Friday, September 18, 2020

Kalsium dan Osteoporosis

Kalsium sebagai mineral di tubuh

          Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Kira-kira 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat dalam darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi saraf terganggu, dan sebagainya.

          Untuk memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Apabila makanan yang dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).

Faktor – faktor yang meningkatkan absorpsi kalsium

                Beberapa faktor yang dapat meningkatkan absorpsi kalsium adalah :

1. Peningkatan kebutuhan terjadi pada pertumbuhan, masa kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium

2. Vitamin D merangsang absorpsi kalsium melalui mekanisme kompleks

3. Asam Klorida yang dikeluarkan oleh lambung membantu absorpsi kalsium dengan cara menurunkan derajat keasaman di bagian atas usus halus

4.  Lemak meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna, dengan demikian memberikan waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsium

Faktor – faktor yang menghambat absorpsi kalsium

1.  Kekurangan vitamin D bentuk aktif

2. Makanan yang mengandung asam oksalat seperti bayam dan sayuran lain

3. Makanan yang tinggi serat karena mempercepat waktu transit makanan di dalam saluran cerna

pic from Google

Yang mengatur kadar kalsium dalam darah adalah hormon paratiroid, tirokalsitonin dari kelenjar tiroid dan vitamin D. Hormon paratiroid dan vitamin D meningkatkan kalsium darah dengan cara sebagai berikut :

1.  Vitamin D merangsang absorpsi kalsium oleh saluran cerna

2. Vitamin D dan hormon paratiroid merangsang pelepasan kalsium dari tulang ke dalam darah

3. Vitamin D dan hormon paratiroid menunjang reabsorpsi kalsium di dalam ginjal

Sumber Kalsium

·         Sayuran hijau (bayam, brokoli, sawi)

·         Ikan teri kering

·         Udang kering

·         Tahu

·         Kacang – kacangan

·         Salmon, sarden

·         Susu dan hasil olahannya

pic from Google
Fungsi Kalsium

·       Membentuk serta mempertahankan tulang dan gigi yang kuat

·         Mencegah osteoporosis

·         Membantu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka

·         Menghantarkan signal ke dalam sel – sel saraf

·         Mengatur kontraksi otot

·         Membantu transport ion melalui membran

·     Sebagai komponen penting dalam produksi hormon dan enzim yang mengatur proses pencernaan, energi, dan metabolisme lemak

Gejala Kekurangan Kalsium

·         Gangguan pertumbuhan

·         Tulang kurang kuat, mudah bengkok, dan rapuh

·         Kekejangan otot

Gejala Kelebihan Kalsium

·   Kelebihan kalsium terjadi apabila mengkonsumsi kalsium sebesar 2500mg/hari. Kelebihan kalsium dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal atau gangguan ginjal, konstipasi (susah buang air besar)

 

PATOFISIOLOGI OSTEOPOROSIS

      Menurut definisi, osteoporosis adalah penyakit langka yang dicirikan oleh rendahnya massa tulang, dan kemunduran struktural jaringan tulang, yang menyebabkan kerapuhan tulang. Bila tidak dicegah atau bila tidak ditangani, proses pengeroposan akan terus berlanjut sampai tulang menjadi patah dan penderitanya mengalami kesakitan dalam melakukan pergerakan anggota tubuhnya. Patah tulang ini umumnya akan terjadi pada tulang belakang, tulang panggul, dan pergelangan tangan.

   Dalam keadaan normal, tulang kita senantiasa berada dalam keadaan seimbang antara proses pembentukan dan penghancuran. Fungsi penghancuran (resorpsi) yang dilaksanakan oleh osteoklas, dan fungsi pembentukan yang dijalankan oleh osteoblas senantiasa berpasangan dengan serasi.

     Keseimbangan kalsium, antara yang masuk dan keluar, juga memainkan peranan penting. Bahkan faktor penentu utama untuk terjadinya osteoporosis adalah kadar kalsium yang tersisa pada tulang.             Orang – orang yang sebelumnya memiliki densitas tulang yang tinggi (tulang yang padat), mungkin tidak akan sampai menderita osteoporosis. Kehilangan kalsium yang dialami tidak mencapai tingkat di mana terjadi osteoporosis.

     Lebih kurang 99% dari keseluruhan kalsium tubuh kita berada di dalam tulang dan gigi. Bila kadar kalsium darah turun di bawah normal, tubuh mengambilnya dari tulang untuk mengisinya lagi.

    Seiring dengan bertambahnya usia, keseimbangan sistem mulai terganggu. Tulang kehilangan kalsium lebih cepat dibanding kemampuannya untuk mengisinya kembali. Alasan mengapa hal ini terjadi belum jelas. Secara umum dapat dikatakan bahwa osteoporosis terjadi saat fungsi penghancuran sel-sel tulang lebih dominan dibanding fungsi pembentukan sel-sel tulang.

      Kadar hormon tiroid dan paratiroid yang berlebihan dapat mengakibatkan hilangnya kalsium dalam jumlah yang lebih banyak. Obat-obat golongan steroid pun dapat mengakibatkan hilangnya kalsium dari tulang.

Pengobatan Osteoporosis

                Pencegahan adalah satu-satunya pengobatan utama. Bila tulang sudah mengalami osteoporosis, kita hanya bisa menjaganya agar tidak bertambah parah.

1.       Umum

·         Penuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh

·         Upayakan mencapai berat tubuh yang ideal

·         Hilangkan kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol dan kafein

·    Usahakan menghindari obat-obat yang dapat meningkatkan resiko osteoporosis

·      Rajin olahraga, manfaat : memelihara tulang. Otot yang kuat membuat tulang semakin kuat dan padat

·         Upayakan untuk mencegah terjadinya cedera (khususnya jatuh)

pic from Google


2.       Farmakoterapi

·         Pemberian suplemen kalsium, magnesium, dan vitamin D

·         Terapi pengganti hormon bila diperlukan

·         Obat-obat pengurang nyeri dan atau obat anti inflamasi non-steroid

·         Kalsitonin

·         Bifosfonat

3.       Fisioterapi

4.       Pembedahan

pic from Google

Salah satu cara terpenting untuk mencegah osteoporosis adalah konsumsi kalsium yang cukup. Berikut disajikan dosis kalsium yang diperlukan oleh tubuh menurut kelompok umur :

·         Anak-anak, umur 1 – 10 tahun : 800 mg kalsium/hari

·         Remaja, umur 11 – 18 tahun : 1.200 mg kalsium/hari

·         Remaja yang hamil : 1.600 mg kalsium/hari

·         Wanita hamil, umur 19 tahun ke atas : 1.200 mg kalsium/hari

·         Wanita menyusui : 1.200 mg kalsium/hari

·         Laki-laki dewasa, di bawah 65 tahun : 1.000 mg kalsium/hari

·         Laki-laki dewasa, di atas 65 tahun : 1.500 mg kalsium/hari

·         Perempuan dewasa, sebelum menopouse : 1.200 mg kalsium/hari

·         Perempuan dewasa, setelah menopouse : 1.500 mg kalsium/hari

Salah satu cara terpenting untuk mencegah osteoporosis adalah konsumsi kalsium yang cukup. Berikut disajikan dosis kalsium yang diperlukan oleh tubuh menurut kelompok umur :

·         Anak-anak, umur 1 – 10 tahun : 800 mg kalsium/hari

·         Remaja, umur 11 – 18 tahun : 1.200 mg kalsium/hari

·         Remaja yang hamil : 1.600 mg kalsium/hari

·         Wanita hamil, umur 19 tahun ke atas : 1.200 mg kalsium/hari

·         Wanita menyusui : 1.200 mg kalsium/hari

·         Laki-laki dewasa, di bawah 65 tahun : 1.000 mg kalsium/hari

·         Laki-laki dewasa, di atas 65 tahun : 1.500 mg kalsium/hari

·         Perempuan dewasa, sebelum menopouse : 1.200 mg kalsium/hari

·         Perempuan dewasa, setelah menopouse : 1.500 mg kalsium/hari

Vitamin D

            Salah satu fungsi vitamin D adalah membantu penyerapan kalsium dari usus. Sebagian penderita osteoporosis mempunyai kadar vitamin D yang rendah di tubuhnya sehingga absorpsi kalsium dari usus juga kurang. Vitamin D dibentuk di dalam tubuh dengan bantuan paparan sinar matahari atau didapatkan langsung dari makanan.

           Dosis harian vitamin D adalah 400 IU. Dosis ini dapat ditingkatkan hingga 800 IU, terutama jika anda tidak cukup mendapat vitamin D dari makanan atau kurang terpapar sinar matahari. Tapi ingat jangan mengkonsumsi lebih dari angka ini, kecuali dokter anda menganjurkannya.

Oleh : dr. Freddy Wilmana, MFPM, SpFK

 

 

 


No comments:

Post a Comment