Wednesday, October 9, 2013

KALSIUM DAN OSTEOPOROSIS



Kalsium sebagai mineral di tubuh
                Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Kira-kira 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras, yaitu pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi syaraf terganggu, dsb.
Untuk memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Apabila makanan yang dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
Faktor-faktor yang meningkatkan absorpsi kalsium :
                Beberapa faktor yang dapat meningkatkan absorpsi kalsium adalah :
1.         Peningkatan kebutuhan terjadi pada pertumbuhan, masa kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium
2.        Vitamin D merangsang absorpsi kalsium melalui mekanisme kompleks
3.        Asam klorida yang dikeluarkan oleh lambung membantu absorpsi kalsium dengan cara menurunkan derajat keasaman di bagian atas usus halus
4.        Lemak meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna, dengan demikian memberikan waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsium
Faktor-faktor yang menghambat absorpsi kalsium :
1.         Kekurangan vitamin D bentuk aktif
2.        Makanan yang mengandung asam oksalat seperti bayam dan sayuran lain
3.        Makanan yang tinggi serat karena mempercepat waktu transit makanan di dalam saluran cerna
Yang mengatur kadar kalsium dalam darah adalah hormon Paratiroid, Tirokalsitonin dari kelenjar tiroid dan vitamin D. hormon Paratiroid dan vitamin D meningkatkan kalsium darah dengan cara sebagai berikut :
1.         Vitamin D merangsang absorpsi kalsium oleh saluran cerna
2.        Vitamin D dan hormon paratiroid merangsang pelepasan kalsium dari tulang ke dalam darah
3.        Vitamin D dan hormon paratiroid menunjang reabsorpsi kalsium di dalam ginjal
Sumber Kalsium :
·         Sayuran hijau (bayam, brokoli, sawi)
·         Ikan teri kering
·         Udang kering
·         Tahu
·         Kacang-kacangan
·         Salmon, sardine
·         Susu dan hasil olahannya
Fungsi Kalsium :
·         Membentuk serta mempertahankan tulang dan gigi yang sehat
·         Mencegah osteoporosis
·         Membantu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka
·         Menghantarkan sinyal ke dalam sel-sel syaraf
·         Mengatur kontraksi otot
·         Membantu transport ion melalui membran
·         Sebagai komponen penting dalam memproduksi hormon dan enzim yang mengatur proses pencernaan, energi, dan metabolisme lemak
Gejala Kekurangan Kalsium :
ü  Gangguan pertumbuhan
ü  Tulang kurang kuat, mudah bengkok, dan rapuh
ü  Kekejangan otot
Gejala Kelebihan Kalsium :
è kelebihan kalsium terjadi apabila mengkonsumsi kalsium sebesar 2500 mg/hari. Kelebihan kalsium dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal atau gangguan ginjal, konstipasi (susah buang air besar).

PATOFISIOLOGI OSTEOPOROSIS
                Menurut definisi, osteoporosis adalah penyakit yang dicirikan oleh rendahnya massa tulang dan kemunduran struktural jaringan tulang, yang menyebabkan kerapuhan tulang. Bila tidak dicegah atau bila tidak ditangani, proses pengeroposan akan terus berlanjut sampai tulang menjadi patah dan penderitanya mengalami kesakitan dalam melakukan pergerakan anggota tubuhnya. Patah tulang ini umumnya akan terjadi pada tulang belakang, tulang panggul, dan pergelangan tangan.
Dalam keadaan normal, tulang kita senantiasa berada dalam keadaan seimbang antara proses pembentukan dan penghancuran. Fungsi penghancuran (resorpsi) yang dilaksanakan oleh osteoklas, dan fungsi pembentukan yang dijalankan oleh osteoblas senantiasa berpasangan dengan serasi.
Keseimbangan kalsium, antara yang masuk dan keluar, juga memainkan peranan penting. Bahkan faktor penentu utama untuk terjadinya osteoporosis adalah kadar kalsium yang tersisa pada tulang. Orang-orang yang sebelumnya memiliki densitas tulang yang tinggi (tulang yang padat), mungkin tidak akan sampai menderita osteoporosis. Kehilangan kalsium yang dialami tidak mencapai tingkat di mana terjadi osteoporosis.
Lebih kurang 99% dari keseluruhan kalsium tubuh kita berada di dalam tulang dan gigi, bila kadar kalsium darah turun di bawah normal, tubuh akan mengambilnya dari tulang untuk mengisinya lagi.
Seiring dengan bertambahnya usia, keseimbangang sistem mulai terganggu. Tulang kehilangan kalsium lebih cepat dibanding kemampuannya untuk mengisinya kembali. Alasan mengapa hal ini terjadi belum jelas. Secara umum dapat kita katakan bahwa osteoporosis terjadi saat fungsi penghancuran sel-sel tubuh lebih dominan dibanding fungsi pembentukan sel-sel tulang.
Kadar hormon tiroid dan paratiroid yang berlebihan dapat mengakibatkan hilangnya kalsium dalam jumlah yang lebih banyak. Obat-obat golongan steroid pun dapat mengakibatkan hilangnya kalsium dari tulang.

Pengobatan Osteoporosis
                Pencegahan adalah satu-satunya pengobatan utama. Bila tulang sudah mengalami osteoporosis, kita hanya bisa menjaganya agar tidak bertambah parah.
1.         Umum
·         Penuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh
·         Upayakan mencapai berat tubuh yang ideal
·         Hilangkan kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol dan kafein
·         Usahakan menghindari obat-obat yang yang dapat meningkatkan resiko osteoporosis
·         Rajin olahraga, yang bermanfaat untuk memelihara tulang. Otot yang kuat membuat tulang semakin kuat dan padat
·         Upayakan untuk mencegah terjadinya cedera (khususnya jatuh)
2.        Farmakoterapi
·         Pemberian suplemen kalsium, magnesium, dan vitamin D
·         Terapi pengganti hormon bila diperlukan
·         Obat-obat pengurang nyeri dan atau obat anti inflamasi non-steroid
·         Kalsitonin
·         Bifosfonat
3.        Fisioterapi
4.        Pembedahan
Salah satu cara terpenting untuk mencegah osteoporosis adalah konsumsi kalsium yang cukup. Berikut disajikan dosis kalsium yang diperlukan oleh tubuh menurut kelompok umur :
ü  Anak-anak, umur 1-10 tahun : 800mg kalsium/hari
ü  Remaja, umur 11-18 tahun : 1200mg kalsium/hari
ü  Remaja yang hamil : 1600mg kalsium/hari
ü  Wanita hamil, umur 19 tahun ke atas : 1200mg kalsium/hari
ü  Wanita menyusui : 1200 mg kalsium/hari
ü  Laki-laki dewasa, di bawah 65 tahun : 1000mg kalsium/hari
ü  Laki-laki dewasa, di atas 65 tahun : 1500mg kalsium/hari
ü  Perempuan dewasa, sebelum menopause : 1200mg kalsium/hari
ü  Perempuan dewasa, setelah menopause : 1500mg kalsium/hari
Vitamin D
                Salah satu fungsi vitamin D adalah membantu penyerapan kalsium dari usus. Sebagian penderita osteoporosis mempunyai kadar vitamin D yang rendah di tubuhnya sehingga absorbsi kalsium dari usus juga kurang. Vitamin D dibentuk di dalam tubuh dengan bantuan paparan sinar matahari atau didapatkan langsung dari makanan.
Dosis harian vitamin D adalah 400 IU. Dosis ini dapat ditingkatkan hingga 800 IU, terutama jika anda tidak cukup mendapat vitamin D dari makanan atau kurang terpapar sinar matahari. Tetapi ingat, jangan mengkonsumsi lebih dari angka ini, kecuali dokter anda menganjurkannya.


Oleh : dr. Freddy Wilmana, MFPM, SpFK



No comments:

Post a Comment