Thursday, April 24, 2014

HATI-HATI SERANGAN STROKE, CEGAH DAN KENDALIKAN SEDINI MUNGKIN


I. PENDAHULUAN
                Stroke merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah otak. Stroke dapat mengakibatkan cacat tubuh dan bahkan kematian. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan, penanggulangan dan rehabilitasi secara dini dengan tepat. Dengan melakukan penanggulangan dan rehabilitasi yang tepat akan menurunkan angka kematian dan kecacatan yang diakibatkan oleh stroke.
                Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah penyakit jantung dan kanker. Menurut WHO, yang dimaksud dengan stroke adalah gangguan fungsional otak vokal atau luas, terjadi secara mendadak dan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, dapat menyebabkan penderita meninggal akibat gangguan peredaran darah otak. Gangguan fungsi otak tersebut dapat mengakibatkan kematian, kelumpuhan, gangguan bicara, menurunnya kesadaran, dan lain sebagainya.
                Stroke sering terjadi pada usia lanjut, namun dapat pula terjadi pada usia muda. Stroke merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan cara menjalankan pola hidup sehat.

II. PEMBAHASAN
                Terjadinya stroke disebabkan oleh terganggunya aliran darah menuju otak, dapat berupa sumbatan atau pecahnya pembuluh darah yang menuju otak. Berdasarkan penyebab stroke, maka secara patologis, stroke dibagi menjadi stroke perdarahan dan stroke infark.
                Stroke infark adalah kematian jaringan otak yang disebabkan oleh hambatan aliran darah menuju jaringan otak oleh emboli atau thrombus (gumpalan darah). Stroke infark mempunyai faktor resiko berdasarkan frekuensi penyebab infark sbb. : hipertensi (52%), penyakit jantung/atrial fibrilasi (38%), perokok (27%), dan diabetes melitus (14%). Pada umumnya stroke infark terjadi pada saat bangun tidur atau sedang beristirahat, oleh karena pada saat tidur, aliran darah berjalan relatif pelan, sehingga memungkinkan darah mengalami penggumpalan. Sedangkan stroke perdarahan terjadi secara mendadak diakibatkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Stroke perdarahan terjadi pada waktu peningkatan emosi atau aktifitas fisik. Dengan meningkatnya emosi, akan merangsang pengeluaran hormon adrenalin yang memacu jantung untuk bekerja maksimal, terjadi peningkatan tekanan darah secara tiba-tiba. Stroke sering pada usia 50-75 tahun serta terdapat riwayat penyakit hipertensi yang tidak terkontrol.

III. GEJALA-GEJALA STROKE
3.1 Gejala-gejala Stroke
                Gejala stroke pada waktu terjadi serangan dapat bermacam-macam, tergantung dari lokasi otak yang terkena stroke. Gejala tersebut dapat berupa :
Ø  Kelumpuhan
Kelumpuhan dapat mengenai sebelah anggota tubuh atau sebagian daerah tubuh yang lain, misalnya daerah wajah, mulut mencong, suara sengau, tidak bisa menelan, gangguan menelan, gangguan bicara, atau lumpuh tangan dan kaki yang kiri atau kanan.
Ø  Gangguan Rasa
Gangguan rasa dapat berupa yang ringan seperti kesemutan, sampai yang berat berupa mati rasa (baal), tergantung derajat kelumpuhan.
Ø  Kejang dan Gangguan Kesadaran
Timbulnya kejang dan gangguan kesadaran biasanya disebabkan stroke perdarahan. Gangguan kesadaran ini dimulai dari yang ringan berupa mengantuk, sampai yang berat berupa koma dan dapat berakhir dengan kematian.
Ø  Gangguan Bicara dan Gangguan Berbahasa
Penderita stroke tidak bisa bicara (afasia) atau sulit bicara (disfasia). Penderita bisa saja dapat berbicara, tetapi tidak mengerti apa yang dibicarakan.

Ø  Buta Satu Sisi
Penderita tidak bisa melihat pada mata sebelah kiri/kanan. Biasanya penderita mengalami kesulitan pada waktu makan karena tidak dapat mengenal apa yang dimakan.
3.2. Peringatan Dini akan Timbulnya Stroke
Gejala awal penderita stroke dan merupakan peringatan dini, khususnya pada orang-orang yang mempunyai faktor resiko, berupa :
o    Buta sesaat
Penderita tiba-tiba tidak dapat melihat dalam beberapa menit dan kemudian normal kembali
o    Kelumpuhan mendadak
Penderita merasa kedua tungkai/lengannya terkulai ke bawah yang disertai gangguan penglihatan atau pusing. Dapat pula disertai dengan penurunan kesadaran dalam waktu beberapa menit dan kemudian normal kembali
o    Gangguan peredaran darah sesaat
Gejalanya sama dengan penderita stroke, hanya gejala-gejalanya menghilang sebelum 24 jam
o    Nyeri kepala
Terdapat sakit kepala yang hebat dan biasanya gejala ini mendahului stroke perdarahan
o    Gejala-gejala lain
Berupa baal di mulut, sekitar kepala, sering lupa mendadak. Hal ini berlangsung beberapa saat dan normal kembali.

IV. PERTOLONGANPERTAMA PADA PENDERITA STROKE
                Pada penderita yang mengalami serangan stroke, langkah awal yang perlu dipertimbangkan adalah secepatnya membawa penderita ke rumah sakit sambil memberikan pertolongan pertama pada saat penderita terkena stroke di tempat. Kedua cara ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan pengobatan dan mencegah kematian penderita stroke.
Pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada penderita stroke adalah :
o    Penderita dibaringkan pada posisi 300 (posisi kepala lebih tinggi)
o    Selalu perhatikan agar saluran napas tidak mengalami sumbatan, pernapasan berjalan, dan jantung masih berfungsi dengan baik. Kalau terjadi gangguan saluran pernapasan (biasanya disebabkan karena muntah), maka muntahan harus segera dibersihkan. Kalau jantung dan paru-paru tidak berdenyut, maka harus diberi napas buatan dengan menekan dada dan meniup mulut penderita. Kalau penderita muntah, sebaiknya dimiringkan ke sisi yang sehat (yang tidak lumpuh atau terkena gangguan)

V. FAKTOR RESIKO STROKE (FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA STROKE)
Faktor-faktor Resiko Stroke
                Berat ringannya stroke sangat tergantung dari jumlah faktor resiko yang menyertai penyebab stroke. Faktor-faktor resiko stroke dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu :
1.       Faktor resiko yang tidak dapat diubah
Yang termasuk faktor resiko yang tidak dapat diubah adalah : umur, jenis kelamin, ras/etnik, dan keturunan.
2.       Faktor resiko yang dapat diubah
Adalah hipertensi, penyakit jantung, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, penyempitan arteri karotis (pembuluh darah di leher), rendahnya aktifitas fisik, merokok, peminum alhohol, dan sebelumnya pernah menderita penyakit stroke.
Faktor resiko lain adalah oksidan atau radikal bebas. Radikal bebas adalah zat yang dihasilkan dari reaksi kimia, baik di dalam tubuh maupun di luar tubuh. Radikal bebas banyak dihasilkan dari makanan matang yang disimpan terlalu lama dalam lemari es (lebih dari 2 hari). Radikal bebas dapat merusak dinding pembuluh darah yang menyebabkan dinding pembuluh darah tidak rata sehingga memudahkan menempelnya kolesterol. Radikal bebas juga memecahkan ikatan LDL-kolesterol sehingga kolesterol lebih mudah menempel pada dinding pembuluh darah.
Perhatian :
                Stroke ternyata tidak hanya menyerang pada usia lanjut, tetapi bisa juga terjadi pada usia muda. Stroke pada usia muda pada umumnya didahului oleh gejala-gejala yang hampir sama dengan stroke pada usia lanjut. Tetapi stroke pada usia muda paling sering disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah di otak. Sumbatan tersebut dapat disebabkan oleh endapan kolesterol (atherosclerosis) bercampur dengan gumpalan darah. Oleh karena itu, sangat baik untuk menjaga pola hidup sehat dan mencukupi kebutuhan Omega-3 dan Omega- sejak usia muda.

VI. PENCEGAHAN STROKE
                Pencegahan stroke adalah dengan cara meningkatkan kebugaran jasmani, pengendalian faktor resiko (faktor penyebab terjadinya) stroke, dan mengkonsumsi makanan kesehatan.
6.1. Pencegahan Stroke dengan Meningkatkan Kebugaran Jasmani
                Penemuan para ahli menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kebugaran jasmani yang baik dan baik sekali, relatif kecil kemungkinannya terserang penyakit stroke, karena pada orang yang bugar :
·         Daya tahan jantung-paru semakin baik
·         Antibodi yang mencegah timbulnya penyakit maupun yang dapat mencegah pengendapan kolesterol menjadi lebih tinggi
·         Produksi hormon adrenalin yang dapat merangsang stroke menjadi lebih rendah
·         Rasa percaya diri menjadi lebih baik, karena kebugaran yang baik akan menghasilkan hormon endorphin lebih banyak, sehingga dapat mengatur emosi (tidak cepat panik).
Adapun kebugaran jasmani yang baik tercermin dari komponen kebugaran jasmani yang baik pula, yaitu berupa daya tahan jantung-paru, kekuatan otot, kelentukan/kelenturan, ketahanan otot serta berat badan yang seimbang. Untuk dapat mencapai derajat kebugaran jasmani yang baik harus melatih komponen kebugaran jasmani dengan terukur dan terprogram baik, yaitu :
Daya Tahan Jantung Paru
Latihan yang dapat meningkatkan daya tahan jantung-paru adalah latihan aerobik (jalan, jogging, berenang, bersepeda, dll) yang dilakukan minimal 3-5 kali per minggu, lama latihan dilakukan selama 30-60 menit. Adapun dosis/takaran latihan ditentukan berdasarkan hasil pengukuran dengan  Treadmill atau Ergometer sepeda.
Kekuatan
Kekuatan otot dapat ditingkatkan dengan menggunakan beban dari tubuh kita sendiri (sit up, push up) atau menggunakan alat latihan beban. Latihan beban ini dilakukan 3x seminggu.
Kelentukan/kelenturan
Dapat dilatih secara teratur dan hendaknya dilatih semua persendian tubuh. Latihan ini dapat dilakukan dengan latihan peregangan.
Berat Badan Seimbang
Mengupayakan agar pemasukan kalori dan penggunaan kalori seimbang. Kelebihan berat badan sebaiknya segera dikurangi karena stroke lebih banyak menyerang orang dengan berat badan berlebih.

6.2. Pencegahan Stroke Melalui Pengendalian Faktor-faktor Resiko
Pengendalian Hipertensi
Terdapat hubungan yang erat antara hipertensi dengan serangan stroke (khususnya stroke perdarahan). Terjadinya stroke oleh karena pecahnya pembuluh darah. Pecahnya pembuluh darah lebih mudah terjadi oleh karena pembuluh darah tersebut mengalami pengapuran sebelumnya.
Pengendalian Penyakit Diabetes Melitus
Penyakit diabetes melitus dapat dikendalikan dengan pengobatan, diet, dan olahraga. Kadar gula yang terkontrol relatif dapat mencegah timbulnya stroke.
Pengendalian Lemak Darah
Lemak darah khususnya kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan pengapuran dinding pembuluh darah. Dengan pengaturan diet yang baik (dan memenuhi kebutuhan Omega-3 dan Omega-6) serta olahraga teratur lebih dari 1 jam, dengan intensitas sedang, sangat baik dalam membakar kolesterol. Apabila kedua cara ini selama sembilan bulan tidak berhasil, maka dapat dilakukan dengan pengobatan. Kolesterol yang normal relatif kecil kemungkinan menyebabkan stroke.
Pengendalian Oksidan (Radikal Bebas)
Oksidan berperan penting terhadap timbulnya pengapuran dinding pembuluh darah. Oksidan banyak dihasilkan dari makanan yang terlalu lama disimpan. Oksidan dapat dinetralisir dengan banyak mengkonsumsi sayuran segar, vitamin C, vitamin E, beta karoten, dll.
Perokok
Nikotin, CO, Ter, yang terdapat dalam asap rokok berdampak negatif terhadap kesehatan. Selain itu, dalam asap rokok ditemukan juga radikal bebas, sehingga bagi perokok berat akan menyebabkan pengapuran pembuluh darah bertambah cepat. Agar terhindar dari stroke, berhentilah merokok.

6.3. Pencegahan Stroke dengan Makanan Kesehatan
                Akhir- akhir ini pengobatan stroke di dunia kedokteran berkembang dengan sangat pesat. WHO menganjurkan, lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit, karena pemberian obat memberikan efek samping yang merugikan kesehatan tubuh. Dalam pencegahan penyakit khususnya stroke, di seluruh dunia berkembang penggunaan makanan kesehatan, khususnya makanan kesehatan yang mengandung Omega-3 dan Omega-6.
Peran Omega-3 dan Omega-6 dalam Pencegahan dan Membantu Penanggulangan Stroke
                Asam lemak Omega-3 dan Omega-6 adalah asam lemak esensial, yang artinya dperlukan oleh tubuh akan tetapi tubuh tidak dapat mensintesa (membuatnya) sendiri, sehingga harus di dapat dari luar (makanan). Kedua asam lemak Omega-3 dan Omega-6 bekerja dalam tubuh dengan cara membentuk sejenis hormon yang disebut Prostaglandin. Hormon prostaglandin bekerja untuk mengatur fungsi organ tubuh kita sehari-hari. Prostaglandin  diperlukan untuk mengatur pembekuan, inflamasi, pertumbuhan tumor, dan alergi.
Ada dua seri Prostaglandin yang dihasilkan oleh Omega-3 dan Omega-6, yaitu PG-1 dan PG-3. Kedua seri prostaglandin ini mempunyai peran besar dalam tubuh, yaitu :
ü  Pembentuk membran sel yang akan melindungi tubuh dari bibit penyakit.
ü  Mengatur fungsi organ tubuh yang akan menurunkan kadar kolesterol, LDL, dan meningkatkan HDL, dan hal ini sangat baik untuk pencegahan stroke.
ü  Mencegah terjadinya penggumpalan darah/klot, yang sering terjadi pada stroke infark
ü  Berperan dalam menjaga keseimbangan hormon sex wanita
ü  Menghambat pertumbuhan dan perkembangan sel tumor
ü  Menurunkan tingkat alergi dan peradangan
Peran Omega-3 dan Omega-6 dalam mencegah dan membantu penderita stroke adalah :
ü  Menjaga kesehatan pembuluh darah agar tetap elastis, dan dinding pembuluh darah tidak mengalami kerusakan
ü  Meningkatkan kadar HDL-kolesterol dan menurunkan kadar LDL-kolesterol, sehingga menurunkan resiko terjadinya stroke, serta membantu mencegah terjadinya stroke ulang
ü  Mengikis endapan kolesterol yang menempel pada dinding pembuluh darah (atherosclerosis)
Menurut para ahli/pakar gizi dunia, kebutuhan Omega-3 per hari mencapai 1-3 gram, sedangkan Omega-6 dibutuhkan dengan perbandingan paling ideal antara 1-6 sampai 1-9 gram per hari.
Peran Vitamin E
                Berperan sebagai antioksidan yang melindungi asam-asam lemak di sekitar dan di dalam sel serta dinding pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.
Penelitian terhadap fungsi vitamin E menghasilkan beberapa klaim, seperti :
ü  Melindungi terhadap kerusakan atau gangguan pada syaraf
ü  Meningkatkan kekebalan tubuh
ü  Melindungi terhadap penyakit jantung dan stroke
ü  Melindungi tubuh dari polusi udara dan zat beracun lainnya


Peran Lecithin
                Lecithin adalah zat alami yang merupakancampuran zat fosfolipid (gabungan lemak dengan senyawa non-lemak) yang biasa dijumpai dalam tumbuh-tumbuhan dan hewan. Penelitian terhadap lecithin menghasilkan beberapa klaim, terutama yang bermanfaat bagi penderita stroke, yaitu :
ü  Melindungi tubuh dari penyakit kardiovaskuler/penyakit pembuluh darah dan jantung
ü  Mencegah dan membantu mengobati kehilangan ingatan dan penyakit syaraf
ü  Mengobati pengobatan kelainan tingkah laku
Selain itu lecithin membantu dalam mengontrol kadar trigliserida, mengurangi total kolesterol dalam darah, dan menurunkan LDL serta meningkatkan HDL


Oleh : Dr. A. Purba, dr., MSc., AIF



Tuesday, April 15, 2014

LIDAH BUAYA MEMPERBAIKI KINERJA TUBUH


            Tanaman lidah buaya (Aloe vera) sudah sejak dulu terkenal sebagai penyubur rambut. Kini getah lidah buaya itu diolah secara modern, sehingga pemakaiannya jadi praktis sekali. Tidak hanya sebagai penyubur rambut,tapi juga penyembuh luka, baik luka di luar maupun di dalam tubuh sehingga sangat baik untuk penderita maag atau tukak lambung, diabetes, radang kulit, dan juga untuk sesak napas/bengek. Penyakit apa saja lainnya yang bisa kita sembuhkan dengan lidah buaya?
            Tanaman aloe vera berasal dari Kepulauan Cannary di sebelah barat Afrika ini biasa disebut Lidah Buaya, karena bentuk daunnya meruncing seperti lidah, dan tepiannya berduri. Sebenarnya Rumphius dalam bukunya, Het Amboinsch Kruidboek (yang ditulis tahun 1660 dan baru selesai tahun 1701), menyebut daun itu lidah naga, tapi nama naga ditelan jaman, dan di pulau Jawa yang berbahasa Indonesia diganti diam-diam menjadi Lidah Buaya.

            Tenyata tanaman lidah buaya jenisnya sangat banyak. Ada 180 macam yang sudah diketahui oleh para botanikus, dari yang beracun hingga yang sangat bermanfaat bagi umat manusia. Kebanyakan tumbuh asli di (tanamannya itu) di daerah kering Afrika, beberapa ada yang hidup asli di Asia daratan dan Amerika. Salah satu jenisnya yang diusahakan secara komersial adalah Aloe Barbadensis dari pulau Barbados, Amerika Tengah. Jenis ini lebih menguntungkan secara komersial daripada aloe vera yang lainnya, karena cepat tumbuh, banyak hasilnya, tahan serangan hama dan penyakit, serta nilai kelengkapan kandungan zat-zat nutrisinya seakan merupakan anugrah dan mukjizat dari Sang Pencipta kepada manusia. Karena ketahanannya terhadap hama dan penyakit, maka tidak diperlukan penyemprotan pestisida atau racun serangga. Tanaman ini dibudidayakan di perkebunan daerah panas Florida dan Texas sampai Meksiko, dan juga di Karibia dengan luas perkebunan mencapai 5.500 hektar.
            Tanamannya berupa perdu yang sepintas lalu seperti kaktus, tetapi ternyata bukan kaktus, melainkan sejenis sukulen (tanaman berdaging dan bergetah) seperti Agave (nanas seberang), dari suku Liliaceae. Ciri khas sukulen ini ialah daunnya gemuk-gemuk.
            Semua jenis aloe vera terkenal sebagai tanaman xerofit (tanaman tahan panas dan kekeringan) yang mampu menutup stomata (mulut kulit) daunnya sampai rapat sekali. Itu dilakukan untuk mecegah keluarnya air yang sudah mereka simpan. Itulah sebabnya mereka tahan hidup di tempat yang kering kerontang, sementara tanaman biasa yang lain sudah mati.
            Dalam rangka mencegah keluarnya air ini pula, Aloe Vera (termasuk aloe barbadensis) selalu menutup setiap luka dengan cepat sekali kalau tubuh mereka dibacok orang atau diseruduk banteng. Ada semacam kekuatan tertentu yang digerakkan oleh enzim dalam getah tanaman itu. Orang Mesir dan Yunani kuno mengamati hal ini dan memanfaatkan getah daun itu untuk menutupi luka pada tubuhnya. Kalau getah tanaman itu mampu menutupi lukanya sendiri, niscaya ia juga mampu menutupi luka  makhluk lain. Begitu penalaran mereka. Terbukti memang benar. Daun yang hijau muda dengan totol-totol lebih muda lagi (kalau masih muda) ini tebal sekali. Ia terdiri atas kulit dan pulp (daging) daun.
Selain mengandung sari daun yang cair berisi aloin yang bersifat mencahar dan memperlancar pencernaan makanan, daun lidah buaya juga mengandung getah berisi polisakarida dan asam krisofan dalam pulpnya. Berbeda dengan sari daun yang encer seperti larutan, getah pulp ini bersifat koloidal, yang akan berwujud gel seperti jelly (agar-agar), kalau pHnya mendekati basa, tapi bisa berubah bentuk menjadi sol yang lebih encer seperti sirup kalau pHnya mendekati asam.
Gel inilah yang sudah sejak tahun 2000 SM dipakai orang-orang Mesir untuk menyembuhkan luka bakar dan gatal-gatal sakit kulit. Keampuhannya meredam sakit kalau kulit kita luka begitu terkenal ke seluruh dunia jaman kuno, sampai Aristoteles dari Yunani menganjurkan Alexander untuk merebut Pulau Socroto di lepas pantai Afrika Utara. Jadi bisa diambil tanaman aloe vera-nya untuk mengobati tentaranya yang luka-luka di medan perang dengan cepat.
Di negara modern, keampuhan daun lidah buaya juga masih terkenal, sampai ada yang menanamnya dalam pot yang ditaruh dekat dapur. Begitu ada yang luka jari-jarinya karena terbakar api kompor, segera bisa “dipadamkan” dengan ujung irisan daunnya. Rasa panasnya akan hilang dan kulit tidak jadi melepuh kesakitan.
Sudah tentu orang sibuk mengadakan penelitian, untuk mencari tahu zat apa yang terkandung dalam gel daun lidah buaya. Penelitian dipicu terutama oleh makin banyaknya kecelakaan orang sakit kulit karena terkena radiasi sinar X dan sinar gamma di tempat kerjanya. Dokter perusahaan dan dokter tentara banyak yang mengeluh karena tidak dapat mengobati kerusakan kulit akibat radiasi itu. Lalu ada yang mulai mencoba getah dari pulp daun lidah buaya. Ternyata lebih mujarab daripada obat kulit yang lain. Tapi susahnya, karena tak ada yang tahu bagaimana cara mengawetkan getah itu untuk disimpan lama sebagai sediaan obat, maka terpaksa getah daun lidah buaya itu senantiasa diimpor dari daerah tropis. Susahnya lagi, mengimpor tanaman hidup juga sulit, sedangkan mengimpor tanaman mati sama juga bohong karena yang diperoleh adalah daun kering yang sudah berkurang khasiatnya.
Karena itu, beberapa perusahaan farmasi Amerika mencoba bertanam sendiri tanaman lidah buaya itu di perkebunan besar. Sejak tahun 1974, penelitian tentang kandungan kimia getah itu juga dilakukan lebih intensif, sampai pada tahun 1977 dilaporkan dalam Drugs and Cosmetics Journal, edisi Juni, bahwa biang keladi keampuhan getah itu adalah Polisakarida (terutama glukomanan) yang bekerja sama dengan asam-asam amino (lisin, valin, metionin, leusin, isoleusin, fenilalanin) dan enzim oksidase, katalase, lipase dan (terutama) enzim-enzim pecah protein. Enzim yang akhir ini membantu memecah jaringan kulit yang sakit karena rusak, dan membantu memecah bakteri, sehingga getah itu bersifat antibiotik, tapi sekaligus juga peredam rasa sakit. Sedangkan asam-asam amino dipakai untuk menyusun protein pengganti sel yang rusak karena luka itu.
Glukomanan tadi juga bekerja sama dengan beberapa vitamin (A, B6, B12, C, E, niasinamid, kolin), mineral kalium, kalsium, natrium, seng, kobalt, dan krom. Vitamineral ini berperan sebagai picu pendorong proses kimia yang diperlukan dalam penyembuhan luka.
Hasil sinergetik (kerja bareng saling memperkuat) zat-zat itulah yang menyebabkan getah aloe bisa bertindak sebagai pendorong koagulasi yang kuat (oleh gel), pendorong pertumbuhan sel yang tadinya rusak karena luka (oleh glukomanan) yang bersifat astringent, menciutkan jaringan sel. Diciutkan dan didorong pertumbuhannya inilah yang membuat sel-sel rusak itu cepat sembuh. Seorang peneliti farmasi Jerman, Freytag, menyebut secara ringkas getah aloe itu sebagai “hormon luka”, walaupun tidak berisi hormon sama sekali.