Stroke.. Apa dan bagaimana
Stroke adalah keadaan secara
tiba-tiba di mana sel-sel otak mengalami kerusakan karena tidak mendapatkan
nutrisi dan oksigen yang cukup. Oksigen dan nutrisi adalah “bahan bakar” kerja
otak, sehingga penghambatan aliran ke otak selama 3 – 4 menit saja, sel-sel
otak mulai mengalami kerusakan, dan fatal. Stroke acap kali datang secara
mendadak meskipun bukan tanpa gejala. Namun kurangnya pengetahuan terhadap
penyebab dan gejala yang menyertainya telah menyebabkan stroke dijuluki sebagai
the shocking killer.
Sebagai gambaran hasil klinis dar
Dr. Jeffrey L. Saver dari University of California, USA, saat seseorang terkena
stroke 1,9 juta sel syaraf otak mati setiap menitnya. Akibatnya 14 miliar
syaraf penghubung dan 7,5 miliar serat syaraf hilang. Untuk itu sangat perlu
diketahui penanganan yang harus dilakukan segera untuk menghindari semakin
parahnya kondisi pasca stroke.
Ada 2 macam stroke
· Ischemic stroke, yaitu stroke yang disebabkan
terhambatnya aliran darah ke otak. Yang dikarenakan sumbatan atau penyempitan
pembuluh darah, oleh tertumpuknya zat-zat lemak di dinding pembuluh darah. Plak-plak
pada pembuluh darah tersebut bisa terlepas dalam bentuk gumpalan yang menyumbat
aliran darah.
· Haemorrhagic stroke, yaitu stroke yang
disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah sehingga terjadi pendarahan di otak. Umumnya
dikarenakan tekanan darah terlalu tinggi. Hampir 70% kasus ini terjadi pada
penderita hipertensi. Semburan darah pada otak tersebut akan mematikan sel-sel
otak.
![]() |
| Google Image |
· Trombosis; bekuan darah yang terbentuk pada
dinding pembuluh darah (trombus) yang secara perlahan akan menutup aliran
darah. Biasanya karena aterosklerosis di mana kolestrol mengendap pada dinding
arteri.
· Emboli; bekuan darah yang mengalir dari bagian
tubuh ke otak, secara mendadak menghambat aliran darah. Emboli ini bisa berasal
dari serangan jantung, kelainan katup jantung, peradangan atau infeksi pada
jantung dan pembuluh darah.
· Pendarahan; yaitu pecahnya pembuluh darah di
otak, karena tingginya tekanan darah, atau juga karena telah terbentuk
aneurisma/penggembungan dinding pembuluh darah yang akhirnya tipis dan mudah
pecah.
Pakar ahli
kesehatan meyakini ada hubungan antara resiko stroke dengan faktor keturunan,
walau tidak secara langsung. Kemungkinan besar sebuah keluarga cenderung
memiliki trend/gaya hidup, karakter dan watak yang hampir sama. Namun demikian stroke bukanlah penyakit keturunan!.
Stroke dan gejala umumnya
Beberapa gejala awal dari stroke
adalah :
·
Mati rasa pada wajah, lengan atau kaki terutama
separuh badan.
·
Kebingungan, sulit berbicara atau sulit memahami
pembicaraan.
·
Kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata.
·
Kesulitan berjalan, pusing dan kehilangan
koordinasi.
·
Sakit kepala tanpa sebab yang jelas.
Apabila anda
merasa atau menjumpai orang dengan gejala tersebut, maka segera hubungi dokter
atau rumah sakit. Karena stroke masih bisa disembuhkan bila ditangani sejak
dini. Waspadalah jika gejala yang timbul kemudian dengan cepat hilang,
kemungkinan merupakan gejala awal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Jadi
jangan abaikan tanda tersebut.
Pasca stroke dan penanganannya
Pada umumnya
penderita stroke yang terkena adalah bagian otak yang mengatur fungsi perasaan
dan gerak motorik, sehingga terjadi kelumpuhan sebagian tubuh, gangguan suasana
perasaan dan tingkah laku.
Sekitar 25% -
50% penderita stroke mengalami depresi setelah serangan stroke. Depresi fungsional
seperti perasaan sedih, tidak bertenaga, sulit konsentrasi, penurunan nafsu
makan, penurunan libido, dan gangguan tidur malam.
Siapa yang berpotensi terkena stroke?
·
Mereka yang mengidap penyakit tekanan darah tinggi,
diabetes, penyakit jantung, hiperkolesterol, asam urat.
·
Mereka yang kelebihan berat badan (obesitas),
dan melakukan diet yang keliru.
·
Kurangnya aktifitas fisik (olahraga)
·
Mereka yang mempunyai kebiasaan yang buruk,
seperti merokok, minum alkohol, dan narkoba (bisa meningkatkan resiko hingga
penanganan selain menggunakan suplemen dan obat yang rasional, yang perlu
dilakukan adalah :
1.
Psikoterapi pada individu; adalah memotivasi
pasien agar mengembalikan kepercayaan diri penderita.
2.
Terapi keluarga; adalah perlakuan keluarga
pasien untuk mengurangi disfungsi tingkah laku dalam berhubungan dengan pasien.
3.
Terapi kelompok; adalah hubungan sesama
penderita stroke di bawah pengawasan terapis untuk mengurangi isolasi dan
menolong hubungan interpersonal
DR. Andri FKUI RSUPN Cipto
Mangunkusumo Jakarta

No comments:
Post a Comment