pasien yang mengkonsumsi sumber makanan dalam bentuk minuman atau konsumsi air putih, sebaiknya dilakukan 1 jam sebelum waktu makan atau diantara 2 waktu makan.
2.      Makanan dengan kadar lemak rendah
                Makanan dengan kadar lemak yang rendah lebih mudah dicerna daripada makanan dengan kadar lemak tinggi. Misalnya adalah yoghurt dan susu rendah lemak. Vitamin B dan kalsium bisa dikonsumsi untuk mengurangi diare. Apabila produk susu memperburuk/menambah terjadinya diare berarti harus dihindari.

3.      Tinggi fiber
                Contoh makanan dengan kadar fiber yang cukup tinggi adalah cereal, kacang-kacangan, buah-buahan.
4.      Rendah fiber
                Kentang tumbuk, daging ikan dan unggas tanpa kulit.
5.      Tinggi kalori
                Penambahan pada proses memasak dengan minyak sayur, butter, mentega kacang. Makanan dengan sumber protein merupakan sumber kalori dan nutrisi yang digunakan untuk menggantikan darah dan jaringan sel yang rusak pada saat kemoterapi.
6.      Produk-produk susu dan produk gandum
                Membantu menambah kekuatan pada otot dan tulang bersama-sama dengan protein, kalsium, dan potasium meningkatkan produksi sel darah merah. Selain itu juga membantu dalam proses penambahan berat badan. Produk sayuran dan buah menghasilkan vitamin C yang membantu mencegah terjadinya infeksi akibat turunnya sistem imun tubuh pada saat kemoterapi.
 

Thursday, April 24, 2014

HATI-HATI SERANGAN STROKE, CEGAH DAN KENDALIKAN SEDINI MUNGKIN


I. PENDAHULUAN
                Stroke merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah otak. Stroke dapat mengakibatkan cacat tubuh dan bahkan kematian. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan, penanggulangan dan rehabilitasi secara dini dengan tepat. Dengan melakukan penanggulangan dan rehabilitasi yang tepat akan menurunkan angka kematian dan kecacatan yang diakibatkan oleh stroke.
                Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker. Menurut WHO, yang dimaksud dengan stroke adalah gangguan fungsional otak vokal atau luas, terjadi secara mendadak dan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, dapat menyebabkan penderita meninggal akibat gangguan peredaran darah otak. Gangguan fungsi otak tersebut dapat mengakibatkan kematian, kelumpuhan, gangguan bicara, menurunnya kesadaran, dan lain sebagainya.
                Stroke sering terjadi pada usia lanjut, namun dapat pula terjadi pada usia muda. Stroke merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan cara menjalankan pola hidup sehat.

II. PEMBAHASAN
                Terjadinya stroke disebabkan oleh terganggunya aliran darah menuju otak, dapat berupa sumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang menuju otak. Berdasarkan penyebab stroke, maka secara patologis, stroke dibagi menjadi stroke perdarahan dan stroke infark.
                Stroke infark adalah kematian jaringan otak yang disebabkan oleh hambatan aliran darah menuju jaringan otak oleh emboli atau thrombus (gumpalan darah). Stroke infark mempunyai faktor resiko berdasarkan frekuensi penyebab infark sbb. : hipertensi (52%), penyakit jantung/atrial fibrilasi (38%), perokok (27%), dan diabetes melitus (14%). Pada umumnya stroke infark terjadi pada saat bangun tidur atau sedang beristirahat, oleh karena pada saat tidur, aliran darah berjalan relatif pelan, sehingga memungkinkan darah mengalami penggumpalan. Sedangkan stroke perdarahan terjadi secara mendadak diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Stroke perdarahan terjadi pada waktu peningkatan emosi atau aktifitas fisik. Dengan meningkatnya emosi, akan merangsang pengeluaran hormon adrenalin yang memacu jantung untuk bekerja maksimal, terjadi peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba. Stroke sering pada usia 50-75 tahun serta terdapat riwayat penyakit hipertensi yang tidak terkontrol.

III. GEJALA-GEJALA STROKE
3.1 Gejala-gejala Stroke
                Gejala stroke pada waktu terjadi serangan dapat bermacam-macam, tergantung dari lokasi otak yang terkena stroke. Gejala tersebut dapat berupa :
Ø  Kelumpuhan
Kelumpuhan dapat mengenai sebelah anggota tubuh atau sebagian daerah tubuh yang lain, misalnya daerah wajah, mulut mencong, suara sengau, tidak bisa menelan, gangguan menelan, gangguan bicara, atau lumpuh tangan dan kaki yang kiri atau kanan.
Ø  Gangguan Rasa
Gangguan rasa dapat berupa yang ringan seperti kesemutan, sampai yang berat berupa mati rasa (baal), tergantung derajat kelumpuhan.
Ø  Kejang dan Gangguan Kesadaran
Timbulnya kejang dan gangguan kesadaran biasanya disebabkan stroke perdarahan. Gangguan kesadaran ini dimulai dari yang ringan berupa mengantuk, sampai yang berat berupa koma dan dapat berakhir dengan kematian.
Ø  Gangguan Bicara dan Gangguan Berbahasa
Penderita stroke tidak bisa bicara (afasia) atau sulit bicara (disfasia). Penderita bisa saja dapat berbicara, tetapi tidak mengerti apa yang dibicarakan.

Ø  Buta Satu Sisi
Penderita tidak bisa melihat pada mata sebelah kiri/kanan. Biasanya penderita mengalami kesulitan pada waktu makan karena tidak dapat mengenal apa yang dimakan.
3.2. Peringatan Dini akan Timbulnya Stroke
Gejala awal penderita stroke dan merupakan peringatan dini, khususnya pada orang-orang yang mempunyai faktor resiko, berupa :
o    Buta sesaat
Penderita tiba-tiba tidak dapat melihat dalam beberapa menit dan kemudian normal kembali
o    Kelumpuhan mendadak
Penderita merasa kedua tungkai/lengannya terkulai ke bawah yang disertai gangguan penglihatan atau pusing. Dapat pula disertai dengan penurunan kesadaran dalam waktu beberapa menit dan kemudian normal kembali
o    Gangguan peredaran darah sesaat
Gejalanya sama dengan penderita stroke, hanya gejala-gejalanya menghilang sebelum 24 jam
o    Nyeri kepala
Terdapat sakit kepala yang hebat dan biasanya gejala ini mendahului stroke perdarahan
o    Gejala-gejala lain
Berupa baal di mulut, sekitar kepala, sering lupa mendadak. Hal ini berlangsung beberapa saat dan normal kembali.

IV. PERTOLONGANPERTAMA PADA PENDERITA STROKE
                Pada penderita yang mengalami serangan stroke, langkah awal yang perlu dipertimbangkan adalah secepatnya membawa penderita ke rumah sakit sambil memberikan pertolongan pertama pada saat penderita terkena stroke di tempat. Kedua cara ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan pengobatan dan mencegah kematian penderita stroke.
Pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada penderita stroke adalah :
o    Penderita dibaringkan pada posisi 300 (posisi kepala lebih tinggi)
o    Selalu perhatikan agar saluran napas tidak mengalami sumbatan, pernapasan berjalan, dan jantung masih berfungsi dengan baik. Kalau terjadi gangguan saluran pernapasan (biasanya disebabkan karena muntah), maka muntahan harus segera dibersihkan. Kalau jantung dan paru-paru tidak berdenyut, maka harus diberi napas buatan dengan menekan dada dan meniup mulut penderita. Kalau penderita muntah, sebaiknya dimiringkan ke sisi yang sehat (yang tidak lumpuh atau terkena gangguan)

V. FAKTOR RESIKO STROKE (FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA STROKE)
Faktor-faktor Resiko Stroke
                Berat ringannya stroke sangat tergantung dari jumlah faktor resiko yang menyertai penyebab stroke. Faktor-faktor resiko stroke dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu :
1.       Faktor resiko yang tidak dapat diubah
Yang termasuk faktor resiko yang tidak dapat diubah adalah : umur, jenis kelamin, ras/etnik, dan keturunan.
2.       Faktor resiko yang dapat diubah
Adalah hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, penyempitan arteri karotis (pembuluh darah di leher), rendahnya aktifitas fisik, merokok, peminum alhohol, dan sebelumnya pernah menderita penyakit stroke.
Faktor resiko lain adalah oksidan atau radikal bebas. Radikal bebas adalah zat yang dihasilkan dari reaksi kimia, baik di dalam tubuh maupun di luar tubuh. Radikal bebas banyak dihasilkan dari makanan matang yang disimpan terlalu lama dalam lemari es (lebih dari 2 hari). Radikal bebas dapat merusak dinding pembuluh darah yang menyebabkan dinding pembuluh darah tidak rata sehingga memudahkan menempelnya kolesterol. Radikal bebas juga memecahkan ikatan LDL-kolesterol sehingga kolesterol lebih mudah menempel pada dinding pembuluh darah.
Perhatian :
                Stroke ternyata tidak hanya menyerang pada usia lanjut, tetapi bisa juga terjadi pada usia muda. Stroke pada usia muda pada umumnya didahului oleh gejala-gejala yang hampir sama dengan stroke pada usia lanjut. Tetapi stroke pada usia muda paling sering disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah di otak. Sumbatan tersebut dapat disebabkan oleh endapan kolesterol (atherosclerosis) bercampur dengan gumpalan darah. Oleh karena itu, sangat baik untuk menjaga pola hidup sehat dan mencukupi kebutuhan Omega-3 dan Omega- sejak usia muda.

VI. PENCEGAHAN STROKE
                Pencegahan stroke adalah dengan cara meningkatkan kebugaran jasmani, pengendalian faktor resiko (faktor penyebab terjadinya) stroke, dan mengkonsumsi makanan kesehatan.
6.1. Pencegahan Stroke dengan Meningkatkan Kebugaran Jasmani
                Penemuan para ahli menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kebugaran jasmani yang baik dan baik sekali, relatif kecil kemungkinannya terserang penyakit stroke, karena pada orang yang bugar :
·         Daya tahan jantung-paru semakin baik
·         Antibodi yang mencegah timbulnya penyakit maupun yang dapat mencegah pengendapan kolesterol menjadi lebih tinggi
·         Produksi hormon adrenalin yang dapat merangsang stroke menjadi lebih rendah
·         Rasa percaya diri menjadi lebih baik, karena kebugaran yang baik akan menghasilkan hormon endorphin lebih banyak, sehingga dapat mengatur emosi (tidak cepat panik).
Adapun kebugaran jasmani yang baik tercermin dari komponen kebugaran jasmani yang baik pula, yaitu berupa daya tahan jantung-paru, kekuatan otot, kelentukan/kelenturan, ketahanan otot serta berat badan yang seimbang. Untuk dapat mencapai derajat kebugaran jasmani yang baik harus melatih komponen kebugaran jasmani dengan terukur dan terprogram baik, yaitu :
Daya Tahan Jantung Paru
Latihan yang dapat meningkatkan daya tahan jantung-paru adalah latihan aerobik (jalan, jogging, berenang, bersepeda, dll) yang dilakukan minimal 3-5 kali per minggu, lama latihan dilakukan selama 30-60 menit. Adapun dosis/takaran latihan ditentukan berdasarkan hasil pengukuran dengan  Treadmill atau Ergometer sepeda.
Kekuatan
Kekuatan otot dapat ditingkatkan dengan menggunakan beban dari tubuh kita sendiri (sit up, push up) atau menggunakan alat latihan beban. Latihan beban ini dilakukan 3x seminggu.
Kelentukan/kelenturan
Dapat dilatih secara teratur dan hendaknya dilatih semua persendian tubuh. Latihan ini dapat dilakukan dengan latihan peregangan.
Berat Badan Seimbang
Mengupayakan agar pemasukan kalori dan penggunaan kalori seimbang. Kelebihan berat badan sebaiknya segera dikurangi karena stroke lebih banyak menyerang orang dengan berat badan berlebih.

6.2. Pencegahan Stroke Melalui Pengendalian Faktor-faktor Resiko
Pengendalian Hipertensi
Terdapat hubungan yang erat antara hipertensi dengan serangan stroke (khususnya stroke perdarahan). Terjadinya stroke oleh karena pecahnya pembuluh darah. Pecahnya pembuluh darah lebih mudah terjadi oleh karena pembuluh darah tersebut mengalami pengapuran sebelumnya.
Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus
Penyakit diabetes melitus dapat dikendalikan dengan pengobatan, diet, dan olahraga. Kadar gula yang terkontrol relatif dapat mencegah timbulnya stroke.
Pengendalian Lemak Darah
Lemak darah khususnya kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan pengapuran dinding pembuluh darah. Dengan pengaturan diet yang baik (dan memenuhi kebutuhan Omega-3 dan Omega-6) serta olahraga teratur lebih dari 1 jam, dengan intensitas sedang, sangat baik dalam membakar kolesterol. Apabila kedua cara ini selama sembilan bulan tidak berhasil, maka dapat dilakukan dengan pengobatan. Kolesterol yang normal relatif kecil kemungkinan menyebabkan stroke.
Pengendalian Oksidan (Radikal Bebas)
Oksidan berperan penting terhadap timbulnya pengapuran dinding pembuluh darah. Oksidan banyak dihasilkan dari makanan yang terlalu lama disimpan. Oksidan dapat dinetralisir dengan banyak mengkonsumsi sayuran segar, vitamin C, vitamin E, beta karoten, dll.
Perokok
Nikotin, CO, Ter, yang terdapat dalam asap rokok berdampak negatif terhadap kesehatan. Selain itu, dalam asap rokok ditemukan juga radikal bebas, sehingga bagi perokok berat akan menyebabkan pengapuran pembuluh darah bertambah cepat. Agar terhindar dari stroke, berhentilah merokok.

6.3. Pencegahan Stroke dengan Makanan Kesehatan
                Akhir- akhir ini pengobatan stroke di dunia kedokteran berkembang dengan sangat pesat. WHO menganjurkan, lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit, karena pemberian obat memberikan efek samping yang merugikan kesehatan tubuh. Dalam pencegahan penyakit khususnya stroke, di seluruh dunia berkembang penggunaan makanan kesehatan, khususnya makanan kesehatan yang mengandung Omega-3 dan Omega-6.
Peran Omega-3 dan Omega-6 dalam Pencegahan dan Membantu Penanggulangan Stroke
                Asam lemak Omega-3 dan Omega-6 adalah asam lemak esensial, yang artinya dperlukan oleh tubuh akan tetapi tubuh tidak dapat mensintesa (membuatnya) sendiri, sehingga harus di dapat dari luar (makanan). Kedua asam lemak Omega-3 dan Omega-6 bekerja dalam tubuh dengan cara membentuk sejenis hormon yang disebut Prostaglandin. Hormon prostaglandin bekerja untuk mengatur fungsi organ tubuh kita sehari-hari. Prostaglandin  diperlukan untuk mengatur pembekuan, inflamasi, pertumbuhan tumor, dan alergi.
Ada dua seri Prostaglandin yang dihasilkan oleh Omega-3 dan Omega-6, yaitu PG-1 dan PG-3. Kedua seri prostaglandin ini mempunyai peran besar dalam tubuh, yaitu :
ü  Pembentuk membran sel yang akan melindungi tubuh dari bibit penyakit.
ü  Mengatur fungsi organ tubuh yang akan menurunkan kadar kolesterol, LDL, dan meningkatkan HDL, dan hal ini sangat baik untuk pencegahan stroke.
ü  Mencegah terjadinya penggumpalan darah/klot, yang sering terjadi pada stroke infark
ü  Berperan dalam menjaga keseimbangan hormon sex wanita
ü  Menghambat pertumbuhan dan perkembangan sel tumor
ü  Menurunkan tingkat alergi dan peradangan
Peran Omega-3 dan Omega-6 dalam mencegah dan membantu penderita stroke adalah :
ü  Menjaga kesehatan pembuluh darah agar tetap elastis, dan dinding pembuluh darah tidak mengalami kerusakan
ü  Meningkatkan kadar HDL-kolesterol dan menurunkan kadar LDL-kolesterol, sehingga menurunkan resiko terjadinya stroke, serta membantu mencegah terjadinya stroke ulang
ü  Mengikis endapan kolesterol yang menempel pada dinding pembuluh darah (atherosclerosis)
Menurut para ahli/pakar gizi dunia, kebutuhan Omega-3 per hari mencapai 1-3 gram, sedangkan Omega-6 dibutuhkan dengan perbandingan paling ideal antara 1-6 sampai 1-9 gram per hari.
Peran Vitamin E
                Berperan sebagai antioksidan yang melindungi asam-asam lemak di sekitar dan di dalam sel serta dinding pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.
Penelitian terhadap fungsi vitamin E menghasilkan beberapa klaim, seperti :
ü  Melindungi terhadap kerusakan atau gangguan pada syaraf
ü  Meningkatkan kekebalan tubuh
ü  Melindungi terhadap penyakit jantung dan stroke
ü  Melindungi tubuh dari polusi udara dan zat beracun lainnya


Peran Lecithin
                Lecithin adalah zat alami yang merupakancampuran zat fosfolipid (gabungan lemak dengan senyawa non-lemak) yang biasa dijumpai dalam tumbuh-tumbuhan dan hewan. Penelitian terhadap lecithin menghasilkan beberapa klaim, terutama yang bermanfaat bagi penderita stroke, yaitu :
ü  Melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskuler/penyakit pembuluh darah dan jantung
ü  Mencegah dan membantu mengobati kehilangan ingatan dan penyakit syaraf
ü  Mengobati pengobatan kelainan tingkah laku
Selain itu lecithin membantu dalam mengontrol kadar trigliserida, mengurangi total kolesterol dalam darah, dan menurunkan LDL serta meningkatkan HDL


Oleh : Dr. A. Purba, dr., MSc., AIF