Thursday, November 6, 2014

NUTRISI UNTUK PASIEN KEMOTERAPI



NUTRISI UNTUK PASIEN KEMOTERAPI

Buletin Lab. Patologi Anatomi Welirang



Kemoterapi adalah pengobatan yang menggunakan obat kimiawi untuk mematikan/membunuh sel kanker.
Kemoterapi memiliki beberapa metode :
-          Obat yang diminum
-          Injeksi
-          Intravena (misal : melalui infus)
-          Secara topikal (dioles di permukaan kulit yang sakit
-          Secara implant (dimasukkan di bagian tubuh yang sakit)
Sekalipun pengobatan bisa efektif, kadangkala pasien mengalami efek samping yang tidak nyaman terutama pada sistem pencernaannya. Tujuan utama penutrisian pasien pada saat pengobatan kemoterapi adalah untuk mempertahankan jumlah cukup dari kalori dan protein.
Kalori diperlukan untuk memelihara berat badan. Protein digunakan untuk memperkuat dan mengoptimalkan sistem imun, tetap menjaga kekuatan dan menolong untuk mentoleransi pengobatan dengan baik. Diet nutrisi yang seimbang, dapat menolong mempertahankan nutrisi sebelum, saat, dan sesudah pengobatan kemoterapi. Multivitamin juga dibutuhkan untuk menghindari kekurangan beberapa jenis vitamin.
Penatalaksanaan Gejala
Diet untuk kemoterapi secara garis besar berdasar pada manajemen penatalaksanaan gejala. Kemo menghasilkan efek samping yang bervariasi yang dapat mempengaruhi baik nafsu makan maupun status nutrisi. Mual, muntah, diare, konstipasi, sariawan, perubahan pada indera perasa, dan mulut kering adalah beberapa contoh dari efek samping yang timbul. Pasien yang mengalami kemoterapi akan menghasilkan gejala yang bervariasi sehingga diet nutrisi yang dijalankan harus disesuaikan dengan gejala tersebut. Pasien harus menghindari makanan yang dapat memperburuk gejala.
Peningkatan Kalori
Kalori penting untuk mempertahankan berat badan pada saat kemoterapi. Kemo dapat menurunkan nafsu makan yang akhirnya bisa menurunkan berat badan. Saat nafsu  makan turun, sangat penting untuk memaksimalkan kalori yang masuk pada setiap kali makan. Pasien tidak akan suka untuk makan dalam porsi besar maupun beberapa kali makan. Keadaan ini harus dibantu dengan porsi makan yang dapat menambah ekstra kalori tanpa harus menambah volumenya.
Krim asam, whipped cream, cream cheese, butter dan margarin adalah tambahan yang mudah yang dapat menambah kalori dan rasa termasuk penambahan granola pada cookies, muffin, yoghurt, dan puding.

Metode lain adalah melalui cara memasak yang dapat menaikkan jumlah kalori seperti memanggang, menumis, serta menambahkan saus dan kuah. Penambahan saus dan kuah disamping dapat menambah jumlah kalori yang masuk juga mempermudah pasien yang memiliki gangguan mulut lainnya.

Peningkatan Protein
Protein penting untuk mempertahankan elastisitas dan kekuatan otot. Protein juga membantu kecepatan proses penyembuhan yang penting bagi pasien kemoterapi yang mengalami penurunan sistem imun. Produk-produk susu adalah cara paling mudah untuk menaikkan jumlah protein. Es krim, yoghurt,dan frozen yoghurt adalah pilihan sempurna yang mudah dikonsumsi dan dapat menambah jumlah protein. Penambahan susu dan keju pada saat penyiapan makanan yang akan dikonsumsi sangat membantu upaya penambahan protein
Telur adalah sumber protein yang sempurna, terutama bagian putih telur. Demikian pula kacang-kacangan dan biji-bijian. Protein dapat berbentuk bubuk, susu bubuk, bubuk putih telur adalah produk makanan yang menguntungkan yang dapat dicampurkan pada semua tipe makanan tanpa merubah tekstur maupun rasa makanan. Selain itu terdapat pula suplemen yang diminum berisi protein.

Vitamin
Vitamin adalah komponen penting pada setiap diet yang sehat. Vitamin, mineral, dan phytochemical yang terdapat pada komponen makanan yang berasal dari tumbuhan sangat penting bagi pasien kemoterapi. Sekalipun multivitamin juga sangat bermanfaat pada banyak kasus, yang terbaik adalah vitamin yang berasal dari sumber natural.
Pada saat akan menggunakan vitamin dan suplemen herbal adalah penting untuk mendiskusikan dengan dokter sebab beberapa suplemen bisa mengganggu dan memiliki efek samping pada treatment kemoterapi.

Makanan yang harus dihindari oleh pasien kemoterapi
1.      Sayuran mentah
Penuh dengan fiber, vitamin dan mineral namun memiliki resiko kontaminasi bakteri dan keracunan makanan mentah. Tubuh yang sehat lebih kuat untuk menahan resiko dari makanan mentah. Namun berbeda dengan tubuh yang mengalami pengurangan sel darah putih dan sistem imun yang menurun (pasien kemoterapi)
2.      Makanan pedas (terlalu sarat dengan bumbu)
Makanan pedas atau terlalu sarat dengan bumbu akan semakin memperburuk efek samping kemoterapi karena akan mengganggu lambung sehingga meningkatkan resiko diare, mual, dan luka-luka pada rongga mulut dan kerongkongan.
3.      Citrus (family jeruk)
Berbagai jenis jeruk akan semakin memperburuk luka pada rongga mulut dan kerongkongan serta bisa menyebabkan konstipasi pada beberapa kasus.
4.      Makanan yang digoreng
Karena kurangnya kalori pada pasien, seringkali keluarga memberikan makanan yang digoreng seperti fried chicken atau french fries, namun efeknya semakin membuat pasien kemo menjadi tidak nyaman karena meningkatkan mual, muntah, dan nafsu makan.

Makanan pada saat kemoterapi           
1.      Produk gandum ; 100% roti gandum, oats, cereal gandum, beras coklat (produk gandum menghasilkan glukose sebagai sumber energi tubuh).

2.      Buah dan sayuran ; berry, ceri, apel, pisang, tomat, bayam, dan brokoli adalah beberapa contoh buah dan sayuran yang dapat dikonsumsi pasien kemo.

Bentuk penyajian bisa berupa smoothies buah dan sayuran untuk mempermudah konsumsinya.


Sumber makanan yang baik pada saat kemoterapi

Makanan yang hambar
                Dengan adanya keluhan mual dan muntah maka perlu dihindari makanan yang mengandung banyak lemak, terlalu banyak bumbu, serta menimbulkan aroma yang kuat. Contoh makanan yang hambar/tawar ; roti tawar putih, crackers, dan cereal yang bisa dimakan kering. Untuk pasien yang mengkonsumsi sumber makanan dalam bentuk minuman atau konsumsi air putih, sebaiknya dilakukan 1 jam sebelum waktu makan atau diantara 2 waktu makan.
2.      Makanan dengan kadar lemak rendah
                Makanan dengan kadar lemak yang rendah lebih mudah dicerna daripada makanan dengan kadar lemak tinggi. Misalnya adalah yoghurt dan susu rendah lemak. Vitamin B dan kalsium bisa dikonsumsi untuk mengurangi diare. Apabila produk susu memperburuk/menambah terjadinya diare berarti harus dihindari.

3.      Tinggi fiber
                Contoh makanan dengan kadar fiber yang cukup tinggi adalah cereal, kacang-kacangan, buah-buahan.
4.      Rendah fiber
                Kentang tumbuk, daging ikan dan unggas tanpa kulit.
5.      Tinggi kalori
                Penambahan pada proses memasak dengan minyak sayur, butter, mentega kacang. Makanan dengan sumber protein merupakan sumber kalori dan nutrisi yang digunakan untuk menggantikan darah dan jaringan sel yang rusak pada saat kemoterapi.
6.      Produk-produk susu dan produk gandum
                Membantu menambah kekuatan pada otot dan tulang bersama-sama dengan protein, kalsium, dan potasium meningkatkan produksi sel darah merah. Selain itu juga membantu dalam proses penambahan berat badan. Produk sayuran dan buah menghasilkan vitamin C yang membantu mencegah terjadinya infeksi akibat turunnya sistem imun tubuh pada saat kemoterapi.
 

No comments:

Post a Comment