Sunday, November 1, 2020

Mengenal dan Mencegah Stroke

 Stroke.. Apa dan bagaimana

Stroke adalah keadaan secara tiba-tiba di mana sel-sel otak mengalami kerusakan karena tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang cukup. Oksigen dan nutrisi adalah “bahan bakar” kerja otak, sehingga penghambatan aliran ke otak selama 3 – 4 menit saja, sel-sel otak mulai mengalami kerusakan, dan fatal. Stroke acap kali datang secara mendadak meskipun bukan tanpa gejala. Namun kurangnya pengetahuan terhadap penyebab dan gejala yang menyertainya telah menyebabkan stroke dijuluki sebagai the shocking killer.

Sebagai gambaran hasil klinis dar Dr. Jeffrey L. Saver dari University of California, USA, saat seseorang terkena stroke 1,9 juta sel syaraf otak mati setiap menitnya. Akibatnya 14 miliar syaraf penghubung dan 7,5 miliar serat syaraf hilang. Untuk itu sangat perlu diketahui penanganan yang harus dilakukan segera untuk menghindari semakin parahnya kondisi pasca stroke.

 Ada 2 macam stroke

·    Ischemic stroke, yaitu stroke yang disebabkan terhambatnya aliran darah ke otak. Yang dikarenakan sumbatan atau penyempitan pembuluh darah, oleh tertumpuknya zat-zat lemak di dinding pembuluh darah. Plak-plak pada pembuluh darah tersebut bisa terlepas dalam bentuk gumpalan yang menyumbat aliran darah.

·    Haemorrhagic stroke, yaitu stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi pendarahan di otak. Umumnya dikarenakan tekanan darah terlalu tinggi. Hampir 70% kasus ini terjadi pada penderita hipertensi. Semburan darah pada otak tersebut akan mematikan sel-sel otak.

Google Image


Menurut dr. Ernawati Sinaga, MS Apt, dapat diuraikan penyebab stroke adalah :

·    Trombosis; bekuan darah yang terbentuk pada dinding pembuluh darah (trombus) yang secara perlahan akan menutup aliran darah. Biasanya karena aterosklerosis di mana kolestrol mengendap pada dinding arteri.

·   Emboli; bekuan darah yang mengalir dari bagian tubuh ke otak, secara mendadak menghambat aliran darah. Emboli ini bisa berasal dari serangan jantung, kelainan katup jantung, peradangan atau infeksi pada jantung dan pembuluh darah.

·    Pendarahan; yaitu pecahnya pembuluh darah di otak, karena tingginya tekanan darah, atau juga karena telah terbentuk aneurisma/penggembungan dinding pembuluh darah yang akhirnya tipis dan mudah pecah.

Pakar ahli kesehatan meyakini ada hubungan antara resiko stroke dengan faktor keturunan, walau tidak secara langsung. Kemungkinan besar sebuah keluarga cenderung memiliki trend/gaya hidup, karakter dan watak yang hampir sama. Namun demikian stroke bukanlah penyakit keturunan!.

Stroke dan gejala umumnya

                Beberapa gejala awal dari stroke adalah :

·         Mati rasa pada wajah, lengan atau kaki terutama separuh badan.

·         Kebingungan, sulit berbicara atau sulit memahami pembicaraan.

·         Kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata.

·         Kesulitan berjalan, pusing dan kehilangan koordinasi.

·         Sakit kepala tanpa sebab yang jelas.

Apabila anda merasa atau menjumpai orang dengan gejala tersebut, maka segera hubungi dokter atau rumah sakit. Karena stroke masih bisa disembuhkan bila ditangani sejak dini. Waspadalah jika gejala yang timbul kemudian dengan cepat hilang, kemungkinan merupakan gejala awal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Jadi jangan abaikan tanda tersebut.

Pasca stroke dan penanganannya

Pada umumnya penderita stroke yang terkena adalah bagian otak yang mengatur fungsi perasaan dan gerak motorik, sehingga terjadi kelumpuhan sebagian tubuh, gangguan suasana perasaan dan tingkah laku.

Sekitar 25% - 50% penderita stroke mengalami depresi setelah serangan stroke. Depresi fungsional seperti perasaan sedih, tidak bertenaga, sulit konsentrasi, penurunan nafsu makan, penurunan libido, dan gangguan tidur malam.

Siapa yang berpotensi terkena stroke?

·         Mereka yang mengidap penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, hiperkolesterol, asam urat.

·         Mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), dan melakukan diet yang keliru.

·         Kurangnya aktifitas fisik (olahraga)

·         Mereka yang mempunyai kebiasaan yang buruk, seperti merokok, minum alkohol, dan narkoba (bisa meningkatkan resiko hingga penanganan selain menggunakan suplemen dan obat yang rasional, yang perlu dilakukan adalah :

1.       Psikoterapi pada individu; adalah memotivasi pasien agar mengembalikan kepercayaan diri penderita.

2.       Terapi keluarga; adalah perlakuan keluarga pasien untuk mengurangi disfungsi tingkah laku dalam berhubungan dengan pasien.

3.       Terapi kelompok; adalah hubungan sesama penderita stroke di bawah pengawasan terapis untuk mengurangi isolasi dan menolong hubungan interpersonal

DR. Andri FKUI RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta

No comments:

Post a Comment