Apabila makanan yang dimakan
kurang zat gizinya, hal itu dapat mengakibatkan kekurangan vitamin. Kekurangan
vitamin ini dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit yang disebut dengan istilah
AVITAMINOSIS. Ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin
dalam tubuh manusia.
Avitaminosis A
Penyakit
ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A dalam tubuh. Vitamin A baik untuk
mata, metabolisme protein, dan proses pertumbuhan tubuh. Sumber vitamin A
adalah diantaranya telur, minyak ikan, hati, sayur mayur, buah-buahan segar.
Bila tubuh kurang mengkonsumsi vitamin A akibatnya dapat berpengaruh pada mata.
Penglihatan jadi berkurang. Kadang-kadang penderita menabrak benda-benda yang
ada di depannya jika berjalan di dalam cahaya yang samar-samar. Keadaan ini
disebut juga rabun senja.
Pada
tingkat lanjut selaput lendir mata atau Conjutiva tampak mengering. Di bagian
kiri dan kanan biji mata terlihat noda putih mengkilat seperti sisik ikan.
Kulit juga tampak mengering. Keadaan ini disebut juga XEROPHTALMIA. Pada taraf
ini penyakit masih bisa disembuhkan.
Tapi bila
penyakit ini tidak diobati, keadaan dapat menjadi lebih parah. Kornea mata
luka, keruh, dan lunak yang kemudian akan menembus keluar. Keadaan ini disebut
KERATOMALASIA. Kelainan ini juga merupakan salah satu sebab utama dari
kebutaan.
Selain
berpengaruh pada mata, kekurangan vitamin dapat menyebabkan perubahan pada
jaringan pelapis (epithel). Epithel selaput lendir dari saluran pernapasan,
saluran air kencing, dan saluran pencernaan mengalami perubahan. Apabila sudah
terjadi penyakit kekurangan vitamin A, pengobatan harus dilakukan oleh seorang
dokter. Pengobatan dilakukan dengan memberikan tambahan vitamin A dosis tinggi
dan memperbaiki menu makanan.
![]() |
| google image |
Avitaminosis B
Kekurangan
vitamin B1 atau thiamin dalam jumlah sedikit dapat menyebabkan gangguan pada
metabolisme karbohidrat sehingga pencernaan anak agak terganggu. Penderita
sukar buang air besar, kurang nafsu makan, dan merasa cepat lelah. Kekurangan
yang berat dapat mengakibatkan penyakit
beri-beri. Biasanya tungkai kaki merasa cepat lelah jika harus berjalan
jauh, timbul rasa kesemutan pada kaki dan tangan, wajah pucat, dan sesak napas.
Tungkai bawah membengkak dan bila ditekan akan meninggalkan lekukan.
Kadang-kadang timbul pula kelainan pada jantung. Jantung membesar, berdetak
lebih cepat, napas sesak.
Selain
anak-anak dan orang dewasa, bayi pun dapat terkena penyakit beri-beri. Hal ini
disebabkan ibu yang menyusui bayinya tidak cukup mendapat thiamin dalam makanan
sehari-hari sehingga kadar thiamin dalam air susu ibu sangat rendah dan
kebutuhan bayi tidak terpenuhi. Pada bayi gejala ini dapat datang tiba-tiba
dengan tanda-tanda wajah pucat, agak kebiruan, napas cepat, suara tangisnya
lemah dan kecil, serta kadang-kadang disertai kejang. Untuk pencegahannya
sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter bila bayi menunjukkan gejala tersebut di
atas. Di samping itu perbanyaklah makan kacang-kacangan, daging, telur, susu,
dan sayuran hijau setiap hari dalam jumlah cukup.
![]() |
| google image |
Avitaminosis C
Vitamin
C dalam tubuh berguna untuk pembentukan jaringan tubuh terutama jaringan
penghubung, tulang, dan gigi, pembentukan butir-butir darah merah, untuk
berbagai reaksi kimia dalam tubuh serta menjaga daya tahan tubuh terhadap
penyakit infeksi. Gejala kekurangan vitamin C dapat membuat kurang nafsu makan,
berat badan berkurang, dan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi
berkurang. Gejala selanjutnya adalah timbul pendarahan pada gusi. Gusi bengkak
berwarna merah biru dan ini terlihat di belakang gigi sebelah bawah. Bila keadaan
ini dibiarkan saja, akan timbul pendarahan “subperiostal” (antara tulang dan
selaput tulang), sehingga penderita merasa sakit bila kakinya dipegang. Kaki menjadi
bengkak dan sukar digerakkan.
Pengobatan
dilakukan dengan memberikan vitamin C dalam jumlah cukup (100 – 200 mg) selama
beberapa waktu. Selain pemberian vitamin C, banyak makan buah dan sayuran juga
ikut membantu penyembuhan. Bagi ibu-ibu dianjurkan agar jangan membiasakan anak
minum susu kaleng yang disterilkan, karena sebagian kadar vitamin C nya sudah
hilang. Juga bila memasak sayuran, jangan terlalu lama karena kadar vitamin C
bisa hilang.
![]() |
| google image |
Avitaminosis D
Vitamin
D diperlukan dalam penyerapan dan metabolisme zat kapur dan zat phospor, serta
pembentukan tulang dan gigi. Sinar matahari ultra violet dapat mengubah
cholesterol dalam kulit menjadi vitamin D. Kekurangan vitamin D dapat
menyebabkan penyakit Rachitis, yaitu kelainan pada pertumbuhan tulang. Gejala penyakit
ini tergantung pada masa penderita mengalami kekurangan vitamin D. Umumnya penyakit
ini ditandai dengan pembentukan tulang yang tidak sempurna. Pada bayi di bawah
usia 6 bulan, tulang tengkorak terasa lunak, terutama tulang belakang kepala. Gejala
ini disebut craniotabes. Pada bayi
usia 6 – 12 bulan penyakit ini tampak nyata pada tulang dada. Tulang dada dapat
menonjol ke depan sehingga dada tampak seperti tertarik ke dalam. Begitu pula
tulang belakang seperti akan jatuh karena ruas tulangnya sangat lunak, sehingga
tulang belakang melengkung ke belakang atau ke sisi. Keadaan ini biasanya baru
timbul bila anak mulai belajar duduk.
Pada
bayi usia satu tahun terlihat pertumbuhan gigi yang terlambat, bayi terlambat
belajar duduk atau berjalan karena otot-ototnya lunak. Tengkorak kepala dan
tulang ubun-ubun menonjol ke depan, dan keringat banyak keluar. Bila bayi sudah
berusia di atas satu tahun kelainan ini akan tampak pada kedua anggota
pergelangan tangan, dan mata kakinya acapkali bengkok. Kekurangan vitamin D
untungnya jarang dijumpai di Indonesia, karena cukup banyak sinar matahari
menyinari anak-anak. Namun demikian di beberapa daerah yang mempunyai kebiasaan
menghindarkan anak-anak dari sinar matahari banyak dijumpai penyakit Rachitis. Pengobatan
dilakukan dengan menjemur anak dalam sinar matahari dan makan makanan yang
banyak mengandung vitamin D.
![]() |
| google image |
Avitaminosis E
Meskipun
belum ada bukti kuat, namun vitamin E sering dianggap berpengaruh untuk melawan
kemandulan dan mencegah keguguran. Vitamin ini terdapat hampir pada semua bahan
makanan. Penelitian pada binatang yang makanannya kurang mendapat vitamin E
menunjukkan kemandulan. Hewan betina yang kekurangan vitamin ini sel telurnya
akan mengalami degenerasi, sedangkan pada hewan jantan mengakibatkan
penghambatan dalam pembentukan sel sperma.
Lebih baik makan buah atau sayuran daripada vitamin buatan
Telah
dikatakan bahwa vitamin sangatlah penting untuk menjaga keseimbangan dan
kesehatan tubuh. Namun ini tidak berarti kita boleh menelan vitamin
sebanyak-banyaknya. Kebanyakan makan vitamin dapat mengakibatkan keracunan. Umumnya
vitamin B dan C yang larut dalam air dianggap tidak beracun. Meskipun begitu
beberapa laporan menunjukkan bahwa bisa timbul akibat buruk karena dosis yang
tinggi. Misalnya kelebihan vitamin C bisa menyebabkan mencret dan dalam keadaan
tertentu dapat menunjang pembentukan batu ginjal. Pemakaian dosis yang berlebih
dalam waktu lebih dari beberapa minggu atau bulan dapat menyebabkan
tertimbunnya vitamin ini sampai tingkat yang sifatnya beracun. Untuk mencegah
timbulnya keracunan akibat kebanyakan vitamin sebaiknya makanlah sayuran atau
buah dalam jumlah yang cukup. Bila kebutuhan vitamin sudah tercukupi melalui
makanan alami, tidak perlu lagi menambah vitamin buatan. Penambahan vitamin
buatan sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter.
Oleh : Sutriono



