PENDAMPINGAN PASIEN KEMOTERAPI
Disadur dari
: http://Livestrong.com
Proses
Pendampingan:
Proses pengobatan kemoterapi adalah
hal yang paling sulit dilalui pada pasien kanker terutama apabila recovery
(penyembuhan) berlangsung lambat. Sebab pasien akan berhadapan dengan
ketidakpastian dalam kelangsungan hidupnya. Perlunya pendamping sebagai teman
yang dapat membantu dalam menjalani proses kemoterapi dan membuat harapan hidup
menjadi lebih lama.
Langkah 1 :
Sebagai pendamping perlu menahan
diri untuk tidak terlalu `mencampuri` apa yang dilakukan pasien (tidak terlalu
berdekatan pada saat menjalani kemo), memberikan `ruang` bagi pasien untuk
merenung dengan proses pemikirannya sendiri, namun memastikan bahwa kita selalu
ada di sana dan siap apabila sewaktu-waktu pasien membutuhkan.
Langkah 2 :
Merencanakan jadwal harian dengan
flexible yang berguna apabila sewaktu-waktu pasien membutuhkan.
Langkah 3 :
Merencanakan masa depan
bersama/cita-cita melakukan sesuatu bersama di masa depan. Hal ini sangat
membantu pasien, karena akan memiliki harapan dan semangat hidup dalam
menjalani pengobatan.
Langkah 4 :
Membantu pasien dalam
pekerjaan-pekerjaan domestik (berbelanja, mengantar jemput anak, dsb.)
Langkah 5 :
Bersedia menemani pada saat
kemoterapi. Mulai mengantar, menjemput, serta mendampingi pada saat di dalam
ruangan kemoterapi.
Langkah 6 :
Melakukan olah raga ringan bersama,
misalnya berjalan-jalan, yoga, maupun kegiatan ibadah bersama.
EFEK
EMOSIONAL PADA PASIEN DENGAN KEMOTERAPI
Efek emosional pada kemoterapi
berhubungan dengan proses pengobatan yang dijalani dan faktor eksternal,
misalnya keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Tingkat stress yang dialami
pasien tergantung pada dukungan dari faktor eksternal, tingkat harapan
kesembuhan, dan metode yang digunakan oleh Rumah Sakit dengan kombinasi antara
pengobatan kemoterapi dan konseling psikososial.
Pengobatan kemoterapi dan emosi
pasien saling berhubungan sebab berkaitan dengan harapan kelangsungan hidup
dari pasien. Pilihan untuk menjalani pengobatan kemoterapi tidak berakhir
dengan hanya 1 dosis pengobatan saja. Dan biasanya pasien sering mengalami
emosi yang berat terutama bila proses penyembuhan berjalan lambat. Efek samping
lainnya seperti Insomnia, mudah marah, berat badan turun, rambut rontok, dan
menurunnya kualitas kehidupan seksual bisa membuat pasien frustasi.
Akibat kemo lainnya adalah penurunan
kemampuan kognitif (kecerdasan/kemampuan berpikir) dari penderita. American
Cancer Society menyarankan perlunya kombinasi antara pengobatan kemoterapi
dengan terapi psikosial (psikiater, psycho terapist, pekerja sosial, sex
teraphist).
Efek emosional antara lain :
pemarah, ketakutan, depresi, mengisolasi diri, dan gelisah berlebihan. Solusi :
adanya psycho education melalui melalui konseling psikologis, support session
(suatu sesi yang dibuat bersama-sama dengan pasien lain/pasien yang sudah
beberapa kali menjalani kemo/pasien yang sudah selesai kemo/sudah sembuh),
serta kegiatan yang lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.





No comments:
Post a Comment