I.
PENDAHULUAN
Stroke merupakan salah satu
penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah otak. Stroke dapat
mengakibatkan cacat tubuh dan bahkan kematian. Oleh karena itu perlu dilakukan
upaya pencegahan, penanggulangan dan rehabilitasi secara dini dengan tepat.
Dengan melakukan penanggulangan dan rehabilitasi yang tepat akan menurunkan
angka kematian dan kecacatan yang diakibatkan oleh stroke.
Stroke merupakan penyebab
kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker. Menurut WHO, yang
dimaksud dengan stroke adalah gangguan fungsional otak vokal atau luas, terjadi
secara mendadak dan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, dapat menyebabkan
penderita meninggal akibat gangguan peredaran darah otak. Gangguan fungsi otak
tersebut dapat mengakibatkan kematian, kelumpuhan, gangguan bicara, menurunnya
kesadaran, dan lain sebagainya.
Stroke sering terjadi pada usia
lanjut, namun dapat pula terjadi pada usia muda. Stroke merupakan penyakit yang
dapat dicegah dengan cara menjalankan pola hidup sehat.
II.
PEMBAHASAN
Terjadinya stroke disebabkan
oleh terganggunya aliran darah menuju otak, dapat berupa sumbatan atau pecahnya
pembuluh darah yang menuju otak. Berdasarkan penyebab stroke, maka secara
patologis, stroke dibagi menjadi stroke perdarahan dan stroke infark.
Stroke infark adalah kematian
jaringan otak yang disebabkan oleh hambatan aliran darah menuju jaringan otak
oleh emboli atau thrombus (gumpalan darah). Stroke infark mempunyai faktor resiko
berdasarkan frekuensi penyebab infark sbb. : hipertensi (52%), penyakit
jantung/atrial fibrilasi (38%), perokok (27%), dan diabetes melitus (14%). Pada
umumnya stroke infark terjadi pada saat bangun tidur atau sedang beristirahat,
oleh karena pada saat tidur, aliran darah berjalan relatif pelan, sehingga
memungkinkan darah mengalami penggumpalan. Sedangkan stroke perdarahan terjadi
secara mendadak diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Stroke
perdarahan terjadi pada waktu peningkatan emosi atau aktifitas fisik. Dengan
meningkatnya emosi, akan merangsang pengeluaran hormon adrenalin yang memacu
jantung untuk bekerja maksimal, terjadi peningkatan tekanan darah secara
tiba-tiba. Stroke sering pada usia 50-75 tahun serta terdapat riwayat penyakit
hipertensi yang tidak terkontrol.
III.
GEJALA-GEJALA STROKE
3.1
Gejala-gejala Stroke
Gejala stroke pada waktu terjadi
serangan dapat bermacam-macam, tergantung dari lokasi otak yang terkena stroke.
Gejala tersebut dapat berupa :
Ø Kelumpuhan
Kelumpuhan
dapat mengenai sebelah anggota tubuh atau sebagian daerah tubuh yang lain,
misalnya daerah wajah, mulut mencong, suara sengau, tidak bisa menelan,
gangguan menelan, gangguan bicara, atau lumpuh tangan dan kaki yang kiri atau
kanan.
Ø Gangguan Rasa
Gangguan
rasa dapat berupa yang ringan seperti kesemutan, sampai yang berat berupa mati
rasa (baal), tergantung derajat kelumpuhan.
Ø Kejang dan Gangguan Kesadaran
Timbulnya
kejang dan gangguan kesadaran biasanya disebabkan stroke perdarahan. Gangguan
kesadaran ini dimulai dari yang ringan berupa mengantuk, sampai yang berat
berupa koma dan dapat berakhir dengan kematian.
Ø Gangguan Bicara dan Gangguan
Berbahasa
Penderita
stroke tidak bisa bicara (afasia) atau sulit bicara (disfasia). Penderita bisa
saja dapat berbicara, tetapi tidak mengerti apa yang dibicarakan.
Ø Buta Satu Sisi
Penderita
tidak bisa melihat pada mata sebelah kiri/kanan. Biasanya penderita mengalami
kesulitan pada waktu makan karena tidak dapat mengenal apa yang dimakan.
3.2.
Peringatan Dini akan Timbulnya Stroke
Gejala
awal penderita stroke dan merupakan peringatan dini, khususnya pada orang-orang
yang mempunyai faktor resiko, berupa :
o
Buta sesaat
Penderita
tiba-tiba tidak dapat melihat dalam beberapa menit dan kemudian normal kembali
o
Kelumpuhan mendadak
Penderita
merasa kedua tungkai/lengannya terkulai ke bawah yang disertai gangguan
penglihatan atau pusing. Dapat pula disertai dengan penurunan kesadaran dalam
waktu beberapa menit dan kemudian normal kembali
o
Gangguan peredaran darah sesaat
Gejalanya
sama dengan penderita stroke, hanya gejala-gejalanya menghilang sebelum 24 jam
o
Nyeri kepala
Terdapat
sakit kepala yang hebat dan biasanya gejala ini mendahului stroke perdarahan
o
Gejala-gejala lain
Berupa
baal di mulut, sekitar kepala, sering lupa mendadak. Hal ini berlangsung
beberapa saat dan normal kembali.
IV.
PERTOLONGANPERTAMA PADA PENDERITA STROKE
Pada penderita yang mengalami
serangan stroke, langkah awal yang perlu dipertimbangkan adalah secepatnya
membawa penderita ke rumah sakit sambil memberikan pertolongan pertama pada
saat penderita terkena stroke di tempat. Kedua cara ini sangat penting dalam
menentukan keberhasilan pengobatan dan mencegah kematian penderita stroke.
Pertolongan
pertama yang dapat dilakukan pada penderita stroke adalah :
o
Penderita dibaringkan pada posisi 300
(posisi kepala lebih tinggi)
o
Selalu perhatikan agar saluran napas
tidak mengalami sumbatan, pernapasan berjalan, dan jantung masih berfungsi
dengan baik. Kalau terjadi gangguan saluran pernapasan (biasanya disebabkan
karena muntah), maka muntahan harus segera dibersihkan. Kalau jantung dan
paru-paru tidak berdenyut, maka harus diberi napas buatan dengan menekan dada
dan meniup mulut penderita. Kalau penderita muntah, sebaiknya dimiringkan ke
sisi yang sehat (yang tidak lumpuh atau terkena gangguan)
V.
FAKTOR RESIKO STROKE (FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA STROKE)
Faktor-faktor
Resiko Stroke
Berat ringannya stroke sangat
tergantung dari jumlah faktor resiko yang menyertai penyebab stroke.
Faktor-faktor resiko stroke dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu :
1. Faktor
resiko yang tidak dapat diubah
Yang
termasuk faktor resiko yang tidak dapat diubah adalah : umur, jenis kelamin,
ras/etnik, dan keturunan.
2. Faktor
resiko yang dapat diubah
Adalah
hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, hiperkolesterolemia,
penyempitan arteri karotis (pembuluh darah di leher), rendahnya aktifitas
fisik, merokok, peminum alhohol, dan sebelumnya pernah menderita penyakit
stroke.
Faktor
resiko lain adalah oksidan atau radikal bebas. Radikal bebas adalah zat yang
dihasilkan dari reaksi kimia, baik di dalam tubuh maupun di luar tubuh. Radikal
bebas banyak dihasilkan dari makanan matang yang disimpan terlalu lama dalam
lemari es (lebih dari 2 hari). Radikal bebas dapat merusak dinding pembuluh
darah yang menyebabkan dinding pembuluh darah tidak rata sehingga memudahkan
menempelnya kolesterol. Radikal bebas juga memecahkan ikatan LDL-kolesterol sehingga kolesterol lebih
mudah menempel pada dinding pembuluh darah.
Perhatian :
Stroke ternyata tidak hanya
menyerang pada usia lanjut, tetapi bisa juga terjadi pada usia muda. Stroke
pada usia muda pada umumnya didahului oleh gejala-gejala yang hampir sama
dengan stroke pada usia lanjut. Tetapi stroke pada usia muda paling sering
disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah di otak. Sumbatan tersebut dapat
disebabkan oleh endapan kolesterol (atherosclerosis) bercampur dengan gumpalan
darah. Oleh karena itu, sangat baik untuk menjaga pola hidup sehat dan mencukupi
kebutuhan Omega-3 dan Omega- sejak usia muda.
VI.
PENCEGAHAN STROKE
Pencegahan stroke adalah dengan
cara meningkatkan kebugaran jasmani, pengendalian faktor resiko (faktor
penyebab terjadinya) stroke, dan mengkonsumsi makanan kesehatan.
6.1.
Pencegahan Stroke dengan Meningkatkan Kebugaran Jasmani
Penemuan para ahli menunjukkan
bahwa seseorang yang memiliki kebugaran jasmani yang baik dan baik sekali,
relatif kecil kemungkinannya terserang penyakit stroke, karena pada orang yang
bugar :
·
Daya tahan jantung-paru semakin baik
·
Antibodi yang mencegah timbulnya
penyakit maupun yang dapat mencegah pengendapan kolesterol menjadi lebih tinggi
·
Produksi hormon adrenalin yang dapat
merangsang stroke menjadi lebih rendah
·
Rasa percaya diri menjadi lebih baik,
karena kebugaran yang baik akan menghasilkan hormon endorphin lebih banyak, sehingga dapat mengatur emosi (tidak cepat
panik).
Adapun
kebugaran jasmani yang baik tercermin dari komponen kebugaran jasmani yang baik
pula, yaitu berupa daya tahan jantung-paru, kekuatan otot,
kelentukan/kelenturan, ketahanan otot serta berat badan yang seimbang. Untuk
dapat mencapai derajat kebugaran jasmani yang baik harus melatih komponen
kebugaran jasmani dengan terukur dan terprogram baik, yaitu :
Daya Tahan Jantung Paru
Latihan
yang dapat meningkatkan daya tahan jantung-paru adalah latihan aerobik (jalan,
jogging, berenang, bersepeda, dll) yang dilakukan minimal 3-5 kali per minggu,
lama latihan dilakukan selama 30-60 menit. Adapun dosis/takaran latihan
ditentukan berdasarkan hasil pengukuran dengan Treadmill atau Ergometer sepeda.
Kekuatan
Kekuatan
otot dapat ditingkatkan dengan menggunakan beban dari tubuh kita sendiri (sit
up, push up) atau menggunakan alat latihan beban. Latihan beban ini dilakukan
3x seminggu.
Kelentukan/kelenturan
Dapat
dilatih secara teratur dan hendaknya dilatih semua persendian tubuh. Latihan
ini dapat dilakukan dengan latihan peregangan.
Berat Badan Seimbang
Mengupayakan
agar pemasukan kalori dan penggunaan kalori seimbang. Kelebihan berat badan
sebaiknya segera dikurangi karena stroke lebih banyak menyerang orang dengan
berat badan berlebih.
6.2.
Pencegahan Stroke Melalui Pengendalian Faktor-faktor Resiko
Pengendalian Hipertensi
Terdapat
hubungan yang erat antara hipertensi dengan serangan stroke (khususnya stroke
perdarahan). Terjadinya stroke oleh karena pecahnya pembuluh darah. Pecahnya
pembuluh darah lebih mudah terjadi oleh karena pembuluh darah tersebut
mengalami pengapuran sebelumnya.
Pengendalian Penyakit Diabetes
Melitus
Penyakit
diabetes melitus dapat dikendalikan dengan pengobatan, diet, dan olahraga.
Kadar gula yang terkontrol relatif dapat mencegah timbulnya stroke.
Pengendalian Lemak Darah
Lemak
darah khususnya kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan pengapuran dinding
pembuluh darah. Dengan pengaturan diet yang baik (dan memenuhi kebutuhan
Omega-3 dan Omega-6) serta olahraga teratur lebih dari 1 jam, dengan intensitas
sedang, sangat baik dalam membakar kolesterol. Apabila kedua cara ini selama
sembilan bulan tidak berhasil, maka dapat dilakukan dengan pengobatan.
Kolesterol yang normal relatif kecil kemungkinan menyebabkan stroke.
Pengendalian Oksidan (Radikal
Bebas)
Oksidan
berperan penting terhadap timbulnya pengapuran dinding pembuluh darah. Oksidan
banyak dihasilkan dari makanan yang terlalu lama disimpan. Oksidan dapat
dinetralisir dengan banyak mengkonsumsi sayuran segar, vitamin C, vitamin E,
beta karoten, dll.
Perokok
Nikotin,
CO, Ter, yang terdapat dalam asap rokok berdampak negatif terhadap kesehatan.
Selain itu, dalam asap rokok ditemukan juga radikal bebas, sehingga bagi
perokok berat akan menyebabkan pengapuran pembuluh darah bertambah cepat. Agar
terhindar dari stroke, berhentilah merokok.
6.3.
Pencegahan Stroke dengan Makanan Kesehatan
Akhir- akhir ini pengobatan
stroke di dunia kedokteran berkembang dengan sangat pesat. WHO menganjurkan,
lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit, karena pemberian obat
memberikan efek samping yang merugikan kesehatan tubuh. Dalam pencegahan
penyakit khususnya stroke, di seluruh dunia berkembang penggunaan makanan
kesehatan, khususnya makanan kesehatan yang mengandung Omega-3 dan Omega-6.
Peran Omega-3 dan Omega-6 dalam
Pencegahan dan Membantu Penanggulangan Stroke
Asam lemak Omega-3 dan Omega-6
adalah asam lemak esensial, yang artinya dperlukan oleh tubuh akan tetapi tubuh
tidak dapat mensintesa (membuatnya) sendiri, sehingga harus di dapat dari luar
(makanan). Kedua asam lemak Omega-3 dan Omega-6 bekerja dalam tubuh dengan cara
membentuk sejenis hormon yang disebut Prostaglandin.
Hormon prostaglandin bekerja untuk
mengatur fungsi organ tubuh kita sehari-hari. Prostaglandin diperlukan
untuk mengatur pembekuan, inflamasi, pertumbuhan tumor, dan alergi.
Ada
dua seri Prostaglandin yang
dihasilkan oleh Omega-3 dan Omega-6, yaitu PG-1 dan PG-3. Kedua seri prostaglandin ini mempunyai peran besar
dalam tubuh, yaitu :
ü Pembentuk
membran sel yang akan melindungi tubuh dari bibit penyakit.
ü Mengatur
fungsi organ tubuh yang akan menurunkan kadar kolesterol, LDL, dan meningkatkan
HDL, dan hal ini sangat baik untuk pencegahan stroke.
ü Mencegah
terjadinya penggumpalan darah/klot, yang sering terjadi pada stroke infark
ü Berperan
dalam menjaga keseimbangan hormon sex wanita
ü Menghambat
pertumbuhan dan perkembangan sel tumor
ü Menurunkan
tingkat alergi dan peradangan
Peran
Omega-3 dan Omega-6 dalam mencegah dan membantu penderita stroke adalah :
ü Menjaga
kesehatan pembuluh darah agar tetap elastis, dan dinding pembuluh darah tidak
mengalami kerusakan
ü Meningkatkan
kadar HDL-kolesterol dan menurunkan kadar LDL-kolesterol, sehingga menurunkan
resiko terjadinya stroke, serta membantu mencegah terjadinya stroke ulang
ü Mengikis
endapan kolesterol yang menempel pada dinding pembuluh darah (atherosclerosis)
Menurut
para ahli/pakar gizi dunia, kebutuhan Omega-3 per hari mencapai 1-3 gram,
sedangkan Omega-6 dibutuhkan dengan perbandingan paling ideal antara 1-6 sampai
1-9 gram per hari.
Peran Vitamin E
Berperan
sebagai antioksidan yang melindungi asam-asam lemak di sekitar dan di dalam sel
serta dinding pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.
Penelitian
terhadap fungsi vitamin E menghasilkan beberapa klaim, seperti :
ü Melindungi
terhadap kerusakan atau gangguan pada syaraf
ü Meningkatkan
kekebalan tubuh
ü Melindungi
terhadap penyakit jantung dan stroke
ü Melindungi
tubuh dari polusi udara dan zat beracun lainnya
Peran Lecithin
Lecithin adalah zat alami yang
merupakancampuran zat fosfolipid (gabungan lemak dengan senyawa non-lemak) yang
biasa dijumpai dalam tumbuh-tumbuhan dan hewan. Penelitian terhadap lecithin
menghasilkan beberapa klaim, terutama yang bermanfaat bagi penderita stroke,
yaitu :
ü Melindungi
tubuh dari penyakit kardiovaskuler/penyakit pembuluh darah dan jantung
ü Mencegah
dan membantu mengobati kehilangan ingatan dan penyakit syaraf
ü Mengobati
pengobatan kelainan tingkah laku
Selain
itu lecithin membantu dalam mengontrol kadar trigliserida, mengurangi total
kolesterol dalam darah, dan menurunkan LDL serta meningkatkan HDL
Oleh
: Dr. A. Purba, dr., MSc., AIF



