Wednesday, March 11, 2015

PENDAMPINGAN PASIEN KEMOTERAPI



PENDAMPINGAN PASIEN KEMOTERAPI
Disadur dari : http://Livestrong.com

Proses Pendampingan:
            Proses pengobatan kemoterapi adalah hal yang paling sulit dilalui pada pasien kanker terutama apabila recovery (penyembuhan) berlangsung lambat. Sebab pasien akan berhadapan dengan ketidakpastian dalam kelangsungan hidupnya. Perlunya pendamping sebagai teman yang dapat membantu dalam menjalani proses kemoterapi dan membuat harapan hidup menjadi lebih lama.

Langkah 1 :
            Sebagai pendamping perlu menahan diri untuk tidak terlalu `mencampuri` apa yang dilakukan pasien (tidak terlalu berdekatan pada saat menjalani kemo), memberikan `ruang` bagi pasien untuk merenung dengan proses pemikirannya sendiri, namun memastikan bahwa kita selalu ada di sana dan siap apabila sewaktu-waktu pasien membutuhkan.

 Langkah 2 :
            Merencanakan jadwal harian dengan flexible yang berguna apabila sewaktu-waktu pasien membutuhkan.

Langkah 3 :
            Merencanakan masa depan bersama/cita-cita melakukan sesuatu bersama di masa depan. Hal ini sangat membantu pasien, karena akan memiliki harapan dan semangat hidup dalam menjalani pengobatan.

Langkah 4 :
            Membantu pasien dalam pekerjaan-pekerjaan domestik (berbelanja, mengantar jemput anak, dsb.)

Langkah 5 :
            Bersedia menemani pada saat kemoterapi. Mulai mengantar, menjemput, serta mendampingi pada saat di dalam ruangan kemoterapi.

Langkah 6 :
            Melakukan olah raga ringan bersama, misalnya berjalan-jalan, yoga, maupun kegiatan ibadah bersama.

EFEK EMOSIONAL PADA PASIEN DENGAN KEMOTERAPI
            Efek emosional pada kemoterapi berhubungan dengan proses pengobatan yang dijalani dan faktor eksternal, misalnya keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Tingkat stress yang dialami pasien tergantung pada dukungan dari faktor eksternal, tingkat harapan kesembuhan, dan metode yang digunakan oleh Rumah Sakit dengan kombinasi antara pengobatan kemoterapi dan konseling psikososial.

            Pengobatan kemoterapi dan emosi pasien saling berhubungan sebab berkaitan dengan harapan kelangsungan hidup dari pasien. Pilihan untuk menjalani pengobatan kemoterapi tidak berakhir dengan hanya 1 dosis pengobatan saja. Dan biasanya pasien sering mengalami emosi yang berat terutama bila proses penyembuhan berjalan lambat. Efek samping lainnya seperti Insomnia, mudah marah, berat badan turun, rambut rontok, dan menurunnya kualitas kehidupan seksual bisa membuat pasien frustasi.

            Akibat kemo lainnya adalah penurunan kemampuan kognitif (kecerdasan/kemampuan berpikir) dari penderita. American Cancer Society menyarankan perlunya kombinasi antara pengobatan kemoterapi dengan terapi psikosial (psikiater, psycho terapist, pekerja sosial, sex teraphist).

            Efek emosional antara lain : pemarah, ketakutan, depresi, mengisolasi diri, dan gelisah berlebihan. Solusi : adanya psycho education melalui melalui konseling psikologis, support session (suatu sesi yang dibuat bersama-sama dengan pasien lain/pasien yang sudah beberapa kali menjalani kemo/pasien yang sudah selesai kemo/sudah sembuh), serta kegiatan yang lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

No comments:

Post a Comment