Thursday, May 5, 2016

18 Makanan Terbaik untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes atau kencing manisdituntut untuk bisa mengatur pola makannya sebaik mungkin, baik dari segi jumlah, jadwal, maupun jenis makanannya. Kurangnya jumlah insulin maupun terjadinyaresistensi insulin membuat penderitanya harus berhati-hati menjaga agar kadar gula atau glukosa dalam darah mereka tidak melonjak.
Pasalnya, kadar glukosa yang tinggi setelah makan dapat memicu timbulnya komplikasi makrovaskuler seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah. Namun, risiko tersebut dapat diturunkan jika penderita diabetes tetap konsisten menjalani gaya hidup sehat.
Mereka perlu memilih makanan yang memiliki daftar indeks glikemik rendah dan menyediakan nutrisi penting seperti kalsium, potasium, serat, magnesium, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Makanan tersebut juga tidak boleh meningkatkan kadar gula darah secara signifikan, mampu membakar lemak, mengurangi inflamasi, dan memiliki manfaat kesehatan lainnya.

Makanan yang Disarankan untuk Penderita Diabetes

Berikut ini adalah daftar 18 makanan terbaik yang disarankan untuk penderita diabetes:
Cokelat hitam
Cokelat kaya akan flavanoid yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi resistensi insulin, mempercepat pengolahan glukosa darah, dan mengurangi keinginan untuk makan berlebih. Namun, tidak semua cokelat memiliki tingkat khasiat yang sama.
Salah satu penelitian dari University of Copenhagen tahun 2008 menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi cokelat hitam akan memiliki keinginan yang lebih rendah untuk makan makanan manis, asin, atau berlemak dibandingkan mereka yang mengonsumsi cokelat susu. Kandungan flavanoid cokelat susu sendiri memang lebih rendah dibandingkan cokelat htam, sedangkan gula serta lemaknya lebih banyak.
Cokelat hitam bahkan dapat mengurangi jumlah pizza yang dikonsumsi relawan di hari yang sama hingga 15%. Kandungan flavanoid dalam cokelat juga dapat menurunkan risiko terkena kanker, mengontrol tekanan darah, dan mengurangi risiko terkena serangan jantung hingga 2% selama 5 tahun.
Brokoli
Studi oleh Warwick University yang dimuat dalam jurnal “Diabetes” melaporkan bahwa brokoli mengandung senyawa sulforaphane yang mampu memperbaiki dan melindungi melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan kardiovaskular akibat diabetes.
Sulforaphane juga memicu proses anti inflamasi, mengontrol kadar glukosa darah, meningkatkan mekanisme detoksifikasi alami dalam tubuh, serta meningkatkan produksi enzim yang mengendalikan senyawa kimia berbahaya penyebab kanker. Brokoli pun mengandung kromium yang membantu meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh.
Blueberry
Blueberry mengandung baik serat tak larut yang menghilangkan lemak dari tubuh, maupun serat larut yang diolah lebih lama dalam tubuh dan mengendalikan kadar gula darah. Penelitian yang dilakukan USDA menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi 2 ½ gelas jus bluberry liar setiap hari selama 12 minggu dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah, mengatasi depresi, dan meningkatkan daya ingatnya.
Hal ini dikarenakan bluberry mengandung antosianin, senyawa kimia alami yang mengecilkan sel lemak dan menstimulasi produksi adiponektin, hormon yang mengatur kadar glukosa darah. Meningkatkan kadar adiponektin dapat menjaga kadar gula darah tetap rendah dan meningkatkan sensitifitas tubuh terhadap insulin. American Diabetes Association (ADA) bahkan menyebut blueberry sebagai “Diabetes superfood” karena manfaatnya bagi kesehatan.
Steel cut oats (Oatmeal)
Pemilihan sumber karbohidrat sangat penting bagi penderita diabetes karena berpengaruh besar pada kadar gula darah. ADA merekomendasikan gandum utuh seperti oatmeal yang mengandung karbohidrat kompleks dan serat larut tinggi. Serat ini lebih lambat dicerna oleh tubuh sehingga kadar glukosa darah lebih terkontrol.
Oatmeal juga kaya akan magnesium yang membantu tubuh memanfaatkan glukosa dan mensekresi insulin dengan baik. Percobaan yang dilakukan selama delapan tahun menunjukkan penurunan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 19% pada wanita yang melakukan diet kaya magnesium, dan 31% pada wanita yang rajin mengonsumsi gandum utuh. Oatmeal juga dapat menurunkan risiko terkena serangan jantung yang merupakan salah satu komplikasi diabetes.
Salah satu jenis oatmeal yang disarankan adalah steel cut oats, yakni kernel oat yang dipotong-potong menjadi bagian kecil. Oat jenis ini memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan oatmeal instan. Steel cut oats juga mengalami pemrosesan paling rendah sehingga membutuhkan waktu lebih lama saat dimasak.
Ikan
Tak hanya kaya akan protein yang membuat Anda merasa kenyang lebih lama, ikan juga mengandung asam lemak omega-3 yang membantu meredakan peradangan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kadar asam lemak omega-3 tertinggi di dalam darahnya akan mengalami inflamasi lebih rendah. Inflamasi dalam tingkat parah dapat memperburuk diatbetes dan menyebabkan masalah berat badan.
Menyertakan ikan dalam diet Anda juga membantu mengurangi risiko terkena berbagai penyakit, terutama stroke yang menjadi salah satu komplikasi diabetes. Berdasarkan penelitian dari Emory University 2010 lalu, orang-orang yang makan ikan panggang atau kukus akan memiliki risiko terkena stroke lebih rendah hingga 3%. Namun, ikan goreng, ikan cepat saji, dan seafood lain yang digoreng justru dapat meningkatkan risiko terkena penyakit yang sama.
Minyak zaitun (olive oil)
Salah satu penelitian di Spanyol yang diterbitkan di jurnal “Diabetes Care” menunjukkan bahwa diet ala Mediterania yang menyertakan minyak zaitun dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 hingga hampir 50% dibandingkan diet rendah lemak. Diet dengan minyak zaitun mampu mencegah resistensi insulin, penimbunan lemak perut, dan penurunan adiponektin.
ADA menyarankan agar penderita diabetes menggunakan minyak zaitun untuk menggantikan lemak tak sehat yang berasal dari mentega, margarin, dan lemak babi. Minyak zaitun juga kaya antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas, serta mencegah terjadinya penyakit jantung.
Sekam psyllium
Psyllium merupakan tumbuh-tumbuhan kaya serat yang berasal dari India. Kulit ari atau sekamnya yang mengandung serat larut air sering digunakan untuk mengobati sembelit dan menurunkan berat badan. Namun tak hanya itu, sekam psyllium juga dapat mengontrol kadar glukosa darah para penderita diabetes.
Salah satu tinjauan dari University of California, San Diego, 2010, yang diterbitkan dalam “Annals of Pharmacotherapy” membenarkan manfaat ini. Mereka yang mengonsumsi psyllium sebelum makan akan mengalami kenaikan kadar gula darah setelah makan sebanyak 2% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak. Namun, para peneliti menyarankan agar penderita menunggu setidaknya 4 jam setelah makan psyllium sebelum minum obat-obatan lain, karena psyllium dapat menghalangi penyerapan obat tersebut.
Kacang cannellini
Hampir semua kacang-kacangan memiliki indeks glikemik rendah serta kaya akan serat dan protein yang bermanfaat bagi penderita diabetes. Namun, kacang cannellini yang sering digunakan dalam berbagai masakan Italia memiliki indeks glikemik yang paling rendah.
Dalam penelitian yang dilakukan di University of Toronto, 2012, sebanyak 121 penderita diabetes tipe 2 melakukan diet sehat dengan mengonsumsi kacang-kacangan atau gandum utuh setiap hari. Tiga bulan kemudian, mereka yang mengonsumsi kacang-kacangan mengalami penurunan tingkat A1c (kadar gula darah rata-rata) hampir 2 kali dibandingkan mereka yang mengonsumsi gandum utuh.
Bayam
Penelitian di Inggris menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi lebih dari satu porsi bayam dalam sehari dan sayuran berdaun hijau lainnya mengalami penurunan risiko hingga 14% dibandingkan mereka yang hanya makan ½ porsi per hari. Pasalnya, sayuran berdaun hijau kaya akan vitamin K serta mineral magnesium, folat, fosfor, potasium, dan seng. Bayam juga mengandung senyawa lutein, zeaxanthin, dan berbagai flavonoid lainnya.
Ubi jalar
Salah satu analisis menemukan bahwa ubi jalar mampu mengurangi HbA1c sebanyak 0,3 hingga 0,57% dan mempercepat pemrosesan glukosa darah sebanyak 10 hingga 15 poin. Ubi jalar juga mengandung antosianin yang merupakan pigmen alami yang memberinya warna oranye gelap. Senyawa yang termasuk antioksidan ini bermanfaat sebagai zat anti peradangan, anti viral, dan anti mikroba. Ubi jalar juga kaya akan vitamin A dan serat. Gunakan ubi jalar sebagai pengganti kentang karena memiliki indeks glukosa lebih rendah.
Kacang kenari (walnut)
Walnut atau kacang kenari mengandung asam lemak tak jenuh bernama alfa-linolenik yang dapat menurunkan peradangan. Kandungan serat, L-arginin, omega-3, vitamin E, dan senyawa fitokimia yang ditemukan dalam walnut dan kacang-kacangan lain membuat mereka berfungsi sebagai zat antioksidan, antikanker, antiviral, dan anti kolesterol tinggi. Khasiat ini dapat mencegah perkembangan kondisi kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.
Penelitian dari Yale University yang diterbitkan dalam jurnal “Diabetes Care”, 2009, menunjukkan bahwa konsumsi walnut sebanyak 56 gram selama 8 minggu dapat memberbaiki fungsi pembuluh darah yang rusak akibat diabetes. Sedangkan penelitian lain dari Australia melaporkan bahwa pasien yang mengonsumsi 30 gram walnut dalam satu tahun mengalami penurunan kadar gula darah puasa lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak.
Kinoa
Kinoa atau sering disebut juga dengan quinoa adalah makanan pokok yang sering digunakan oleh suku Inca. Rasanya mirip seperti gandum, namun kekerabatannya lebih dekat dengan bayam dibandingkan padi. Berbeda dengan sebagian besar gandum, kinoa merupakan sumber protein lengkap yang jumlahnya mencapai 14 gram per ½ cangkir, termasuk sembilan asam amino esensial.
Salah satunya adalah lisin, yang berfungsi menyerap seluruh kalsium pembakar lemak dan membantu menurunkan kolesterol. Kinoa juga merupakan salah satu sumber serat terkaya, mengandung 2,6 gr per ½ cangkir yang membantu menyeimbangkan kadar gula darah dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
Kayu manis
Salah satu studi dalam jurnal “Diabetes Care” menyebutkan bahwa penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi satu gram kayu manis atau lebih secara rutin setiap hari dapat menurunkan kadar gula puasanya sebesar 30% dibandingkan mereka yang tidak. Kayu manis juga membantu menurunkan trigliserida, kolesterol LDL, dan total kolesterol sebanyak 25%.
Hal ini dikarenakan kayu manis kaya akan kromium, mineral yang meningkatkan efek insulin. Kayu manis juga mengandung polifenol, antioksidan pelawan radikal bebas dan mampu menurunkan inflamasi, sehingga menjaga Anda dari diabetes dan penyakit jantung.
Collard greens
Sayuran berdaun hijau gelap seperti collard greens (sejenis sawi) mengandung vitamin C yang berlimpah. Vitamin ini dapat menurunkan kortisol di dalam tubuh dan mengurangi peradangan. Collard greens dan sayuran kubis-kubisan lain seperti kale dan kembang kol juga merupakan sumber asam alfa-lipoic (ALA), mikronutrien yang membantu mengatasi stres. ALA dapat membantu mengurangi kadar gula darah dan menguatkan pembuluh yang rusak akibat diabetes.
Kunyit
Kunyit telah digunakan untuk menjaga kesehatan masyarakat India selama sekitar 5 ribu tahun. Untuk mencegah lonjakan gula darah setelah mengonsumsi nasi putih dan roti tepung yang sering dipakai dalam diet tradisional India, mereka menyertakan kunyit yang mengandung zat aktif Curcumin.
Curcumin diyakini dapat mengatur metabolisme lemak dalam tubuh. Curcumin bekerja pada sel lemak, sel pankreas, sel ginjal, dan sel otot secara langsung dengan meredakan peradangan dan mencegah nekrosis tumor penyebab kanker dan interlukin-6. Para ahli meyakini bahwa kombinasi seluruh faktor ini membuat curcumin mampu mengatasi resistensi insulin, kolesterol dan kadar gula darah yang tinggi, serta gejala lain terkait obesitas.
Buah-buahan citrus
Buah-buahan citrus seperti grapefruit, jeruk, dan lemon mengandung serat dan vitamin C dalam jumlah tinggi. Buah-buahan ini mengandung gula alami fruktosa yang tidak meningkatkan gula darah secara signifikan setelah dikonsumsi. Fiber yang terkandung di dalamnya juga dapat membantu mengontrol gula darah anda. Citrus juga mengandung antioksidan antingerin yang membantu mencegah obesitas, mempertahankan berat badan, dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Tomat
Salah satu penelitian di Australia melaporkan bahwa konsumsi jus tomat setiap hari dapat mengurangi risiko penggumpalan darah yang sering terjadi pada penderita diabetes. Penggumpalan darah ini dapat menyebabkan komplikasi seperti serangan jantung, stroke, dan penyakit berbahaya lainnya yang dapat mengancam jiwa. Tomat pun kaya akan vitamin C, vitamin E, zat besi, dan antioksidan penting lainnya. Tomat juga mengandung likopen dan lutein yang melindungi ginjal dan pembuluh darah dari kerusakan akibat diabetes.
Susu dan yogurt rendah lemak
Selain gula, lemak juga menjadi hal yang harus diperhatikan oleh penderita diabetes. Banyak penderita menderita diabetes tipe 2 karena timbunan lemak jahat di tubuh yang menyebabkan tubuh tidak peka terhadap insulin. Oleh karena itu, ADA menyarankan konsumsi susu dan yogurt redah lemak untuk memenuhui kebutuhan lemak baik, kalsium, dan vitamin D harian Anda.
Penelitian dari University of Cambridge bahkan menunjukkan bahwa konsumsi yogurt rendah lemak dapat menurunkan risiko terkena diabetes hingga 28% dibandingkan tidak memakannya sama sekali. Peneliti juga meyakini bahwa mikroba di dalam yogurt bermanfaat untuk mengurangi peradangan yang sering dialami penderita diabetes.
http://webkesehatan.com/

Daun Saga Sebagai Rempah Herbal

Saga tumbuh liar di hutan, semak belukar, atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan dip agar sebagai tanaman obat. Tanaman Negara tropis dan subtropics ini tumbuh di daerah kering pada tempat – tempat yang sedikit terlindung. Biji saga disebut kacang patern oster, biasa dibuat manik – manik, kalung dan hiasan lainnyakarena bentuknya yang sangat menarik. Namun sangat beracun dan jika tertelan dapat mematikan. Daun saga banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional di berbagai Negara, diantaranya untuk mengobati epilepsy, batuk dan sariawan. Rasa biji pedas, pahit, bersifat netral, astringen, dan sangat beracun ( toksik ). Berkhasiat membunuh parasit, antiradang, peluruh keringat, peluruh dahak, perangsang muntah, dan melancarkan keluarnya nanah. Rasa akar, batang dan daun adalah manis dan sifatnya netral, berkhasiat membersihkan panas, antiradang, peluruh kencing ( diuretic ) dan antitoksik. Akar dapat berkhasiat untuk perangsang muntah ( emetikum ) dan daun dapat menyejukkan kulit dan selaput lender.
Bagianyang digunakan adalah akar, batang, daun, dan biji. Biji dikeringkan untuk pemakaian luar.
Biji menandung beberapa macam alkaloid, baru – baru ini juga dapat diisolasi5 isoflavonquinoses. Kandungan kimia dari akar, batang dan daun saga adalah glycyrrhisic acid. Abrine dalam biji saga merupakan albumin tumbuhan, senyawa ini sangat toksik, larut dalam natrium klorida dan dapat menghambat pertumbuhan ehrlich ascites tumor.
Sebagai obat tradisional saga dapat dipakai dengan cara sebagai berikut :
  • Daun, akar dan batang
    • Direbus untuk diminum
    • Ditumbuk sebagai pengompres bengkak
    • Dikunyah dan dikumur untuk sariwana
  • Biji
    • Ditumbuk untuk pemakaian luar

Manfaat dan khasiat saga :
Daun, batang dan akar digunakan untuk pengobatan : sakit tenggorokan, sariawan, radang amandel, batuk kering, bronchitis, hepatitis virus,kuning, kencing terasa panas dan panas dalam. Sedangkan biji digunakan untuk pemakaian luar yaitu scabies dan jamur.
Efek farmakologi saga :
  • Isoflavoquinones teridentifikasi dari akar saga dapat menghambat penggumpalan trombosit, peradangan dan alergi.
  • Secara in vitro, ekstrak air dari biji saga menghambat HIV-1 reverse transriptase
Perhatian :
Biji saga sangat toksik, jika tertelan dapat menyebabkan pendarahan, peradangan, kerusakan sel hati, ginjal, nyeri lambung, diare, koma, pecahnya dinding sel darah merah, syok dan meninggal.
Penelitian yang telah dilakukan terhadap khasiat dan manfaat daun saga :
  • Berdasarkan laporan penelitian dosen muda Universitas Muhammadiyah Surakarta, Setyo Nurwaini, S.Farm, tahun 2010 : hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan tablet hisap ekstrak etanol daun saga dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphyloccus aureus.
  • Penelitin Prajogo dkk dari litbang Depkes tahun 1993 telah melakukan uji aktivitas antimikroba daun saga (Abrus precatorius) yang dalam etnofarmakognosi digunakan sebagai obat batuk dan sariawan. Uji antimiktoba dilakukan dengan metode dilusi dalam media agar pada”96 multiwellplate”. Fraksi butanol dari ekstrak methanol-air yang telah dicuci dengan eter, tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap staphylococcus aureus, streptococcus pygenes, pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli, namun menunjukkan aktivitas anti jamur yang potensian terhadap candida albicans dan aspergillus flavus.
Pustaka.
  • Dalimartha, setiawan. 2008. Atlas Tumbuhan Obat Indnesia Jilid 5. Jakarta:Pustaka Bunda
  • Prajogo, Bambang dkk. 1993. Aktivitas antimikroba daun Abrus precatorius. E- Journal Litbang Depkes2(2).
  • Nurwaini, Setyo. 2010. Formulasi Tables Hisap EkstrakDaun Saga (Abrus precatorius):Pengaruh Kadar Bahan Pengikat terhadap Sifat Fisik Tablet dan uji aktivitas antibakteri, Laporan Penelitian Dosen Muda. Universitas Muhammadiyaj Surakarta

CIRI-CIRI TANAMAN SAGA

BATANG
Ciri batang saga berukuran kecil dan merambat pada inang membelit-belit ke arah kiri
DAUN
Ciri daun saga daunnya majemuk, berbentuk bulat telur serta berukuran kecil-kecil, Daun Saga bersirip ganjil dan memiliki rasa agak manis.
BUNGA
Ciri bunga saga bunganya berwarna ungu muda dengan bentuk menyerupai kupu-kupu, dalam tandan bunga.
BUAH dan BIJI
Ciri buah saga mempunyai buah polong berisi biji-biji yang berwarna merah dengan titik hitam mengkilat dan licin
buah dan biji saga

bunga saga

tanaman rambat saga 
DESKRIPSI TANAMAN SAGA
Saga termasuk jenis tumbuhan perdu, Biji Saga mengandung zat racun yang disebut abrin, sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk pembibitan. Sedang bunganya berwarna ungu muda dengan bentuk menyerupai kupu-kupu, dalam dukungan tandan bunga.
Daun saga yang berasa manis berkhasiat atasi sariawan. Namun, awas, jangan sampai bijinya yang beracun tertelan karena bisa menyebabkan kematian.
Dahulu biji saga dipakai sebagai penimbang emas karena beratnya yang selalu konstan. Daunnya dapat dimakan dan mengandung alkaloid yang berkhasiat bagi penyembuhan reumatik.
Tumbuhan ini banyak tumbuh secara liar di hutan-hutan, ladang-ladang atau sengaja dipelihara di pekarangan. Tumbuh dengan baik pada daerah dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.
Saga pohon (Adenanthera pavonina) adalah pohon yang buahnya menyerupai petai (tipe polong) dengan bijinya kecil berwarna merah. Tumbuhan ini berasal dari Asia Selatan namun sekarang telah tersebar pantropis.

B. KOMPOSISI/KANDUNGAN ZAT TANAMAN SAGA

Berikut ini adalah kandungan kimia dari tanaman saga
Daun maupun akar mengandung protein, vitamin A,B1, B6, C, kalsium oksalat, glisirizin, flisirizinat, polygalacturomic acid dan pentosan.
Daun, batang dan biji : saponin dan flavonoid.
Batang : polifenol.
Biji : tannin.
Akar : alkaloid, saponin dan polifenol.

C. KHASIAT DAN MANFAAT TANAMAN SAGA

Banyak khasiat lain bisa diperoleh dari tumbuhan itu, antara lain berkhasiat sebagai pereda batuk pada bayi. Daun saga juga dapat membuat bayi tidur lebih nyenyak dan tidak rewel.
Khasiat daun saga untuk batuk adalah sebagai obat herbal untuk mengatasi batuk kering, Tanaman itu juga mempunyai efektivitas ekspektoran yang memacu sekresi mukrosa dari trakea, Kandungan senyawanya mampu mengeluarkan dahak dan melegakan tenggorokan gatal.
Daun saga mempunyai kandungan glycyrrhicic acid yang memiliki sifat menyejukkan kulit dan selaput lendir pada tenggorokan.
RAMUAN-RAMUAN OBAT MENGGUNAKAN SAGA
  1. Saga untuk mengobati Amandel
    Bahan: akar saga secukupnya, 1 potong kayu manis dan gula batu secukupnya.
    Cara membuat: semua bahan tersebut direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal separuhnya. Disaring dan diminum 2 kali sehari 1 gelas, pagi dan sore.
  2. Saga untuk mengobati Radang Mata
    Bahan: 1 genggam daun saga.
    Cara membuat: daun saga digiling halus, kemudian direbus dengan 2 gelas air untuk diambil uapnya. Uap air daun saga tersebut dipakai untuk obat tetes mata.
  3. Saga untuk mengobati Sariawan
    Bahan: daun saga secukupnya.
    Cara Membuat: daun saga yang masih baru dipetik dijemur beberapa menit agar agak layu. Kemudian daun diikunyah-kunyah sampai halus sambil untuk kumur, namun jangan sampai ditelan
  4. Saga sebagai Penyehat rambut
    Daun dan biji saga yang dibuat pasta bisa digunakan untuk menyehatkan rambut. Caranya dengan mengoleskan pasta itu ke kepala, biarkan satu jam, kemudian keramas.
  5. Saga untuk mengobati Radang tenggorokan
    Ambil 4 gram daun saga kering atau 7 gram daun segar, cuci bersih, rebus dengan tiga gelas air hingga mendidih. Setelah agak dingin, saring, lalu minum airnya. Tambahkan air jeruk nipis atau madu jika suka.
  6. Saga untuk Jantung
    Gunakan 8 gram daun saga manis dan 10 gram daun sembung. Tambahkan 5 gram kencur, lalu rebus dengan 400 ml air. Kemudian minum air rebusan itu.
  7. Saga untuk Hipertensi
    Ambil beberapa genggam daun saga, daun kaki kuda, daun selamagi, buah waluh putih, dan daun kejibeling. Rebus dengan empat gelas air hingga tersisa dua gelas. Setelah itu saring dan minum. Ulangi hingga sembuh.
  8. Saga untuk mengobati Panas Dalam
    Caranya ambil daun saga kira-kira 15 tangkai daun saga kemudian cuci daun saga hingga bersih selanjutnya rebuslah daun saga dengan menggunakan air 2 gelas hingga mendidih sisakan air rebusan daun saga ½ gelas dinginkan dan saring minumlah rebusan daun saga satu kali sehari.
  9. Saga untuk mengobati Obat Batuk Kering
    Caranya ambil daun saga secukupnya cuci hingga bersih tambahkan daun asam,kayu manis selanjutnya rebus daun saga dengan 2 gelas air hingga mendidih sisakan ½ gelas kemudian dinginkan dan saring rebusan daun saga minumlah sehari 2 kali dengan komposisi ½ gelas.
  10. Saga untuk mengobati Bronkitis
    Caranya ambil daun saga kira-kira 15 lembar yang masih segar atau baru saja metik dari pohonnya cuci hingga bersih selanjutnya daun saga yang sudah di persiapkan rebus dengan 2 gelas air hingga mendidih sisakan 1 gelas setelah dingin kemudian anda saring dan minumlah satu hari satu kali.
http://www.tanobat.com/

Tuesday, May 3, 2016

3 Healthy, Homemade Treats for Your Dog

By Brianna Steinhilber

Whether your pooch suffers from allergies or you’re just looking for a healthy treat, these tasty recipes will get two paws up.
Any pet parent will tell you that their dog is just as much a part of the family as any two-legged member — which means they’re just as concerned about their health. And making smart choices about what is, and isn't, in your pet's dish is one of the best ways to keep your best friend healthy. Luckily, you can still spoil your pup with a tasty snack without sacrificing their health.

Instead of giving into beggars with table scraps and processed treats, whip up one of these desserts from Home Cooking for Your Dog: 75 Holistic Recipes for a Healthier Dog. Designed with dogs' nutritional needs in mind, they are full of delicious flavor and made with healthy ingredients you can easily find in the grocery store.

Ruby’s Red Velvet Cake

Makes 1 (8-by-8-inch) cake

Ingredients:
3 medium red beets
1/2 cup carob powder
1/2 cup hot water
2 cups whole wheat flour
1/2 cup sunflower seed oil
2 large eggs
1 5-ounce can of tuna in water, drained
2 cups low-fat Greek yogurt

Preheat the oven to 350F. Coat an 8-by-8-inch baking pan with nonstick cooking spray.

Place the beets in a small saucepan with enough water to cover. Bring the water to a boil and cook for about 45 minutes, or until the beets are tender. Set aside to cool. Once cooled, peel then dice the beets. Puree the diced beets in a food processor. Set aside. You should have about 2 cups of beet puree.

In a large bowl, combine the carob powder and hot water and stir until smooth. Add the beet puree, flour, oil, tuna, and eggs and mix well.

Pour the batter into the prepared pan and distribute it evenly. Bake it for 40 minutes, until golden brown on top. Allow the cake to cool completely in the pan, about 30 minutes, before serving. Once the cake is cooled, ice the top with the yogurt. Cut pieces about 2 inches square, then break up a piece in your dog’s bowl and serve. Cover the leftovers with foil and refrigerate for up to 3 days or freeze for up to 3 months.

Paco’s Peanut Butter Cups
Makes 3 dozen

Ingredients:
2 large eggs
2 cups quick-cooking oats
1 cup shredded part-skim mozzarella cheese
1/2 cup creamy peanut butter
1/4 cup hot water

Preheat the oven to 325F. Coat a baking sheet with nonstick cooking spray or line it with parchment paper.

In a large bowl, beat the eggs. Add the oats, mozzarella, peanut butter, and water and mix well.

Drop rounded tablespoons of dough onto the prepared baking sheet about 1/2 inch apart from each other. (Spray or line a second baking sheet if you run out of room on the first.) Bake them for 15–18 minutes, until slightly hardened. Allow the treats to cool on the baking sheet for 30 minutes before serving. Refrigerate them in an airtight container for up to 3 days or freeze for up to 3 months.

Bacon and Cream Cheese Muffins
Makes 12 muffins

Ingredients:
8 ounces turkey bacon
2 cups whole wheat flour
1 tablespoon baking powder
1 cup light coconut milk
1/4 cup sunflower seed oil
2 large eggs, beaten
3⁄4 cup cream cheese, at room temperature

Preheat the oven to 400F. Line a 12-cup muffin tin with paper liners and coat each one with nonstick cooking spray.

Place the turkey bacon in a food processor and pulse to roughly chop it.

In a large bowl combine the flour and baking powder and mix well. Add the bacon, coconut milk, oil, and eggs and mix well.

Fill each muffin cup almost to the top with batter. Bake them for 25–30 minutes, until golden brown on top. Allow the muffins to cool for 30 minutes before serving. Once cooled, ice each muffin with 1 tablespoon of the cream cheese. Cover the leftovers with foil and refrigerate them for up to 3 days or freeze for up to 3 months.

http://www.everydayhealth.com/

Friday, April 29, 2016

The Health Benefits of Water

By Jen Laskey | Medically reviewed by Sanjai Sinha, MD

Did you know that your body weight is approximately 60 percent water? Your body uses water in all its cells, organs, and tissues to help regulate its temperature and maintain other bodily functions. Because your body loses water through breathing, sweating, and digestion, it's important to rehydrate by drinking fluids and eating foods that contain water. The amount of water you need depends on a variety of factors, including the climate you live in, how physically active you are, and whether you're experiencing an illness or have any other health problems.



Water Protects Your Tissues, Spinal Cord, and Joints

Water does more than just quench your thirst and regulate your body's temperature; it also keeps the tissues in your body moist. You know how it feels when your eyes, nose, or mouth gets dry? Keeping your body hydrated helps it retain optimum levels of moisture in these sensitive areas, as well as in the blood, bones, and the brain. In addition, water helps protect the spinal cord, and it acts as a lubricant and cushion for your joints.

Water Helps Your Body Remove Waste

Adequate water intake enables your body to excrete waste through perspiration, urination, and defecation. The kidneys and liver use it to help flush out waste, as do your intestines. Water can also keep you from getting constipated by softening your stools and helping move the food you've eaten through your intestinal tract. However, it should be noted that there is no evidence to prove that increasing your fluid intake will cure constipation.

Water Aids in Digestion

Digestion starts with saliva, the basis of which is water. Digestion relies on enzymes that are found in saliva to help break down food and liquid and to dissolve minerals and other nutrients. Proper digestion makes minerals and nutrients more accessible to the body. Water is also necessary to help you digest soluble fiber. With the help of water, this fiber dissolves easily and benefits your bowel health by making well-formed, soft stools that are easy to pass.

Water Prevents You From Becoming Dehydrated

Your body loses fluids when you engage in vigorous exercise, sweat in high heat, or come down with a fever or contract an illness that causes vomiting or diarrhea. If you're losing fluids for any of these reasons, it's important to increase your fluid intake so that you can restore your body's natural hydration levels. Your doctor may also recommend that you drink more fluids to help treat other health conditions, like bladder infections and urinary tract stones. If you're pregnant or nursing, you may want to consult with your physician about your fluid intake because your body will be using more fluids than usual, especially if you're breastfeeding.

How Much Water Do You Need?

There's no hard and fast rule, and many individuals meet their daily hydration needs by simply drinking water when they're thirsty, according to a report on nutrient recommendations from the Institute of Medicine of the National Academies. In fact, most people who are in good physical health get enough fluids by drinking water and other beverages when they're thirsty, and also by drinking a beverage with each of their meals, according to the Centers for Disease Control and Prevention. If you're not sure about your hydration level, look at your urine. If it's clear, you're in good shape. If it's dark, you're probably dehydrated.

http://www.everydayhealth.com/

Wednesday, April 27, 2016

Kiat Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat Dalam 7 Hari

                 Kesehatan merupakan aset yang harus dijaga. Mengonsumsi makanan sehat dan rutin berolahraga adalah beberapa cara untuk menjaganya. Makanan berkontribusi menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan sebesar 80 persen. Salah satu masalah kesehatan yang datang dari makanan tidak sehat adalah tertimbunnya kolesterol jahat (LDL), di mana hal ini bisa mengganggu kelancaran peredaran darah. Apabila tidak dikelola dengan baik, kolesterol ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti batu empedu, hipertensi, hingga serangan jantung.

Menurunkan kadar kolesterol jahat dalam 7 hari

           Apabila kadar kolesterol jahat dalam tubuh anda sudah mencapai angka bahaya, maka mulai dari sekarang sebaiknya anda berpikir untuk menurunkannya. Adapun cara untuk mengatasinya tidak terlalu susah. Berikut ini adalah panduan diet dari Lisa Guy, seorang ahli gizi, yang bisa anda terapkan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat hanya dalam tujuh hari saja. Berikut penjelasannya.

Senin
              Di hari pertama ini anda disarankan untuk mengonsumsi sayuran dan buah yang kaya nutrisi penting. Sayur dan buah kaya akan serat yang mempunyai efek untuk menyerap kolesterol jahat. Konsumsilah sayuran dan buah yang bervariasi setiap harinya agar tidak bosan.

Selasa
               Kurangi asupan makanan yang mengandung lemak tidak sehat, lemak trans, dan lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol darah. Membatasi asupan makanan cepat saji maupun junk food adalah salah satu caranya. Di samping itu, pilihlah minyak sehat seperti minyak zaitun untuk menggantikan mentega, lalu pilih juga produk susu yang rendah lemak, serta hindari lemak dari kulit unggas dan daging.

Rabu
              Masaklah makanan dengan minyak zaitun, karena minyak ini mengandung lemak tak jenuh tunggal yang sehat. Minyak sehat ini mempunyai ambang batas oksidasi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan minyak tak jenuh tunggal lainnya serta lebih stabil pada suhu yang tinggi. Hal ini membuat minyak zaitun lebih tahan terhadap pembentukan lemak trans dan hidrogenerasi. Lemak tak jenuh tunggal dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah.

Kamis
              Konsumsi bawang putih lebih banyak. Penelitian menunjukkan bahwa bawang putih dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Bawang putih juga berkontribusi dalam mengencerkan darah yang pada akhirnya dapat membantu mengurangi risiko jantung. Penelitian lain menunjukkan bahwa di beberapa negara yang mayoritas penduduknya memiliki kebiasaan makan bawang putih setiap hari diketahui mempunyai risiko penyakit jantung yang rendah.

Jumat
              Konsumsi lebih banyak sayur dari keluarga kacang-kacangan seperti kacang polong, kacang lentil, dan buncis. Makanan-makanan tersebut sangat baik untuk orang yang kadar kolesterolnya tinggi. Selain rendah lemak, sayuran tersebut kaya nutrisi penting seperti zat besi, lemak tak jenuh, dan vitamin B. Lebih jauh lagi, sayuran tersebut mengandung serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.

Sabtu
               Sarapanlah dengan oatmeal. Oatmeal adalah makanan kaya serat yang baik bagi kesehatan jantung. Oat mengandung nutrisi penting seperti zat besi, vitamin E, dan vitamin B. Oat merupakan sumber serat larut yang dapat menurunkan kadar kolesterol dan memperkecil risiko penyakit jantung.

Minggu
               Konsumsilah kacang-kacangan yang mengandung lemak tak jenuh. Pilihlah kacang yang rendah lemak seperti hazelnut, walnut, dan almond. Sebagaimana yang telah dijelaskan bahwa makanan yang mengandung lemak tak jenuh memiliki potensi untuk mengurangi kadar kolesterol jahat.

http://www.artikelkesehatan99.com/