Thursday, May 5, 2016

Daun Saga Sebagai Rempah Herbal

Saga tumbuh liar di hutan, semak belukar, atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan dip agar sebagai tanaman obat. Tanaman Negara tropis dan subtropics ini tumbuh di daerah kering pada tempat – tempat yang sedikit terlindung. Biji saga disebut kacang patern oster, biasa dibuat manik – manik, kalung dan hiasan lainnyakarena bentuknya yang sangat menarik. Namun sangat beracun dan jika tertelan dapat mematikan. Daun saga banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional di berbagai Negara, diantaranya untuk mengobati epilepsy, batuk dan sariawan. Rasa biji pedas, pahit, bersifat netral, astringen, dan sangat beracun ( toksik ). Berkhasiat membunuh parasit, antiradang, peluruh keringat, peluruh dahak, perangsang muntah, dan melancarkan keluarnya nanah. Rasa akar, batang dan daun adalah manis dan sifatnya netral, berkhasiat membersihkan panas, antiradang, peluruh kencing ( diuretic ) dan antitoksik. Akar dapat berkhasiat untuk perangsang muntah ( emetikum ) dan daun dapat menyejukkan kulit dan selaput lender.
Bagianyang digunakan adalah akar, batang, daun, dan biji. Biji dikeringkan untuk pemakaian luar.
Biji menandung beberapa macam alkaloid, baru – baru ini juga dapat diisolasi5 isoflavonquinoses. Kandungan kimia dari akar, batang dan daun saga adalah glycyrrhisic acid. Abrine dalam biji saga merupakan albumin tumbuhan, senyawa ini sangat toksik, larut dalam natrium klorida dan dapat menghambat pertumbuhan ehrlich ascites tumor.
Sebagai obat tradisional saga dapat dipakai dengan cara sebagai berikut :
  • Daun, akar dan batang
    • Direbus untuk diminum
    • Ditumbuk sebagai pengompres bengkak
    • Dikunyah dan dikumur untuk sariwana
  • Biji
    • Ditumbuk untuk pemakaian luar

Manfaat dan khasiat saga :
Daun, batang dan akar digunakan untuk pengobatan : sakit tenggorokan, sariawan, radang amandel, batuk kering, bronchitis, hepatitis virus,kuning, kencing terasa panas dan panas dalam. Sedangkan biji digunakan untuk pemakaian luar yaitu scabies dan jamur.
Efek farmakologi saga :
  • Isoflavoquinones teridentifikasi dari akar saga dapat menghambat penggumpalan trombosit, peradangan dan alergi.
  • Secara in vitro, ekstrak air dari biji saga menghambat HIV-1 reverse transriptase
Perhatian :
Biji saga sangat toksik, jika tertelan dapat menyebabkan pendarahan, peradangan, kerusakan sel hati, ginjal, nyeri lambung, diare, koma, pecahnya dinding sel darah merah, syok dan meninggal.
Penelitian yang telah dilakukan terhadap khasiat dan manfaat daun saga :
  • Berdasarkan laporan penelitian dosen muda Universitas Muhammadiyah Surakarta, Setyo Nurwaini, S.Farm, tahun 2010 : hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan tablet hisap ekstrak etanol daun saga dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphyloccus aureus.
  • Penelitin Prajogo dkk dari litbang Depkes tahun 1993 telah melakukan uji aktivitas antimikroba daun saga (Abrus precatorius) yang dalam etnofarmakognosi digunakan sebagai obat batuk dan sariawan. Uji antimiktoba dilakukan dengan metode dilusi dalam media agar pada”96 multiwellplate”. Fraksi butanol dari ekstrak methanol-air yang telah dicuci dengan eter, tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap staphylococcus aureus, streptococcus pygenes, pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, namun menunjukkan aktivitas anti jamur yang potensian terhadap candida albicans dan aspergillus flavus.
Pustaka.
  • Dalimartha, setiawan. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indnesia Jilid 5. Jakarta:Pustaka Bunda
  • Prajogo, Bambang dkk. 1993. Aktivitas antimikroba daun Abrus precatorius. E- Journal Litbang Depkes2(2).
  • Nurwaini, Setyo. 2010. Formulasi Tables Hisap EkstrakDaun Saga (Abrus precatorius):Pengaruh Kadar Bahan Pengikat terhadap Sifat Fisik Tablet dan uji aktivitas antibakteri, Laporan Penelitian Dosen Muda. Universitas Muhammadiyaj Surakarta

CIRI-CIRI TANAMAN SAGA

BATANG
Ciri batang saga berukuran kecil dan merambat pada inang membelit-belit ke arah kiri
DAUN
Ciri daun saga daunnya majemuk, berbentuk bulat telur serta berukuran kecil-kecil, Daun Saga bersirip ganjil dan memiliki rasa agak manis.
BUNGA
Ciri bunga saga bunganya berwarna ungu muda dengan bentuk menyerupai kupu-kupu, dalam tandan bunga.
BUAH dan BIJI
Ciri buah saga mempunyai buah polong berisi biji-biji yang berwarna merah dengan titik hitam mengkilat dan licin
buah dan biji saga

bunga saga

tanaman rambat saga 
DESKRIPSI TANAMAN SAGA
Saga termasuk jenis tumbuhan perdu, Biji Saga mengandung zat racun yang disebut abrin, sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk pembibitan. Sedang bunganya berwarna ungu muda dengan bentuk menyerupai kupu-kupu, dalam dukungan tandan bunga.
Daun saga yang berasa manis berkhasiat atasi sariawan. Namun, awas, jangan sampai bijinya yang beracun tertelan karena bisa menyebabkan kematian.
Dahulu biji saga dipakai sebagai penimbang emas karena beratnya yang selalu konstan. Daunnya dapat dimakan dan mengandung alkaloid yang berkhasiat bagi penyembuhan reumatik.
Tumbuhan ini banyak tumbuh secara liar di hutan-hutan, ladang-ladang atau sengaja dipelihara di pekarangan. Tumbuh dengan baik pada daerah dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.
Saga pohon (Adenanthera pavonina) adalah pohon yang buahnya menyerupai petai (tipe polong) dengan bijinya kecil berwarna merah. Tumbuhan ini berasal dari Asia Selatan namun sekarang telah tersebar pantropis.

B. KOMPOSISI/KANDUNGAN ZAT TANAMAN SAGA

Berikut ini adalah kandungan kimia dari tanaman saga
Daun maupun akar mengandung protein, vitamin A,B1, B6, C, kalsium oksalat, glisirizin, flisirizinat, polygalacturomic acid dan pentosan.
Daun, batang dan biji : saponin dan flavonoid.
Batang : polifenol.
Biji : tannin.
Akar : alkaloid, saponin dan polifenol.

C. KHASIAT DAN MANFAAT TANAMAN SAGA

Banyak khasiat lain bisa diperoleh dari tumbuhan itu, antara lain berkhasiat sebagai pereda batuk pada bayi. Daun saga juga dapat membuat bayi tidur lebih nyenyak dan tidak rewel.
Khasiat daun saga untuk batuk adalah sebagai obat herbal untuk mengatasi batuk kering, Tanaman itu juga mempunyai efektivitas ekspektoran yang memacu sekresi mukrosa dari trakea, Kandungan senyawanya mampu mengeluarkan dahak dan melegakan tenggorokan gatal.
Daun saga mempunyai kandungan glycyrrhicic acid yang memiliki sifat menyejukkan kulit dan selaput lendir pada tenggorokan.
RAMUAN-RAMUAN OBAT MENGGUNAKAN SAGA
  1. Saga untuk mengobati Amandel
    Bahan: akar saga secukupnya, 1 potong kayu manis dan gula batu secukupnya.
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal separuhnya. Disaring dan diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore.
  2. Saga untuk mengobati Radang Mata
    Bahan: 1 genggam daun saga.
    Cara membuat: daun saga digiling halus, kemudian direbus dengan 2 gelas air untuk diambil uapnya. Uap air daun saga tersebut dipakai untuk obat tetes mata.
  3. Saga untuk mengobati Sariawan
    Bahan: daun saga secukupnya.
    Cara Membuat: daun saga yang masih baru dipetik dijemur beberapa menit agar agak layu. Kemudian daun diikunyah-kunyah sampai halus sambil untuk kumur, namun jangan sampai ditelan
  4. Saga sebagai Penyehat rambut
    Daun dan biji saga yang dibuat pasta bisa digunakan untuk menyehatkan rambut. Caranya dengan mengoleskan pasta itu ke kepala, biarkan satu jam, kemudian keramas.
  5. Saga untuk mengobati Radang tenggorokan
    Ambil 4 gram daun saga kering atau 7 gram daun segar, cuci bersih, rebus dengan tiga gelas air hingga mendidih. Setelah agak dingin, saring, lalu minum airnya. Tambahkan air jeruk nipis atau madu jika suka.
  6. Saga untuk Jantung
    Gunakan 8 gram daun saga manis dan 10 gram daun sembung. Tambahkan 5 gram kencur, lalu rebus dengan 400 ml air. Kemudian minum air rebusan itu.
  7. Saga untuk Hipertensi
    Ambil beberapa genggam daun saga, daun kaki kuda, daun selamagi, buah waluh putih, dan daun kejibeling. Rebus dengan empat gelas air hingga tersisa dua gelas. Setelah itu saring dan minum. Ulangi hingga sembuh.
  8. Saga untuk mengobati Panas Dalam
    Caranya ambil daun saga kira-kira 15 tangkai daun saga kemudian cuci daun saga hingga bersih selanjutnya rebuslah daun saga dengan menggunakan air 2 gelas hingga mendidih sisakan air rebusan daun saga ½ gelas dinginkan dan saring minumlah rebusan daun saga satu kali sehari.
  9. Saga untuk mengobati Obat Batuk Kering
    Caranya ambil daun saga secukupnya cuci hingga bersih tambahkan daun asam,kayu manis selanjutnya rebus daun saga dengan 2 gelas air hingga mendidih sisakan ½ gelas kemudian dinginkan dan saring rebusan daun saga minumlah sehari 2 kali dengan komposisi ½ gelas.
  10. Saga untuk mengobati Bronkitis
    Caranya ambil daun saga kira-kira 15 lembar yang masih segar atau baru saja metik dari pohonnya cuci hingga bersih selanjutnya daun saga yang sudah di persiapkan rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih sisakan 1 gelas setelah dingin kemudian anda saring dan minumlah satu hari satu kali.
http://www.tanobat.com/

No comments:

Post a Comment