Banyak terjadi di
usia produktif, bagaimana mengatasinya?
Mengapa mudah lupa?
Selain faktor usia, tentu saja
hal yang alami, penyebab utama mudah lupa adalah stress yang berkepanjangan
yang memicu kelelahan otak. Yang bila tidak
segera diatasi akan menurunkan fungsi otak. Demikian juga sebaliknya, kurang
mengaktifkan kerja otak, sel – sel otak jarang dirangsang untuk bekerja juga
akan mengalami kemunduran fungsi.
Menurut pakar kejiwaan, wanita
lebih beresiko mudah lupa karena faktor hormon pada wanita menyebabkan wanita
lebih mudah mengalami stress daripada pria.
Bagaimana cara menguji otak kita,
apakah masih berfungsi dengan baik atau sudah mengalami kemunduran? Hal yang
paling mudah untuk mengujinya adalah mengetahui sejauh mana ingatan kita,
misalnya masih ingatkah kita dengan kegiatan kita mulai bangun pagi sampai saat
ini dengan detail?
pengenalan dini demensia (mudah lupa) harus mengetahui ;
· Kondisi normal; yaitu kondisi kognitif pada usia
lanjut yang terjadi dengan penambahan usia dan bersifat alamiah. Contoh;
keluhan mudah lupa secara subyektif, tidak ada gangguan kognitif atau demensia.
· Kondisi pre demensia; yaitu gangguan kognitif
pada usia lanjut dengan ciri mudah lupa yang makin nyata dan dikenali
(diketahui dan diakui) oleh orang dekatnya.
· Kondisi demensia; yaitu gangguan kognitif pada
usia lanjut dengan berbagai jenis gangguan seperti mudah lupa yang konsisten,
disorisiensi terutama terhadap waktu, gangguan dalam mengutarakan pendapat dan
pemecahan masalah, gangguan dalam aktifitas di rumah dan minat intelektual,
serta gangguan dalam pemeliharaan diri sendiri.
![]() |
| google image |
Secara alamiah penurunan daya
ingat di mulai pada usia 40 tahunan. Pada usia tersebut ada beberapa sel otak
sudah mengalami degradasi fungsi bahkan mati. Padahal sel otak yang telah mati
tidak akan mengalami regenerasi. Inilah yang menjadikan penyebab mengapa orang
mudah lupa, sulit konsentrasi. Dan bila si “pelupa” didapati pada usia muda,
penyebab yang paling mungkin adalah stress berkepanjangan yang memacu kelelahan
otak sehingga daya ingat tidak lagi cukup kuat. (Drs. H. Zainuddin Sri
Kuntjoro, Mpsi, 2002).
![]() |
| google image |
Kemunduran kemampuan otak, seiring dengan proses penuaan, akan diikuti penurunan secara linier kemampuan otak dalam hal :
· Daya ingat, yaitu berupa penurunan kemampuan
penamaan dan kecepatan mencari kembali informasi yang telah disimpan. Adapun cara
mengatasinya jangan dibuat “nganggur” atau diistirahatkan karena akan semakin
mempercepat proses kemunduran.
· Intelegensia dasar, yaitu penurunan fungsi otak
bagian kanan yang antara lain berupa kesulitan dalam komunikasi non verbal,
pemecahan masalah, mengenal wajah orang, kesulitan dalam konsentrasi. Adapun pengendaliannya
adalah dengan proses belajar dengan latihan – latihan untuk mengasah otak dan
memecahkan masalah yang ringan.
Kemunduran kemampuan otak juga
dipengaruhi dari faktor luar, misalnya terbenturnya kepala kita, memungkinkan
terjadinya kerusakan fisik dalam sel – sel otak. Demikian juga penyakit –
penyakit bawaan seperti epilepsi, berpotensi mempercepat saat kemunduran
kemampuan otak. Namun demikian hal tersebut di atas dapat di atasi selagi kita
secara intensif melakukan pemeliharaan.
Bagaimana merawat otak?
Sel otak memerlukan nutrisi dan
oksigen sebagai “bahan bakar” untuk melancarkan kerja otak dan aliran darah
menuju ke otak. Sel otak tidak akan mengalami regenerasi setelah usia 40
tahunan. Dari kenyataan tersebut di atas yang terbaik untuk dilakukan adalah
pemeliharaan yang sejak dalam kandungan, diberikan nutrisi yang memacu pada
pertumbuhan dan perkembangan sel otak, kemudian merawatnya dengan membiasakan
pola hidup sehat dan selalu melatih diri merangsang otak untuk memecahkan
masalah – masalah yang ringan.
Media Kesehatan Alami


