Wednesday, October 9, 2013

KALSIUM DAN OSTEOPOROSIS



Kalsium sebagai mineral di tubuh
                Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Kira-kira 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras, yaitu pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi syaraf terganggu, dsb.
Untuk memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Apabila makanan yang dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami pengeroposan tulang (osteoporosis).
Faktor-faktor yang meningkatkan absorpsi kalsium :
                Beberapa faktor yang dapat meningkatkan absorpsi kalsium adalah :
1.         Peningkatan kebutuhan terjadi pada pertumbuhan, masa kehamilan, menyusui, defisiensi kalsium
2.        Vitamin D merangsang absorpsi kalsium melalui mekanisme kompleks
3.        Asam klorida yang dikeluarkan oleh lambung membantu absorpsi kalsium dengan cara menurunkan derajat keasaman di bagian atas usus halus
4.        Lemak meningkatkan waktu transit makanan melalui saluran cerna, dengan demikian memberikan waktu lebih banyak untuk absorpsi kalsium
Faktor-faktor yang menghambat absorpsi kalsium :
1.         Kekurangan vitamin D bentuk aktif
2.        Makanan yang mengandung asam oksalat seperti bayam dan sayuran lain
3.        Makanan yang tinggi serat karena mempercepat waktu transit makanan di dalam saluran cerna
Yang mengatur kadar kalsium dalam darah adalah hormon Paratiroid, Tirokalsitonin dari kelenjar tiroid dan vitamin D. hormon Paratiroid dan vitamin D meningkatkan kalsium darah dengan cara sebagai berikut :
1.         Vitamin D merangsang absorpsi kalsium oleh saluran cerna
2.        Vitamin D dan hormon paratiroid merangsang pelepasan kalsium dari tulang ke dalam darah
3.        Vitamin D dan hormon paratiroid menunjang reabsorpsi kalsium di dalam ginjal
Sumber Kalsium :
·         Sayuran hijau (bayam, brokoli, sawi)
·         Ikan teri kering
·         Udang kering
·         Tahu
·         Kacang-kacangan
·         Salmon, sardine
·         Susu dan hasil olahannya
Fungsi Kalsium :
·         Membentuk serta mempertahankan tulang dan gigi yang sehat
·         Mencegah osteoporosis
·         Membantu proses pembekuan darah dan penyembuhan luka
·         Menghantarkan sinyal ke dalam sel-sel syaraf
·         Mengatur kontraksi otot
·         Membantu transport ion melalui membran
·         Sebagai komponen penting dalam memproduksi hormon dan enzim yang mengatur proses pencernaan, energi, dan metabolisme lemak
Gejala Kekurangan Kalsium :
ü  Gangguan pertumbuhan
ü  Tulang kurang kuat, mudah bengkok, dan rapuh
ü  Kekejangan otot
Gejala Kelebihan Kalsium :
è kelebihan kalsium terjadi apabila mengkonsumsi kalsium sebesar 2500 mg/hari. Kelebihan kalsium dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal atau gangguan ginjal, konstipasi (susah buang air besar).

PATOFISIOLOGI OSTEOPOROSIS
                Menurut definisi, osteoporosis adalah penyakit yang dicirikan oleh rendahnya massa tulang dan kemunduran struktural jaringan tulang, yang menyebabkan kerapuhan tulang. Bila tidak dicegah atau bila tidak ditangani, proses pengeroposan akan terus berlanjut sampai tulang menjadi patah dan penderitanya mengalami kesakitan dalam melakukan pergerakan anggota tubuhnya. Patah tulang ini umumnya akan terjadi pada tulang belakang, tulang panggul, dan pergelangan tangan.
Dalam keadaan normal, tulang kita senantiasa berada dalam keadaan seimbang antara proses pembentukan dan penghancuran. Fungsi penghancuran (resorpsi) yang dilaksanakan oleh osteoklas, dan fungsi pembentukan yang dijalankan oleh osteoblas senantiasa berpasangan dengan serasi.
Keseimbangan kalsium, antara yang masuk dan keluar, juga memainkan peranan penting. Bahkan faktor penentu utama untuk terjadinya osteoporosis adalah kadar kalsium yang tersisa pada tulang. Orang-orang yang sebelumnya memiliki densitas tulang yang tinggi (tulang yang padat), mungkin tidak akan sampai menderita osteoporosis. Kehilangan kalsium yang dialami tidak mencapai tingkat di mana terjadi osteoporosis.
Lebih kurang 99% dari keseluruhan kalsium tubuh kita berada di dalam tulang dan gigi, bila kadar kalsium darah turun di bawah normal, tubuh akan mengambilnya dari tulang untuk mengisinya lagi.
Seiring dengan bertambahnya usia, keseimbangang sistem mulai terganggu. Tulang kehilangan kalsium lebih cepat dibanding kemampuannya untuk mengisinya kembali. Alasan mengapa hal ini terjadi belum jelas. Secara umum dapat kita katakan bahwa osteoporosis terjadi saat fungsi penghancuran sel-sel tubuh lebih dominan dibanding fungsi pembentukan sel-sel tulang.
Kadar hormon tiroid dan paratiroid yang berlebihan dapat mengakibatkan hilangnya kalsium dalam jumlah yang lebih banyak. Obat-obat golongan steroid pun dapat mengakibatkan hilangnya kalsium dari tulang.

Pengobatan Osteoporosis
                Pencegahan adalah satu-satunya pengobatan utama. Bila tulang sudah mengalami osteoporosis, kita hanya bisa menjaganya agar tidak bertambah parah.
1.         Umum
·         Penuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh
·         Upayakan mencapai berat tubuh yang ideal
·         Hilangkan kebiasaan merokok, mengkonsumsi alkohol dan kafein
·         Usahakan menghindari obat-obat yang yang dapat meningkatkan resiko osteoporosis
·         Rajin olahraga, yang bermanfaat untuk memelihara tulang. Otot yang kuat membuat tulang semakin kuat dan padat
·         Upayakan untuk mencegah terjadinya cedera (khususnya jatuh)
2.        Farmakoterapi
·         Pemberian suplemen kalsium, magnesium, dan vitamin D
·         Terapi pengganti hormon bila diperlukan
·         Obat-obat pengurang nyeri dan atau obat anti inflamasi non-steroid
·         Kalsitonin
·         Bifosfonat
3.        Fisioterapi
4.        Pembedahan
Salah satu cara terpenting untuk mencegah osteoporosis adalah konsumsi kalsium yang cukup. Berikut disajikan dosis kalsium yang diperlukan oleh tubuh menurut kelompok umur :
ü  Anak-anak, umur 1-10 tahun : 800mg kalsium/hari
ü  Remaja, umur 11-18 tahun : 1200mg kalsium/hari
ü  Remaja yang hamil : 1600mg kalsium/hari
ü  Wanita hamil, umur 19 tahun ke atas : 1200mg kalsium/hari
ü  Wanita menyusui : 1200 mg kalsium/hari
ü  Laki-laki dewasa, di bawah 65 tahun : 1000mg kalsium/hari
ü  Laki-laki dewasa, di atas 65 tahun : 1500mg kalsium/hari
ü  Perempuan dewasa, sebelum menopause : 1200mg kalsium/hari
ü  Perempuan dewasa, setelah menopause : 1500mg kalsium/hari
Vitamin D
                Salah satu fungsi vitamin D adalah membantu penyerapan kalsium dari usus. Sebagian penderita osteoporosis mempunyai kadar vitamin D yang rendah di tubuhnya sehingga absorbsi kalsium dari usus juga kurang. Vitamin D dibentuk di dalam tubuh dengan bantuan paparan sinar matahari atau didapatkan langsung dari makanan.
Dosis harian vitamin D adalah 400 IU. Dosis ini dapat ditingkatkan hingga 800 IU, terutama jika anda tidak cukup mendapat vitamin D dari makanan atau kurang terpapar sinar matahari. Tetapi ingat, jangan mengkonsumsi lebih dari angka ini, kecuali dokter anda menganjurkannya.


Oleh : dr. Freddy Wilmana, MFPM, SpFK



Monday, September 16, 2013

REPOST : SHARING KHASIAT BIJI MAHONI



Berbagai Manfaat Biji Mahoni Dan Efek Sampingnya



Tahukah anda rasa biji mahoni ? wow,, rasanya pahit banget!! Begitu ya?? Penelitian buah mahoni sebagai vitamin dan obat-obatan pertama kali dilakukan oleh ahli biokimia, DR. Larry Brookes, pada tahun 1990-an. Buah mahoni ini mengandung flavonoid dan saponin.

Kandungan flavonoid-nya berguna untuk melancarkan peredaran darah, terutama untuk mencegah tersumbatnya saluran darah, mengurangi kadar kolesterol dan penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah, membantu mengurangi rasa sakit, pendarahan, dan lebam, serta bertindak sebagai antioksidan untuk menyingkirkan radikal bebas.

Saponin berguna mencegah penyakit sampar, mengurangi lemak tubuh, meningkatkan sistem kekebalan, memperbaiki tingkat gula darah, serta menguatkan fungsi hati dan memperlambat proses pembekuan darah.

Menurut pengobatan Cina, tanaman ini memiliki sifat pahit, dingin, antipiretik (penurun panas), antijamur, dan mampu menurunkan tekanan darah tinggi, mengatasi hipertensi, gangguan gula darah, kurang nafsu makan, demam, dan membantu menjaga daya tahan. Tanaman ini juga memiliki kemampuan sebagai astringent (mengeringkan), dapat mengendapkan protein selaput lendir usus dan membentuk suatu lapisan yang melindungi usus, sehingga menghambat asupan glukosa dan laju peningkatan glukosa darah.

Konon juga, ramuan serbuk mahoni pun dipercaya memiliki khasiat untuk membantu proses penyembuhan dan vitalitas. Ada juga yang cocok untuk keluhan stroke tingkat awal, hipertensi, diabetes.

Sebuah penelitian biji mahoni dalam menurunkan glukosa darah pada hewan percobaan pernah dilakukan Laurentia Mihardja, peneliti pada Center For Research and Development of Disease Control, NIHRD. Pemberian ekstrak mahoni dosis 45 mg/ 160 g bb setelah 7 hari menunjukkan hasil berbeda yang signifikan dibanding pelarut serta tidak berbeda dengan glikazide 7,2 mg/200 g bb. 

Cara Mengonsumsi

   1. Dimakan langsung bijinya setelah membuang kulit luarnya yang berbentuk pipih.
   2. Dijadikan serbuk dulu, biji ditumbuk atau dihaluskan menjadi bubuk, lalu diseduh dengan air panas.
   3. Dimakan dalam bentuk ekstrak, ini yang banyak di pasaran. Ekstrak yang dipasarkan ada dalam berbagai bentuk, mulai dari kapsul, serbuk fiber, juice premix, essential oil (buat membesarkan payudara dan penghalus kulit), serbuk teh, sampai serbuk kopi instan. Yang terbanyak dalam bentuk serbuk, sedangkan bentuk yang lain lebih didasarkan pada pesanan.

Bila ingin memanfaatkan ekstrak mahoni buatan pabrik, pilih yang telah mendapat izin dari Badan POM. Bila ragu, dapat dikonsultasikan dulu dengan dokter, terutama bagi yang bermasaiah dengan diabetes.

Memang paling terkenal biji mahoni adalah untuk pengobatan malaria, ternyata dari berbagai penelitian dapat dipakai juga untuk pengobatan kencing manis.

Untuk kencing manis, misalnya, bisa dipakai kulit tanaman pulai, biji mahoni, umbi bidara upas, tumbuhan tapak dara, terong ngor, daun sembung dan sebagainya. Bahan-bahan tersebut dapat dipakai secara tunggal.artinya tunggal tidak harus merupakan bagian dari suatu ramuan.

CATATAN: sebelum dijadikan serbuk, biji mahoni dikeringkan terlebih dahulu. Setelah kering, barulah digiling sampai menjadi serbuk.


KEGUNAAN:

- Tekanan darah tinggi (Hipertensi).
- Kencing manis (Diabetes mellitus).
- Kurang napsu makan,
- Rematik.
- Demam.
- Masuk angin.
- Ekzema.

PEMAKAIAN:

Untuk minum: 1/2 sendok teh biji yang telah digiling halus menjadi serbuk.

CARA PEMAKAIAN:

1. Hipertensi (Tekanan darah tinggi):

a. 8 gram biji segar diseduh dengan 2 gelas air panas. Setelah dingin disaring lalu dibagi menjadi 2 bagian. Minum pagi dan sore hari.

b. 1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/2 cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi hangat, lakukan 2-3 kali sehari.

2. Kencing manis (diabetes)

1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air panas. Diminum selagi hangat, 30 menit sebelum makan. Lakukan 2-3 kali sehari.

3. Kurang selera makan:

1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/3 cangkir air panas, tambahkan 1 sendok makan madu. Minum selagi hangat, lakukan 2-3 kali sehari.

4. Demam, masuk angin:

1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/4 cangkir air panas, lalu tambahkan 1 sendok makan madu. Diminum selagi hangat, lakukan 2-3 kali sehari.

5. Eksema dan rematik

1/2 sendok teh serbuk biji mahoni diseduh dengan 1/2 cangkir air panas. Tambahkan 1 sendok makan madu. Diminum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari.

Efek Samping


Disamping manfaatnya yang cukup banyak, ada juga sedikit efek sampingnya. Dari catatan di atas ada 2 bahan kandungan biji Mahoni:

   1. Saponin,
   2. Flavonoid

Yang nomor 1 perlu diwaspadai, karena dalam jumlah tertentu akan meningkatkan resiko terjadinya kolesterol pada cairan empedu, yang pada akirnya akan menimbulkan batu empedu. Disamping itu juga bertindak sebagai steroid. Yang nomor 2, maksimal dosis per hari adalah 200 mg.

Disamping itu itu orang tertentu, rupanya belum sampai ke meningkatnya kolesterol cairan empedu, sudah merasa sakit di ulu hati. Jadi, asal bisa mengukur dosis, dan tidak digunakan dalam waktu yang lama, mungkin karena efek flavonoida yang membantu permeability atau kelenturan pembuluh darah, maka memang bisa digunakan untuk tekanan darah tinggi.

Masalahnya, dalam penelitian mengenai saponin, tidak menggunakan mahoni, juga dalam database depkes tidak ada banyaknya kandungan perbiji berapa. Karena manusia itu unik, juga, tumbuhan mahoni dengan tempat tumbuh tertentu menghasilkan kadar tertentu juga maka menjadi sukarlah bagai kita untuk mengatur dan menentukannya.

Menurut pengalaman praktisi herbalis, sebaiknya cukup dimakan 1 biji perhari, jika dimakan langsung. Dosis yang lain disetarakan dengan itu.

Selamat mencoba.

Sumber : berbagai sumber terutama DepHut-Promo Indonesia
                     http://unibio-center.blogspot.com/2011/11/berbagai-manfaat-biji-mahoni-dan-efek.html

Monday, February 4, 2013

MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN DIABETES MELITUS DAN PENGELOLAANNYA



Pendahuluan
                Diabetes Melitus ialah suatu penyakit kronik, ditandai dengan berbagai gejala sebagai akibat kadar gula darah yang tinggi. Walaupun penyakit ini mudah diketahui dengan cara memeriksakan kadar gula darah, namun pada tahap permulaan perjalanan penyakit, gejala yang dirasakan bukanlah sesuatu yang amat mengganggu pasien, bahkan kadangkala tidak menunjukkan gejala yang khas.
                Hal tersebut acapkali menyebabkan pasien baru diketahui menderita penyakit ini secara kebetulan, ketika berobat ke dokter untuk suatu penyakit lain, seperti pada waktu akan dioperasi, cabut gigi, kesemutan, penglihatan menjadi kabur, dan lain-lain. Tidak jarang penyakit ini baru diketahui setelah pasien mengalami komplikasi (penyulit), seperti luka yang tidak sembuh-sembuh (kaki busuk/gangrene), gatal-gatal yang berkepanjangan (infeksi jamur), atau serangan jantung dan stroke.
                Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pengenalan mengenai penyakit ini dan bagaimana strategi pengelolaannya perlu kiranya kita ketahui secara seksama. Bagi pasien yang sudah diketahui menderita diabetes, peran sertanya yang aktif dalam pengendalian penyakitnya (beserta dengan dokter) merupakan kunci keberhasilan dalam mencegah terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan.

Apakah Diabetes ?
                Diabetes Melitus atau lebih dikenal dengan istilah “penyakit kencing manis” atau ‘sakit gula”, ialah suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang, disebabkan meningkatnya kadar gula darah akibat kekurangan hormon insulin baik secara mutlak atau relatif.

Mekanisme Pengaturan Kadar Gula Di dalam Tubuh
                Seperti kita ketahui, zat gula atau glukosa merupakan bahan bakar utama yang dibutuhkan tubuh kita untuk menghasilkan tenaga, guna melakukan berbagai kegiatan sehari-hari. Peristiwa mengantuk atau perasaan lemas pada saat kita lapar, merupakan salah satu akibat rendahnya kadar gula darah kita (hipoglikemi). Glukosa ini diperoleh dari makanan kita sehari-hari, golongan karbohidrat (hidrat arang).
                Makanan yang terutama mengandung karbohidrat ini ialah beras, tepung-tepungan, dan gula. Di dalam usus, makanan yang mengandung hidrat arang dipecah menjadi glukosa melalui suatu proses yang rumit, kemudian diserap  ke dalam pembuluh darah dan diedarkan ke seluruh tubuh.
                Agar supaya glukosa ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber tenaga, ia harus dimasukkan ke dalam sel dan mengalami pengubahan (metabolisme). Proses ini dimungkinkan oleh adanya suatu hormon yang disebut Insulin, yang dihasilkan oleh sel-sel beta yang terdapat di dalam kelenjar di belakang lambung, dikenal sebagai kelenjar pankreas atau kelenjar liur perut.
                Pada keadaan kekurangan hormon ini (baik secara mutlak atau relatif), sehingga kebutuhan tubuh tidak terpenuhi, maka kadar glukosa darah meningkat. Keadaan inilah yang bertanggung jawab atas timbulnya berbagai gejala penyakit diabetes.
Peningkatan kadar glukosa darah tidak dapat dirasakan seketika oleh pasien, sehingga secara perlahan kadar gula darah kian meninggi, hingga suatu saat muncul gejala-gejala yang khas (minum, makan, dan kencing banyak). Apabila dibiarkan berlanjut, maka kadar glukosa yang tinggi itu akan meracuni sel-sel tubuh dan mengakibatkan kerusakan organ/jaringan tubuh kita, yang dikenal sebagai komplikasi diabetes, meliputi : kelainan mata (katarak, gangguan retina), kerusakan ginjal, penyempitan pembuluh darah, infeksi baik akut (abses/bisul, gangren/kaki busuk) maupun kronik (TBC paru, jamur), dan lain-lain.

                                                   Pengobatan Diabetes

Bagaimana Terjadinya Diabetes ?
                Faktor keturunan memegang peranan penting pada kejadian penyakit ini. Hal ini dikuatkan oleh timbulnya penyakit ini dalam keluarga. Apabila orang tua (salah satu atau keduanya) menderita diabetes, maka kemungkinan anak-anaknya menderita penyakit ini lebih besar. Namun demikian kini telah diketahui bahwa terdapat faktor-faktor lain juga disamping keturunan yang dapat mencetuskan penyakit ini, seperti infeksi oleh virus, kegemukan, kesalahan pada pola makan, proses menua, stress, minum obat-obatan yang mempunyai efek samping menaikkan kadar glukosa darah, dan lain-lain.

Diagnosis (penentuan penyakit) Diabetes Melitus
                Menentukan seseorang menderita diabetes adalah dengan pemeriksa`n kadar glukosa darahnya. Kini telah tersedia berbagai alat untuk mengukur kadar glukosa darah, yang praktis memberikan hasil pengukuran secara cepat dan dapat dibawa kemana-mana (Accutrend Glucose). Walaupun istilah “kencing manis” dapat diartikan sebagai terdapatnya gula di dalam air seni , pemeriksaan glukosa dalam air seni tidak lazim dilakukan sebagai pemeriksaan pemastian penyakit ini. Alasan yang utama ialah, pada diabetes yang berperan adalah peninggian kadar glukosa dalam darah (bukan dalam air seni). Selanjutnya dikemukakan bahwa penentuan glukosa dalam air seni mempunyai kemungkinan faktor kesalahan yang cukup besar (dipengaruhi oleh obat-obatan) dan juga ditentukan oleh kondisi ginjal pasien.
                Penentuan kadar gula dalam air seni dinyatakan secara kualitatif dengan nilai (+)/positif satu sampai (++++)/positif empat. Oleh alasan praktis, pemantauan adanya gula dalam air seni dapat bermanfaat untuk memperoleh gambaran yang kasar mengenai tinggi tidaknya kadar glukosa darah sehari-hari secara mudah, dengan menggunakan carik celup (test stup) berdasarkan perubahan warna (dari kuning hingga hijau). Di pasaran, sarana ini dikenal sebagai glucotest.
                Seseorang dikatakan menderita diabetes apabila pada pemeriksaan darah dari pembuluh halus (kapiler) didapatkan glukosa darah lebih dari 126 mg/dl pada keadaan puasa dan atau lebih dari 200 mg/dl, 2jam sesudah makan. Bila yang diambil adalah darah dari pembuluh balik (vena), maka kadar glukosa darah puasa lebih dari 140 mg/dl dan atau 200 mg/dl, 2 jam sesudah makan.
                Glukosa darah yang kurang dari 126 atau 140mg/dl pada keadaan puasa, namun antara 140-200mg, 2 jam sesudah makan disebut sebagai : Toleransi Glukosa Terganggu (TGT). Keadaan seperti ini tidak memerlukan pengobatan, namun memerlukan pemantauan secara berkala.

Gejala Penyakit Diabetes
                Kecurigaan adanya diabetes dapat diawali apabila seseorang mengeluh sering kencing, terutama malam hari, merasa haus berlebihan walaupun cuaca tidak panas, cepat lapar, namun dalam waktu yang tidak terlalu lama berat badan menurun secara drastis. Dalam masa selanjutnya, ia mengeluh badan terasa lemah, kurang bergairah kerja, timbul rasa kesemutan pada jari-jari kaki dan tangan, gatal-gatal, gairah seks yang menurun (terutama pada laki-laki) bahkan sampai pada impotensi, terdapat luka yang sukar sembuh, dan penglihatan kabur.
                Seorang ibu yang melahirkan bayi yang berat badannya lebih dari 4 kg, perlu dicurigai menderita diabetes dan diperiksa lebih lanjut, walupun tidak ada gejala-gejala tersebut di atas sebelumnya.
                Terdapat sekelompok orang tertentu yang sama sekali tidak mengeluhkan gejala-gejala tadi. Penyakit ini baru diketahui dengan cara melakukan pemeriksaan darah sebagai persiapan untuk tindakan pembedahan. Kadangkala dijumpai kesulitan dalam memotivasi penderita semacam ini untuk secara teratur melakukan pengobatan untuk menurunkan kadar gula darah yang tinggi, karena tidak dirasakan sebagai sesuatu yang amat mengganggu.
                Padahal sebenarnya, dengan membiarkan kadar gula darah yang tinggi itu, kerusakan organ tubuh akan berlangsung terus, sehingga suatu saat timbullah komplikasi diabetes yang ditakuti seperti : penyakit jantung koroner, penyakit ginjal, kebutaan, hipertensi, dan stroke.

Macam-macam Penyakit Diabetes
                Terdapat beberapa macam diabetes yang penggolongannya bermanfaat dalam pengelolaannya, yaitu :
1.  Diabetes yang tergantung insulin : biasanya usia muda, di mana di dalam tubuhnya tidak ada insulin
2.  Diabetes yang tidak tergantung insulin : timbul pada usia dewasa. Kadar insulin dalam tubuh normal atau tinggi, tetapi tidak bekerja efektif.
3.  Diabetes pada kehamilan (gestasional).
4.  Diabetes yang berhubungan dengan kekurangan gizi di masa muda.
5.  Diabetes yang disebabkan oleh penyakit lain.

Pengelolaan Diabetes Melitus
                Walaupun tidak dapat disembuhkan, penyakit diabetes mellitus dapat dikendalikan, sehingga penyandangnya dapat hidup secara normal  dan sehat, terbebas dari komplikasi penyakit. Tujuan pengelolaan dalam jangka pendek ialah menghilangkan keluhan dan gejala diabetes (banyak makan, minum dan kencing, rasa lemah, kesemutan). Karena perjalanan penyakit yang menahun, maka pengelolaan jangka panjang bertujuan mencegah komplikasi pada pembuluh darah (arterosklerosis/pengapuran dinding pembuluh darah) baik kerusakan pembuluh darah besar, kecil serta kerusakan saraf (neuropati).
Prinsip Pengelolaan  didasarkan pada 4 tonggak penting, yaitu :
1.  Perencanaan makan (diet)
2.  Latihan jasmani/olah raga
3.  Pemberian obat-obat penurun gula darah
4.  Penyuluhan/pendidikan
Pada tiga tonggak yang pertama, penyuluhan/pendidikan dilakukan secara simultan untuk membangkitkan kesadaran dan motivasi pada setiap tahap/langkah pengobatan.
Ad.1. Perencanaan Makan penderita diabetes diatur menurut komposisi santapan yang seimbang dengan pembagian sebagai berikut ; karbohidrat : 60-70% protein : 10-15% lemak : 20-25%. Jumlah kebutuhan kalori disesuaikan dengan kebutuhan akan pertumbuhan, kegiatan jasmani, adanya penyakit penyerta.
                Sasaran pengaturan diet ini ialah sedapat mungkin mencapai berat badan ideal. Dalam prakteknya, upaya ini tidak selalu dapat mencapai berat badan ideal tersebut, mengingat berperannya faktor keturunan (genetik) pada postur tubuh seseorang (gemuk/langsing).
Ad.2. Latihan Jasmani bermanfaat untuk membakar cadangan gula  dalam jaringan tubuh, sehingga bila dilakukan secara teratur dan berkesinambungan dapat membantu mempercepat proses penurunan berat badan mencapai berat ideal. Selain itu, latihan jasmani juga bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran/kesegaran jasmani (physical fitness) pasien. Tentunya pilihan latihan jasmani harus yang aman, mudah, tidak menjemukan dan tidak mengganggu kesehatan ( terlalu diforsir). Latihan jasmani/olahraga terbaik ialah yang bersifat aerobic, menggunakan sebagian besar otot-otot tubuh (tungkai dan lengan). Sebagai contoh : berjalan cepat, jogging (berlari santai), bersepeda, dan berenang. Takaran (dosis) latihan sebaiknya ditentukan berdasarkan pencapaian jumlah denyut nadi per menit yang berada dalam batas aman (zona latihan), dihitung dengan rumus : denyut nadi latihan = 75-85% x (220 – umur) nadi per menit.
Sebagai contoh : seseorang berumur 50 tahun, maka menurut rumus tersebut, denyut nadi latihan adalah                 75-85% x (220 – 50) = berkisar antara 128 – 145 denyut per menit. Denyut nadi tersebut dihitung di pergelangan tangan atau sisi kiri atau kanan pangkal leher. Jadi apabila ia melakukan latihan jasmani (berlari), maka diusahakan agar intensitas latihan tersebut menyebabkan denyut nadinya mencapai antara 128-145 kali per menit selama 30-45 menit. Barulah latihan tersebut dianggap bermanfaat. Kekerapan (frekuensi) latihan sebaiknya 3-4 hari dalam seminggu.
                Khusus untuk penderita diabetes yang juga menderita penyakit lain seperti penyakit jantung koroner, riwayat stroke (lumpuh sebelah), disarankan bergabung dengan klub-klub yang berada di bawah pengawasan dokter, sehingga jenis, takaran, dan intensitas latihan jasmani dapat disesuaikan dengan cermat dan aman.
Ad.3. Obat-obatan (penurun kadar gula darah)
                Apabila telah ditempuh kedua langkah di atas dengan baik dan benar, namun gula darah masih tetap tinggi, maka diperlukan obat-obatan. Dikenal berbagai jenis obat penurun kadar gula darah yang cara kerjanya berbeda-beda. Setiap jenis obat mempunyai kekhususan untuk setiap individu. Oleh karena itu sebaiknya berhati-hati untuk menggunakan obat orang lain (teman atau keluarga) yang menderita diabetes untuk diri sendiri. Amat bijaksana apabila sebelumnya berkonsultasi dengan dokter (spesialis penyakit dalam/internist) agar dapat diberikan obat yang tepat untuk orang yang tepat.
Obat penurun gula darah terdapat dua bentuk, yaitu yang diminum dan yang disuntik. Obat minum yang telah kita kenal, terdiri dari beberapa jenis, seperti :
-       Golongan Sulfonilurea (daonil, euglucon, diamicron, glurenom) yang diperuntukkan bagi penderita diabetes dengan berat badan kurang atau normal.
-       Golongan Biguanid (glucophage), untuk mereka dengan berat badan lebih (gemuk).
Kini telah ada obat-obatan yang membantu menurunkan gula darah dengan cara menghambat penyerapan gula dalam usus (glucobay). Disamping itu juga ada obat yang turut  membantu menurunkan/mengendalikan berat badan dengan mengatur pola makan kita.
Golongan obat suntik yang ada ialah hormon insulin, merupakan obat yang langsung mengatasi kekurangan insulin dalam tubuh penderita diabetes.
                Pada umumnya, penyakit diabetes disertai dengan gangguan metabolisme lemak yang membawa akibat meningkatnya kadar kolesterol dan atau trigliserida darah. Keadaan ini lebih menambah faktor risiko untuk terjadinya penyempitan/pengapuran pembuluh darah atau yang lebih dikenal dengan istilah arterosklerosis, dengan komplikasi penyakit jantung koroner dan stroke (lumpuh sebelah/semper), sedangkan diabetes sendiri sudah merupakan satu faktor risiko.
                Biasanya dengan pengendalian kadar gula darah seoptimal mungkin, kadar lemak yang tinggi tersebut akan terkontrol pula. Pada keadaan di mana penyakit tingginya kadar lemak (hiperkolesterol dan hipertrigliserid) tersebut tidak dapat dikendalikan dengan kontrol gula darah serta pengaturan diet yang baik, maka diperlukan juga           obat-obatan penurun lemak seperti Lypanthyl, dan lain-lain
                Pemeriksaan jasmani lengkap secara berkala, penting untuk mengetahui adanya komplikasi pada organ tubuh lain secara dini dan segera diobati agar tidak berlanjut.

Bagaimana mengurangi risiko diabetes?
·    Menjalani pola hidup sehat dengan asupan nutrisi yang seimbang dengan aktifitas yang dilakukan.
·    Berolahraga secara teratur disesuaikan usia, minimal seminggu 3x selama 45 menit.
·    Tidak mengkonsumsi gula secara berlebihan (gunakan pemanis rendah kalori).

                                                              Obat Diabetes..Klik di sini

 Bagaimana cara mengatasi diabetes?
·    Banyaklah mengkonsumsi makanan sehat berserat tinggi.
·    Hindari minuman beralkohol dan lakukan diet lemak dan gula secara konsisten.
·    Hindari konsunsi gula secara berlebihan.
·    Berolahraga secara teratur.
·    Mengontrol gula darah secara teratur, sekalipun tak ada keluhan.
·    Bagi penderita diabetes yang agak parah, jangan lupa untuk selalu membawa kartu penderita diabetes, membawa obat penurun kadar gula dalam darah dari dokter. Ini penting agar terhindar dari pusing-pusing, lemas, hingga pingsan karena tiba-tiba kadar gula naik.

Penutup
                Diabetes adalah suatu penyakit degeneratif (kemunduran) yang berlangsung kronik ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi dengan akibat kerusakan pada berbagai organ tubuh (mata, jantung, ginjal, dan lain-lain).
Pengelolaan diabetes mencakup 4 pilar utama, yaitu : diet, latihan jasmani, obat-obatan, dan penyuluhan (pendidikan). Peran serta aktif penderita sendiri dalam pengelolaan penyakitnya (diabetes) merupakan tonggak penting keberhasilan pengobatan.



Dr. H. Bimanesh Sutarjo Sp.PD.KGH