Thursday, July 9, 2015

PENYEBAB URIN KELUAR TANPA DISADARI PADA USIA LANJUT

Inkontinensia urin dan alvi merupakan salah satu keluhan utama pada penderita lanjut usia. Inkontinensia adalah pengeluaran urin atau feses tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga mengakibatkan masalah gangguan kesehatan. Variasi dari inkontinensia urin meliputi keluar hanya beberapa tetes urin saja sampai benar – benar banyak bahkan terkadang juga disertai inkontinensia alvi. Karena kedua hal ini hanya merupakan gejala, maka penyebabnya perlu dicari dan segera ditangani.
Inkontinensia Urin
            Pasien yang menderita inkontinensia urin cenderung tidak melaporkan gejala yang dideritanya. Mungkin karena malu atau menganggap tidak ada yang dapat diperbuat untuk menolong dirinya. Inkontinensia urin memang banyak diderita oleh golongan lanjut usia. Terutama lebih banyak dialami oleh wanita dibanding pria.
            Menjadi lanjut usia tidak menyebabkan inkontinensia tetapi beberapa perubahan berkaitan dengan proses lanjut usia dan keadaan patologik yang sering terjadi pada lanjut usia dapat mendukung terjadinya inkontinensia.
            Inkontinensia urin mempunyai kemungkinan yang besar untuk disembuhkan terutama pada penderita dengan mobilitas dan status mental yang cukup baik. Bahkan bila tidak dapat diobati dengan sempurna, inkontinensia selalu dapat diupayakan lebih baik sehingga kualitas hidup penderita dapat ditingkatkan dan meringankan beban yang ditanggung oleh mereka yang merawatnya.
            Pengelolaan inkontinensia urin dimulai antara lain dengan membedakan apakah secara garis besar penyebabnya dari segi urologi atau masalah neurologi. Kemudian penting untuk diketahui apakah inkontinensia terjadi secara akut atau kronik. Inkontinensia akut biasanya reversibel, berhubungan dengan penyakit akut yang sedang diderita, dan akan sembuh bila penyakit akut sudah disembuhkan. Sedangkan untuk inkontinensia kronik persisten, pengobatan yang optimal tergantung dari tipe inkontinensia yang diderita.

Pembagian Inkontinensia Persisten adalah :
1.      Tipe stress
Urin keluar di luar pengaturan berkemih biasanya dalam jumlah sedikit akibat peningkatan tekanan dalam rongga perut. Banyak terjadi saat bersin, tertawa, atau olah raga. Juga terjadi pada keadaan tertentu seperti obesitas dan bronkhitis kronik. Inkontinensia jenis ini jarang terjadi pada pria.
2.      Tipe urgensi
Urin keluar di luar pengaturan berkemih yang normal. Biasanya dalam jumlah banyak karena ketidakmampuan menunda berkemih.
3.      Tipe luapan
Tipe ini ditandai dengan kebocoran atau keluarnya urin. Biasanya dalam jumlah sedikit karena desakan mekanik akibat kandung kemih sudah sangat tegang.
4.      Tipe fungsional
Tipe fungsional ditandai dengan keluarnya urin secara dini akibat ketidakmampuan mencapai tempat berkemih karena gangguan fisik atau kognitif maupun gangguan lingkungan lainnya.
           
Secara umum, inkontinensia urin pada usia lanjut ditangani dengan cara program rehabilitasi berupa latihan respon kandung kemih, latihan perilaku berkemih, latihan otot dasar panggul, dan modifikasi tempat berkemih, kateterisasi (berkala atau menetap), obat – obatan, dan pembedahan.

Inkontinesia Alvi
            Inkontinensia alvi lebih jarang ditemukan dibandingkan inkontinensia urin. Perubahan – perubahan akibat proses menua dapat mencetuskan terjadinya inkontinensia tetapi inkontinensia alvi bukan merupakan sesuatu yang normal pada lanjut usia. Secara klinis, inkontinensia alvi dapat tampat sebagai feses yang cair atau belum berbentuk, dan feses keluar yang sudah berbentuk, sekali atau dua kali sehari di pakaian atau tempat tidur.
            Perbedaan penampilan klinis ini dapat menunjukkan penyebab yang berbeda – beda, antara lain inkontinensia alvi akibat konstipasi (sulit buang air besar), simtomatik (berkaitan dengan penyakit usus besar), akibat gangguan saraf pada proses defekasi (neurogenik), akibat hilangnya refleks pada anus.

            Dengan diagnosis dan pengobatan yang sesuai (tindakan suportif, obat – obatan, dan bila perlu pembedahan), inkontinensia alvi pada usia lanjut hampir seluruhnya dapat dicegah dan diobati.

Media Kesehatan Malangraya

No comments:

Post a Comment