Friday, August 24, 2018

AVITAMINOSIS


              Apabila makanan yang dimakan kurang zat gizinya, hal itu dapat mengakibatkan kekurangan vitamin. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit yang disebut dengan istilah AVITAMINOSIS. Ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin dalam tubuh manusia.

Avitaminosis A
            Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A dalam tubuh. Vitamin A baik untuk mata, metabolisme protein, dan proses pertumbuhan tubuh. Sumber vitamin A adalah diantaranya telur, minyak ikan, hati, sayur mayur, buah-buahan segar. Bila tubuh kurang mengkonsumsi vitamin A akibatnya dapat berpengaruh pada mata. Penglihatan jadi berkurang. Kadang-kadang penderita menabrak benda-benda yang ada di depannya jika berjalan di dalam cahaya yang samar-samar. Keadaan ini disebut juga rabun senja.
            Pada tingkat lanjut selaput lendir mata atau Conjutiva tampak mengering. Di bagian kiri dan kanan biji mata terlihat noda putih mengkilat seperti sisik ikan. Kulit juga tampak mengering. Keadaan ini disebut juga XEROPHTALMIA. Pada taraf ini penyakit masih bisa disembuhkan.
Tapi bila penyakit ini tidak diobati, keadaan dapat menjadi lebih parah. Kornea mata luka, keruh, dan lunak yang kemudian akan menembus keluar. Keadaan ini disebut KERATOMALASIA. Kelainan ini juga merupakan salah satu sebab utama dari kebutaan.
Selain berpengaruh pada mata, kekurangan vitamin dapat menyebabkan perubahan pada jaringan pelapis (epithel). Epithel selaput lendir dari saluran pernapasan, saluran air kencing, dan saluran pencernaan mengalami perubahan. Apabila sudah terjadi penyakit kekurangan vitamin A, pengobatan harus dilakukan oleh seorang dokter. Pengobatan dilakukan dengan memberikan tambahan vitamin A dosis tinggi dan memperbaiki menu makanan.
google image

Avitaminosis B
            Kekurangan vitamin B1 atau thiamin dalam jumlah sedikit dapat menyebabkan gangguan pada metabolisme karbohidrat sehingga pencernaan anak agak terganggu. Penderita sukar buang air besar, kurang nafsu makan, dan merasa cepat lelah. Kekurangan yang berat dapat mengakibatkan penyakit    beri-beri. Biasanya tungkai kaki merasa cepat lelah jika harus berjalan jauh, timbul rasa kesemutan pada kaki dan tangan, wajah pucat, dan sesak napas. Tungkai bawah membengkak dan bila ditekan akan meninggalkan lekukan. Kadang-kadang timbul pula kelainan pada jantung. Jantung membesar, berdetak lebih cepat, napas sesak.
            Selain anak-anak dan orang dewasa, bayi pun dapat terkena penyakit beri-beri. Hal ini disebabkan ibu yang menyusui bayinya tidak cukup mendapat thiamin dalam makanan sehari-hari sehingga kadar thiamin dalam air susu ibu sangat rendah dan kebutuhan bayi tidak terpenuhi. Pada bayi gejala ini dapat datang tiba-tiba dengan tanda-tanda wajah pucat, agak kebiruan, napas cepat, suara tangisnya lemah dan kecil, serta kadang-kadang disertai kejang. Untuk pencegahannya sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter bila bayi menunjukkan gejala tersebut di atas. Di samping itu perbanyaklah makan kacang-kacangan, daging, telur, susu, dan sayuran hijau setiap hari dalam jumlah cukup.
google image

Avitaminosis C
            Vitamin C dalam tubuh berguna untuk pembentukan jaringan tubuh terutama jaringan penghubung, tulang, dan gigi, pembentukan butir-butir darah merah, untuk berbagai reaksi kimia dalam tubuh serta menjaga daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi. Gejala kekurangan vitamin C dapat membuat kurang nafsu makan, berat badan berkurang, dan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi berkurang. Gejala selanjutnya adalah timbul pendarahan pada gusi. Gusi bengkak berwarna merah biru dan ini terlihat di belakang gigi sebelah bawah. Bila keadaan ini dibiarkan saja, akan timbul pendarahan “subperiostal” (antara tulang dan selaput tulang), sehingga penderita merasa sakit bila kakinya dipegang. Kaki menjadi bengkak dan sukar digerakkan.
            Pengobatan dilakukan dengan memberikan vitamin C dalam jumlah cukup (100 – 200 mg) selama beberapa waktu. Selain pemberian vitamin C, banyak makan buah dan sayuran juga ikut membantu penyembuhan. Bagi ibu-ibu dianjurkan agar jangan membiasakan anak minum susu kaleng yang disterilkan, karena sebagian kadar vitamin C nya sudah hilang. Juga bila memasak sayuran, jangan terlalu lama karena kadar vitamin C bisa hilang.
google image

Avitaminosis D
            Vitamin D diperlukan dalam penyerapan dan metabolisme zat kapur dan zat phospor, serta pembentukan tulang dan gigi. Sinar matahari ultra violet dapat mengubah cholesterol dalam kulit menjadi vitamin D. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan penyakit Rachitis, yaitu kelainan pada pertumbuhan tulang. Gejala penyakit ini tergantung pada masa penderita mengalami kekurangan vitamin D. Umumnya penyakit ini ditandai dengan pembentukan tulang yang tidak sempurna. Pada bayi di bawah usia 6 bulan, tulang tengkorak terasa lunak, terutama tulang belakang kepala. Gejala ini disebut craniotabes. Pada bayi usia 6 – 12 bulan penyakit ini tampak nyata pada tulang dada. Tulang dada dapat menonjol ke depan sehingga dada tampak seperti tertarik ke dalam. Begitu pula tulang belakang seperti akan jatuh karena ruas tulangnya sangat lunak, sehingga tulang belakang melengkung ke belakang atau ke sisi. Keadaan ini biasanya baru timbul bila anak mulai belajar duduk.
            Pada bayi usia satu tahun terlihat pertumbuhan gigi yang terlambat, bayi terlambat belajar duduk atau berjalan karena otot-ototnya lunak. Tengkorak kepala dan tulang ubun-ubun menonjol ke depan, dan keringat banyak keluar. Bila bayi sudah berusia di atas satu tahun kelainan ini akan tampak pada kedua anggota pergelangan tangan, dan mata kakinya acapkali bengkok. Kekurangan vitamin D untungnya jarang dijumpai di Indonesia, karena cukup banyak sinar matahari menyinari anak-anak. Namun demikian di beberapa daerah yang mempunyai kebiasaan menghindarkan anak-anak dari sinar matahari banyak dijumpai penyakit Rachitis. Pengobatan dilakukan dengan menjemur anak dalam sinar matahari dan makan makanan yang banyak mengandung vitamin D.
google image

Avitaminosis E
            Meskipun belum ada bukti kuat, namun vitamin E sering dianggap berpengaruh untuk melawan kemandulan dan mencegah keguguran. Vitamin ini terdapat hampir pada semua bahan makanan. Penelitian pada binatang yang makanannya kurang mendapat vitamin E menunjukkan kemandulan. Hewan betina yang kekurangan vitamin ini sel telurnya akan mengalami degenerasi, sedangkan pada hewan jantan mengakibatkan penghambatan dalam pembentukan sel sperma.

Lebih baik makan buah atau sayuran daripada vitamin buatan
            Telah dikatakan bahwa vitamin sangatlah penting untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh. Namun ini tidak berarti kita boleh menelan vitamin sebanyak-banyaknya. Kebanyakan makan vitamin dapat mengakibatkan keracunan. Umumnya vitamin B dan C yang larut dalam air dianggap tidak beracun. Meskipun begitu beberapa laporan menunjukkan bahwa bisa timbul akibat buruk karena dosis yang tinggi. Misalnya kelebihan vitamin C bisa menyebabkan mencret dan dalam keadaan tertentu dapat menunjang pembentukan batu ginjal. Pemakaian dosis yang berlebih dalam waktu lebih dari beberapa minggu atau bulan dapat menyebabkan tertimbunnya vitamin ini sampai tingkat yang sifatnya beracun. Untuk mencegah timbulnya keracunan akibat kebanyakan vitamin sebaiknya makanlah sayuran atau buah dalam jumlah yang cukup. Bila kebutuhan vitamin sudah tercukupi melalui makanan alami, tidak perlu lagi menambah vitamin buatan. Penambahan vitamin buatan sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter.
Oleh :  Sutriono          


No comments:

Post a Comment