Friday, August 24, 2018

AVITAMINOSIS


              Apabila makanan yang dimakan kurang zat gizinya, hal itu dapat mengakibatkan kekurangan vitamin. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit yang disebut dengan istilah AVITAMINOSIS. Ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin dalam tubuh manusia.

Avitaminosis A
            Penyakit ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A dalam tubuh. Vitamin A baik untuk mata, metabolisme protein, dan proses pertumbuhan tubuh. Sumber vitamin A adalah diantaranya telur, minyak ikan, hati, sayur mayur, buah-buahan segar. Bila tubuh kurang mengkonsumsi vitamin A akibatnya dapat berpengaruh pada mata. Penglihatan jadi berkurang. Kadang-kadang penderita menabrak benda-benda yang ada di depannya jika berjalan di dalam cahaya yang samar-samar. Keadaan ini disebut juga rabun senja.
            Pada tingkat lanjut selaput lendir mata atau Conjutiva tampak mengering. Di bagian kiri dan kanan biji mata terlihat noda putih mengkilat seperti sisik ikan. Kulit juga tampak mengering. Keadaan ini disebut juga XEROPHTALMIA. Pada taraf ini penyakit masih bisa disembuhkan.
Tapi bila penyakit ini tidak diobati, keadaan dapat menjadi lebih parah. Kornea mata luka, keruh, dan lunak yang kemudian akan menembus keluar. Keadaan ini disebut KERATOMALASIA. Kelainan ini juga merupakan salah satu sebab utama dari kebutaan.
Selain berpengaruh pada mata, kekurangan vitamin dapat menyebabkan perubahan pada jaringan pelapis (epithel). Epithel selaput lendir dari saluran pernapasan, saluran air kencing, dan saluran pencernaan mengalami perubahan. Apabila sudah terjadi penyakit kekurangan vitamin A, pengobatan harus dilakukan oleh seorang dokter. Pengobatan dilakukan dengan memberikan tambahan vitamin A dosis tinggi dan memperbaiki menu makanan.
google image

Avitaminosis B
            Kekurangan vitamin B1 atau thiamin dalam jumlah sedikit dapat menyebabkan gangguan pada metabolisme karbohidrat sehingga pencernaan anak agak terganggu. Penderita sukar buang air besar, kurang nafsu makan, dan merasa cepat lelah. Kekurangan yang berat dapat mengakibatkan penyakit    beri-beri. Biasanya tungkai kaki merasa cepat lelah jika harus berjalan jauh, timbul rasa kesemutan pada kaki dan tangan, wajah pucat, dan sesak napas. Tungkai bawah membengkak dan bila ditekan akan meninggalkan lekukan. Kadang-kadang timbul pula kelainan pada jantung. Jantung membesar, berdetak lebih cepat, napas sesak.
            Selain anak-anak dan orang dewasa, bayi pun dapat terkena penyakit beri-beri. Hal ini disebabkan ibu yang menyusui bayinya tidak cukup mendapat thiamin dalam makanan sehari-hari sehingga kadar thiamin dalam air susu ibu sangat rendah dan kebutuhan bayi tidak terpenuhi. Pada bayi gejala ini dapat datang tiba-tiba dengan tanda-tanda wajah pucat, agak kebiruan, napas cepat, suara tangisnya lemah dan kecil, serta kadang-kadang disertai kejang. Untuk pencegahannya sebaiknya bayi segera dibawa ke dokter bila bayi menunjukkan gejala tersebut di atas. Di samping itu perbanyaklah makan kacang-kacangan, daging, telur, susu, dan sayuran hijau setiap hari dalam jumlah cukup.
google image

Avitaminosis C
            Vitamin C dalam tubuh berguna untuk pembentukan jaringan tubuh terutama jaringan penghubung, tulang, dan gigi, pembentukan butir-butir darah merah, untuk berbagai reaksi kimia dalam tubuh serta menjaga daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi. Gejala kekurangan vitamin C dapat membuat kurang nafsu makan, berat badan berkurang, dan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi berkurang. Gejala selanjutnya adalah timbul pendarahan pada gusi. Gusi bengkak berwarna merah biru dan ini terlihat di belakang gigi sebelah bawah. Bila keadaan ini dibiarkan saja, akan timbul pendarahan “subperiostal” (antara tulang dan selaput tulang), sehingga penderita merasa sakit bila kakinya dipegang. Kaki menjadi bengkak dan sukar digerakkan.
            Pengobatan dilakukan dengan memberikan vitamin C dalam jumlah cukup (100 – 200 mg) selama beberapa waktu. Selain pemberian vitamin C, banyak makan buah dan sayuran juga ikut membantu penyembuhan. Bagi ibu-ibu dianjurkan agar jangan membiasakan anak minum susu kaleng yang disterilkan, karena sebagian kadar vitamin C nya sudah hilang. Juga bila memasak sayuran, jangan terlalu lama karena kadar vitamin C bisa hilang.
google image

Avitaminosis D
            Vitamin D diperlukan dalam penyerapan dan metabolisme zat kapur dan zat phospor, serta pembentukan tulang dan gigi. Sinar matahari ultra violet dapat mengubah cholesterol dalam kulit menjadi vitamin D. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan penyakit Rachitis, yaitu kelainan pada pertumbuhan tulang. Gejala penyakit ini tergantung pada masa penderita mengalami kekurangan vitamin D. Umumnya penyakit ini ditandai dengan pembentukan tulang yang tidak sempurna. Pada bayi di bawah usia 6 bulan, tulang tengkorak terasa lunak, terutama tulang belakang kepala. Gejala ini disebut craniotabes. Pada bayi usia 6 – 12 bulan penyakit ini tampak nyata pada tulang dada. Tulang dada dapat menonjol ke depan sehingga dada tampak seperti tertarik ke dalam. Begitu pula tulang belakang seperti akan jatuh karena ruas tulangnya sangat lunak, sehingga tulang belakang melengkung ke belakang atau ke sisi. Keadaan ini biasanya baru timbul bila anak mulai belajar duduk.
            Pada bayi usia satu tahun terlihat pertumbuhan gigi yang terlambat, bayi terlambat belajar duduk atau berjalan karena otot-ototnya lunak. Tengkorak kepala dan tulang ubun-ubun menonjol ke depan, dan keringat banyak keluar. Bila bayi sudah berusia di atas satu tahun kelainan ini akan tampak pada kedua anggota pergelangan tangan, dan mata kakinya acapkali bengkok. Kekurangan vitamin D untungnya jarang dijumpai di Indonesia, karena cukup banyak sinar matahari menyinari anak-anak. Namun demikian di beberapa daerah yang mempunyai kebiasaan menghindarkan anak-anak dari sinar matahari banyak dijumpai penyakit Rachitis. Pengobatan dilakukan dengan menjemur anak dalam sinar matahari dan makan makanan yang banyak mengandung vitamin D.
google image

Avitaminosis E
            Meskipun belum ada bukti kuat, namun vitamin E sering dianggap berpengaruh untuk melawan kemandulan dan mencegah keguguran. Vitamin ini terdapat hampir pada semua bahan makanan. Penelitian pada binatang yang makanannya kurang mendapat vitamin E menunjukkan kemandulan. Hewan betina yang kekurangan vitamin ini sel telurnya akan mengalami degenerasi, sedangkan pada hewan jantan mengakibatkan penghambatan dalam pembentukan sel sperma.

Lebih baik makan buah atau sayuran daripada vitamin buatan
            Telah dikatakan bahwa vitamin sangatlah penting untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan tubuh. Namun ini tidak berarti kita boleh menelan vitamin sebanyak-banyaknya. Kebanyakan makan vitamin dapat mengakibatkan keracunan. Umumnya vitamin B dan C yang larut dalam air dianggap tidak beracun. Meskipun begitu beberapa laporan menunjukkan bahwa bisa timbul akibat buruk karena dosis yang tinggi. Misalnya kelebihan vitamin C bisa menyebabkan mencret dan dalam keadaan tertentu dapat menunjang pembentukan batu ginjal. Pemakaian dosis yang berlebih dalam waktu lebih dari beberapa minggu atau bulan dapat menyebabkan tertimbunnya vitamin ini sampai tingkat yang sifatnya beracun. Untuk mencegah timbulnya keracunan akibat kebanyakan vitamin sebaiknya makanlah sayuran atau buah dalam jumlah yang cukup. Bila kebutuhan vitamin sudah tercukupi melalui makanan alami, tidak perlu lagi menambah vitamin buatan. Penambahan vitamin buatan sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dokter.
Oleh :  Sutriono          


Monday, February 5, 2018

10 steps to a healthy pregnancy

Pregnancy is an ideal time to start taking really good care of yourself both physically and emotionally. If you follow the few simple guidelines below, you should give yourself the best chance of having a problem-free pregnancy and a healthy baby.

1. See your doctor or midwife as soon as possible

As soon as you find out you're pregnant, get in touch with your GP or a midwife to organise your antenatal care. Organising your care early means you'll get good advice for a healthy pregnancy right from the start. You'll also have plenty of time to organise any ultrasound scans and tests that you may need.

2. Eat well

Aim to eat a healthy, balanced diet whenever you can. Try to have: 
  • At least five portions of fruit and vegetables daily.
  • Plenty of carbohydrates, such as bread, pasta and rice, as the basis of your meals. Choose wholegrain carbohydrates rather than white, so you get plenty of fibre.
  • Daily servings of protein, such as fish, lean meateggsnuts or pulses, and some milk and dairy foods.
  • Two portions of fish a week, at least one of which should be oily. Fish is packed with protein, vitamin D, minerals and omega-3 fatty acids. Omega-3 fatty acids are important for the development of your baby's nervous system.
You don't need to eat for two when you're pregnant. You don't need extra calories for the first six months of pregnancy. In the last three months you'll need about an extra 200 calories a day. You can keep up your energy levels with healthy snacks

See our pregnancy meal planners for each trimester.

3. Take a supplement

Pregnancy vitamin supplements aren't a substitute for a balanced diet. But they can help if you're worried you're not eating well, or you're too sick to eat much

Make sure your supplement contains 400 micrograms (mcg) of folic acid. You need this while you're trying for a baby and for the first three months of pregnancy. Taking folic acid reduces the risk of your baby developing a neural tube defect such as spina bifida

Also, check that your supplement contains 10mcg of vitamin D. Vitamin D is important for your baby's future bone health. 

Talk to your GP or a pharmacist before taking an antenatal supplement. If you don't take a multivitamin for pregnant women, you can buy folic acid and vitamin D supplements separately. 

If you're on a low income, you might be able to get pregnancy vitamin supplements free of charge under the government's healthy start scheme. Go to www.healthystart.nhs.uk for more information. 

If you don't eat fish, fish oil supplements may be helpful. Choose a supplement made from the body of the fish, not the liver. This is because fish liver oils (such as cod liver oil) may contain the retinol form of vitamin A, which isn't recommended in pregnancy.

4. Be careful about food hygiene

There are some foods it's safest not to eat in pregnancy. This is because they can carry a health risk for your baby. 

Listeriosis is an infection caused by listeria bacteria. It's rare and doesn't usually pose a threat to your health. However, it can cause pregnancy or birth complications. Listeriosis can even lead to miscarriage

The following foods may harbour listeria and so are best avoided: 
  • pate of any type
  • unpasteurised milk
  • undercooked ready meals
  • soft, mould-ripened cheeses, such as brie
  • blue-veined cheeses, such as roquefort
As listeria bacteria are destroyed by heat, make sure you heat ready meals thoroughly

Salmonella can cause food poisoning. You can catch it from eating: 
Cook eggs until the white and yolk are solid. Thoroughly wash utensils, boards and your hands after handling raw poultryFood hygiene is especially important now you're pregnant. Toxoplasmosis is an infection caused by a parasite. It's also rare, but it can affect your unborn baby. You can cut down your risk of catching it by: 

5. Exercise regularly

Regular exercise has many benefits for mums-to-be. It can: 
Good exercise choices for pregnancy include: 
If you play sport, you can continue as long as it feels comfortable for you. However, if your particular sport carries a risk of falls or knocks, or extra stress on your joints, it's best to stop. Talk to your GP if you're unsure.

6. Begin doing pelvic floor exercises

Your pelvic floor comprises a hammock of muscles at the base of your pelvis. These muscles support your bladder, vagina and back passage. They can feel weaker than usual in pregnancy because of the extra pressure upon them. Pregnancy hormones can also cause your pelvic floor to slacken slightly. 

Weak pelvic floor muscles put you at risk of developing stress incontinence. This is when small amounts of urine leak out when you sneeze, laugh or exercise

Strengthening your muscles by doing pelvic floor exercises regularly throughout your pregnancy can help. Having a toned pelvic floor may help your baby's birth go more smoothly too. You'll feel the benefit if do eight pelvic floor squeezes, three times a day.

7. Cut out alcohol

Any alcohol you drink rapidly reaches your baby via your blood stream and placenta. 

There is no way to know for sure how much alcohol is safe during pregnancy. That's why many experts advise you to cut out alcohol completely while you're expecting

It's particularly important to avoid alcohol during the first trimester, as drinking during this stage can increase your risk of miscarriage. If you do decide to drink after your first trimester, stick to no more than one or two units of alcohol, no more than once or twice a week

Drinking heavily or binge drinking during pregnancy is especially dangerous for your baby. Mums-to-be who drink heavily on a regular basis are more likely to give birth to a baby with fetal alcohol spectrum disorders (FASD). These are problems ranging from learning difficulties to more serious birth defects.

8. Cut back on caffeine

Coffee, tea, cola and energy drinks are mild stimulants. There are concerns that too much caffeine may increase your risk of miscarriage. It's also thought possible that too much caffeine may contribute to your risk of having a low-birth-weight baby. 

Current guidelines state that up to 200mg of caffeine a day won't hurt your baby. That's the equivalent of two mugs of instant coffee. 

As with alcohol, you may prefer to cut out caffeine altogether, particularly in the first trimester. Decaffeinated tea and coffee, fruit teas and fruit juices are all safe alternatives.

9. Stop smoking

Smoking during pregnancy can cause serious health problems, for you and your baby. These risks include an increased risk of: 
Smoking may even be associated with the loss of a baby at birth

Smoking makes the following pregnancy complications more likely: 

If you smoke, it's best to stop, for your own health and that of your baby. The sooner you stop smoking, the better, but it's never too late. Even stopping in the last few weeks of your pregnancy can benefit you both. Watch a video about how smoke reaches your unborn baby

Ask your GP or midwife to help you with ways to give up. You can also call the confidential NHS pregnancy smoking helpline on 0800 1699 169 or visit www.gosmokefree.nhs.uk.

10. Get some rest

The fatigue you feel in the first few months is due to high levels of pregnancy hormones circulating in your body. Later on, it's your body's way of telling you to slow down. 

If you can't sleep at night, try to take a quick nap in the middle of the day to catch up. If that's impossible, at least put your feet up and try to relax for 30 minutes. 

If backache is disturbing your sleep, try lying on your left-hand side with your knees bent. Placing a wedge-shaped pillow under your bump may help ease the strain on your back

Exercise may also give you some relief from backache. It can help with sleep problems, too, as long as you don't exercise too close to bedtime

To wind down ready for bed, try relaxation techniques, which are safe in pregnancy, such as: 
Always let your exercise teacher know that you're pregnant or, ideally, choose classes tailored to pregnant women. 

Learn more about diet and exercise in pregnancy, or check out our 50 reasons to be glad you're pregnant.

KEJANG DEMAM PADA ANAK

dr. Tri Wahyuningrum


Kejang demam selalu menjadi momok bagi orang tua. Fenomena yang terjadi pada saat anak kejang yaitu mata mendelik, kaku kelojotan, dan lidah tergigit, tak ayal membuat orang tua panik.

Apakah kejang demam itu?
            Kejang demam adalah kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh 38 derajat celcius atau lebih yang disebabkan proses di luar otak. Kejang demam merupakan penyakit yang sering dijumpai pada anak dan merupakan gangguan kejang tersering pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Faktor penyebab kejang demam antara lain adalah derajat demam, umur, dan genetik.
            Kejang demam dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. Kejang demam sederhana adalah kejang kurang dari 15 menit, tidak berulang, dan kejangnya mengenai seluruh tubuh (kelojotan). Kejang demam sederhana merupakan bentuk yang paling sering ditemukan dan memiliki resiko komplikasi rendah. Sedangkan kejang demam kompleks adalah kejang demam adalah kejang lebih dari 15 menit yang dapat berulang dalam 24 jam, dan kejangnya hanya mengenai satu atau beberapa bagian tubuh.

Apa penyebab kejang demam?
            Penyebab kejang demam adalah demam yang terjadi secara mendadak. Demam dapat disebabkan infeksi bakteri atau virus, misalnya infeksi saluran napas atas. Tidak diketahui secara pasti mengapa demam dapat menyebabkan kejang pada satu anak dan tidak pada anak lainnya, namun diduga ada faktor genetik yang berperan. Setiap anak juga memiliki suhu ambang kejang yang berbeda, ada yang kejang pada suhu tubuh 38 derajat celcius, ada pula yang baru mengalami kejang pada suhu 40 derajat celsius.

Apa yang terjadi bila anak kejang?
            Sebagian besar kejang demam merupakan kejang umum. Bentuk kejang umum yang sering dijumpai adalah mata mendelik atau terkadang berkedip – kedip, kedua tangan dan kaki kaku, terkadang diikuti kelojotan, dan saat kejang anak tidak sadar tidak memberi respons apabila dipanggil atau diperintah.

Apa yang harus dilakukan bila anak kejang?
            Bila melihat anak kejang, usahakan untuk tetap tenang dan lakukan hal – hal berikut :
1.      Letakkan anak di tempat yang aman, jauhkan dari benda – benda berbahaya seperti listrik dan pecah belah
2.      Baringkan anak dalam posisi miring agar makanan, minuman, muntahan, atau benda lain yang ada dalam mulut akan keluar sehingga anak terhindar dari bahaya tersedak.
3.      Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut. Memasukkan sendok, kayu, jari orang tua, atau benda lainnya ke dalam mulut, atau memberi minum anak yang sedang kejang, beresiko menyebabkan sumbatan jalan napas apabila luka
4.      Jangan berusaha menahan gerakan anak atau menghentikan kejang dengan paksa, karena dapat menyebabkan patah tulang
5.      Amati apa yang terjadi saat anak kejang, karena ini dapat menjadi informasi berharga bagi dokter, sambil bawa anak ke pelayanan kesehatan terdekat
6.      Apabila anak sudah pernah kejang demam sebelumnya, dokter mungkin akan membekali orang tua dengan obat kejang yang dapat diberikan melalui dubur. Setelah melakukan langkah – langkah pertolongan pertama di atas obat tersebut dapat diberikan sesuai instruksi dokter.

Bagaimana cara mencegah kejang demam?
         Pencegahan kejang demam yang pertama tentu dengan usaha menurunkan suhu tubuh apabila anak demam. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan obat penurun panas, misalnya parasetamol atau ibuprofen. Hindari obat dengan bahan aktif asam asetilsalisilat, karena obat tersebut dapat menyebabkan efek samping serius pada anak. Pemberian kompres air hangat (bukan dingin) pada dahi, ketiak, dan lipatan siku juga dapat membantu.
         Sebaiknya orang tua memiliki termometer di rumah dan mengukur suhu anak saat sedang demam. Pengukuran suhu berguna untuk menentukan untuk menentukan apakah anak benar mengalami demam dan pada suhu berapa kejang demam timbul.
         Pengobatan jangka panjang hanya diberikan pada sebagian kecil kejang demam dengan kondisi tertentu.
         Pada umumnya kejang demam adalah penyakit yang tidak membahayakan dan memiliki resiko komplikasi yang rendah. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain adalah kejang demam berulang, epilepsi, penurunan IQ, dan gangguan neurologis.



Kejang yang perlu diwaspadai ?
         Tidak semua kejang yang disertai demam adalah kejang demam. Apabila terjadi kejang disertai demam di luar rentang usia 6 bulan sampai 5 tahun, maka perlu disingkirkan penyebab kejang lainnya, misalnya epilepsi atau radang otak. Jika sesudah kejang anak tidak segera sadar kembali, lebih banyak tidur, atau tidak dapat mengadakan kontak dengan baik, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab kejang lain, terutama radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis). Evaluasi lebih lanjut juga diperlukan apabila anak pernah kejang tanpa demam.

Tuesday, January 30, 2018

Tingkat Manfaat dan Keamanan Tanaman Obat dan Obat Tradisional

ABSTRAK
            Penggunaan bahan alam, baik sebagai obat maupun tujuan lain cenderung meningkat, terlebih dengan adanya issu back to nature serta krisis berkepanjangan yang mengakibatkan turunnya daya beli masyarakat. Obat tradisional dan tanaman obat banyak digunakan masyarakat menengah ke bawah terutama dalam upaya preventif, promotif, dan rehabilitatif. Sementara ini banyak orang beranggapan bahwa penggunaan tanaman obat atau obat tradisional relatif lebih aman dibandingkan obat sintetis. Walaupun demikian bukan berarti tanaman obat atau obat tradisional tidak memiliki efek samping yang merugikan, bila penggunaannya kurang tepat. Agar penggunaannya optimal, perlu diketahui informasi yang memadai tentang kelebihan dan kelemahan serta kemungkinan penyalahgunaan obat tradisional dan tanaman obat. Dengan informasi yang cukup, diharapkan masyarakat lebih cermat untuk memilih dan menggunakan suatu produk obat tradisional atau tumbuhan obat dalam upaya kesehatan.

PENDAHULUAN
            Setiap manusia pada hakekatnya mendambakan hidup sehat dan sejahtera lahir dan batin. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, disamping kebutuhan akan sandang, pangan, papan, dan pendidikan, karena hanya dengan kondisi kesehatan yang baik serta tubuh yang prima manusia dapat melaksanakan proses kehidupan untuk tumbuh dan berkembang menjalankan segala aktifitas hidupnya. Maka tidak terlalu berlebihan jika ada slogan “kesehatan memang bukan segala – galanya, tetapi tanpa kesehatan anda tidak bisa berbuat apa – apa, bahkan segala – galanya itu mungkin akan sirna”. Bertolak dari hal itu maka upaya kesehatan terpadu (sehat jasmani, rohani, dan sosial) mutlak diperlukan baik secara individu maupun kelompok masyarakat untuk mewujudkan Indonesia sehat 2010. Keterpaduan upaya kesehatan tersebut meliputi pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan (kuratif), pemulihan kesehatan (rehabilitatif), serta peningkatan kesehatan (promotif). Berbagai cara bisa dilakukan dalam rangka memperoleh derajat kesehatan yang optimal, salah satunya dengan memanfaatkan tanaman obat yang dikemas dalam bentuk jamu atau obat tradisional.
image by google

            Adapun yang dimaksud dengan obat tradisional adalah obat jadi atau ramuan bahan alam yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan galenik,atau campuran bahan – bahan tersebut yang secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Pada kenyataannya bahan obat alam yang berasal dari tumbuhan porsinya lebih besar dibandingkan yang berasal dari hewan atau mineral, sehingga sebutan obat tradisional (OT) hampir selalu identik dengan tanaman obat (TO), karena sebagian besar OT berasal dari TO. Obat tradisional ini (baik berupa jamu maupun TO) masih banyak digunakan oleh masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Bahkan dari masa ke masa, OT mengalami perkembangan yang semakin meningkat, terlebih dengan munculnya isu back to nature (kembali ke alam), serta krisis yang berkepanjangan. Namun demikian dalam perkembangannya sering dijumpai ketidak tepatan penggunaan OT karena kesalahan informasi maupun anggapan keliru terhadap OT dan cara penggunaannya. Dari segi efek samping memang diakui bahwa obat alam/OT memiliki efek samping relatif kecil dibandingkan obat modern, tetapi perlu diperhatikan bila ditinjau dari kepastian bahan aktif dan konsistensinya yang belum dijamin terutama untuk penggunaan secara rutin.
            Berdasarkan hal itu, tulisan mencoba memaparkan beberapa aspek OT/TO, terkait dengan manfaat dan keamanannya untuk menambah informasi tentang tanaman obat/obat tradisional.

I. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN OBAT TRADISIONAL/TANAMAN OBAT

A. Kelebihan Obat Tradisional
            Dibandingkan obat – obatan modern, memang OT/TO memiliki beberapa kelebihan, antara lain : efek sampingnya relatif rendah, dalam suatu ramuan dengan komponen berbeda memiliki efek saling mendukung, pada satu tanaman memiliki lebih dari satu efek farmakologi serta lebih sesuai untuk penyakit – penyakit metabolik dan degeneratif.
      1. Efek samping OT relatif kecil bila digunakan secara benar dan tepat
            OT/TO akan bermanfaat dan aman jika digunakan dengan tepat, baik takaran, waktu,
            dan cara penggunaan, pemilihan bahan serta penyesuaian dengan indikasi tertentu.
            a. Ketepatan Takaran/Dosis
                                    daun sledri (Apium Graviolens) telah diteliti dan terbukti mampu menurunkan tekanan darah, tetapi pada penggunaannya harus berhati – hati karena pada dosis berlebih (over dosis) dapat menurunkan tekanan darah secara drastis sehingga jika penderita tidak tahan dapat menyebabkan syok. Oleh karena itu dianjurkan agar jangan mengkonsumsi lebih dari 1 gelas perasan sledri untuk sekali minum. Demikian pula mentimun, takaran yang diperbolehkan tidak lebih dari 2 biji besar untuk sekali makan. Untuk menghentikan diare memang bisa digunakan gambir, tetapi penggunaan lebih dari 1 ibu jari, bukan sekedar menghentikan diare bahkan akan menimbulkan kesulitan buang air besar selama berhari – hari (kebebelen).
                        Sebaliknya penggunaan minyak jarak (olenium recini) untuk urus – urus yang tidak terukur akan menyebabkan iritasi saluran pencernaan. Demikian juga dengan pemakaian keji beling (strobilantus crispus) untuk batu ginjal melebihi 2 gram serbuk (sekali minum) bisa menimbulkan iritasi saluran kemih.

 
tanaman ciplukan,. image by google

            b. Ketepatan Waktu Penggunaan
                        Sekitar tahun 1980an terdapat suatu kasus di rumah sakit bersalin, beberapa pasien mengalami kesulitan persalinan akibat mengkonsumsi jamu cabe puyang sepanjang masa (termasuk selama masa kehamilan). Setelah dilakukan penelitian, ternyata jamu cabe puyang mempunyai efek menghambat kontraksi otot pada binatang percobaan. Oleh karena itu kesulitan melahirkan pada ibu – ibu yang mengkonsumsi cabe puyang mendekati masa persalinan karena kontraksi otot uterus dihambat terus – menerus sehingga memperkokoh otot tersebut dalam menjaga janin di dalamnya. Sebaliknya jamu kunir asem bersifat abortivum sehingga mungkin dapat menyebabkan keguguran bila dikonsumsi pada awal kehamilan. Sehubungan dengan hal itu, seyogyanya bagi wanita hamil minum jamu cabe puyang di awal kehamilan (antara 1 – 5 bulan) untuk menghindari resiko keguguran dan minum jamu kunir asem saat menjelang persalinan untuk mempermudah proses persalinan. Kasus lain adalah penggunaan jamu sari rapet terus menerus sejak gadis hingga berumah tangga dapat menyebabkan kesulitan memperoleh keturunan bagi wanita yang kurang subur karena ada kemungkinan dapat memperkecil peranakan.

            c. Ketepatan cara penggunaan
                        Daun kecubung (datura metel L) telah diketahui mengandung alkaloid turunan tropan yang bersifat bronkodilator (dapat memperlebar saluran pernafasan) sehingga digunakan untuk pengobatan penderita asma. Penggunaannya dengan cara dikeringkan lalu digulung dan dibuat rokok serta dihisap (seperti merokok). Akibat kesalahan informasi yang diperoleh atau kesalahpahaman bahwasanya secara umum penggunaan TO secara tradisional adalah direbus lalu diminum air seduhannya; maka jika hal itu diperlakukan terhadap daun kecubung, akan terjadi keracunan karena tingginya kadar alkaloid dalam darah. Orang Jawa menyebutnya “mendem Kecubung” dengan salah satu tandanya midriasis, yaitu mata membesar.

            d. ketepatan pemilihan bahan secara dasar
                        Berdasarkan pustaka, tanaman lempuyang ada 3 jenis, yaitu lempuyang emprit (zingiber amaricans L), lempuyang gajah (zingiber zerumbert L), dan lempuyang wangi (zingiber aromaticum L). Lempuyang emprit dan lempuyang gajah berwarna kuning berasa pahit, dan secara empiris digunakan untuk menambah nafsu makan; sedangkan lempuyang wangi berwarna lebih putih (kuning pucat) rasa tidak pahit dan berbau lebih harum, banyak digunakan sebagai komponen jamu pelangsing. Kenyataannya banyak penjual simplisia yang kurang memperhatikan hal tersebut, sehingga kalau ditanya jenisnya hanya mengatakan yang dijual lempuyang tanpa mengetahui apakah lempuyang wangi atau yang lain. Kerancuan serupa juga sering terjadi antara tanaman ngokilo yang dianggap sama dengan keji beling, daun sambung nyawa dengan daun dewa, bahkan akhir – akhir ini kejadian serupa juga terjadi pada tanaman kunir putih, di mana 3 jenis tanaman yang berbeda (curcuma mangga, curcuma zedoaria, dan kaempferia rotunda) seringkali sama – sama disebut sebagai “kunir putih” yang sempat mencuat ke permukaan karena dinyatakan bisa digunakan untuk pengobatan kanker.

            e. ketepatan pemilihan TO/ramuan OT untuk indikasi tertentu
                        Kenyataan di lapangan ada beberapa TO yang memiliki khasiat empiris serupa bahkan dinyatakan sama (efek sinergis). Sebaliknya untuk indikasi tertentu diperlukan beberapa jenis TO yang memiliki efek farmakologis saling mendukung satu sama lain (efek komplementer). Walaupun demikian karena sesuatu hal, pada berbagai kasus ditemukan penggunaan TO tunggal untuk tujuan pengobatan tertentu. Misalnya seperti yang terjadi sekitar tahun 1985, terdapat banyak pasien di salah satu rumah sakit di Jawa Tengah yang sebelumnya mengkonsumsi daun keji beling. Pada pemeriksaan laboratorium dalam urine- nya ditemukan adanya sel – sel darah merah (dalam jumlah) melebihi normal. Hal ini sangat dimungkinkan karena daun keji beling merupakan diuretik kuat sehingga dapat menimbulkan iritasi pada saluran kemih. Akan lebih tepat bagi mereka jika menggunakan daun kumis kucing (ortosiphon stamineus) yang efek diuretiknya lebih ringan dan dikombinasi dengan daun tempuyung (sonchus arvensis) yang tidak mempunyai efek diuretik kuat tetapi dapat melarutkan batu ginjal berkalsium. Penggunaan daun tapak dara (vinca rosea) untuk mengobati diabetes juga bukan pilihan yang paling tepat, sebab daun tapak dara mengandung alkaloid vinkristin dan vinblastin yang dapat menurunkan jumlah sel darah putih  (leukosit). Jika digunakan untuk penderita diabetes yang mempunyai jumlah leukosit normal akan membuat penderita rentan terhadap serangan penyakit karena terjadi penurunan jumlah leukosit yang berguna sebagai antibodi atau pertahanan tubuh.
 
tanaman brotowali. image by google
      2.Adanya efek komplementer dan atau sinergisme dalam ramuan obat tradisional/komponen bioaktif tanaman obat
            Dalam suatu ramuan OT umumnya terdiri dari beberapa jenis TO yang memiliki efek saling mendukung satu sama lain untuk mencapai efektivitas pengobatan. Formulasi dan komposisi ramuan tersebut dibuat setepat mungkin agar tidak menimbulkan kontra indikasi, bahkan harus dipilih jenis ramuan yang saling menunjang terhadap suatu efek yang dikehendaki. Sebagai ilustrasi dapat dicontohkan bahwa suatu formulasi terdiri dari komponen utama sebagai unsur pokok dalam tujuan pengobatan, asisten sebagai unsur pendukung atau penunjang, ajudan untuk membantu menguatkan efek serta pesuruh sebagai pelengkap atau penyeimbang dalam formulasi. Setiap unsur bisa terdiri lebih dari 1 jenis TO sehingga komposisi OT lazimnya cukup komplek misalnya suatu formulasi yang ditujukan untuk menurunkan tekanan darah, komponennya terdiri dari : daun sledri (sebagai vasolidator), daun apokat atau akar teki (sebagai diuretika), daun murbei atau besaran (sebagai Ca-antagonis), serta biji pala (sebagai sedatif ringan). Formulasi lain dimaksudkan untuk pelangsing, komponennya terdiri dari : kulit kayu rapet dan daun jati belanda (sebagai pengelat), daun jungrahap (sebagai diuretik), rimpang kunyit dan temulawak (sebagai stomakik sekaligus bersifat pencahar). Dari formulasi ini walaupun nafsu makan ditingkatkan oleh temulawak dan kunyit, tetapi penyerapan sari makanan dapat ditahan oleh kulit kayu rapet dan daun jati belanda. Pengaruh kurangnya defakasi dinetralisir oleh temulawak dan kunyit sebagai pencahar, sehingga terjadi proses pelangsingan sedangkan proses defakasi dan diuresis tetap berjalan sebagaimana biasa. Terhadap ramuan tersebut seringkali masih diberi bahan-bahan tambahan (untuk memperbaiki warna, aroma, dan rasa) dan bahan pengisi (untuk memenuhi volume tertentu).
Bahan tambahan sering disebut sebagai Coringen, yaitu coringen saporis (sebagai penyedap rasa, misalnya menta atau kayu legi), coringen odoris (penyedap aroma/bau, misalnya biji kedawung atau buah adas) dan coringen coloris (memperbaiki warna agar lebih menarik, misalnya kayu secang, kunyit, atau pandan). Untuk bahan pengisi bisa digunakan pulosari atau adas, sekaligus ada ramuan yang disebut `adas-pulowaras` atau `adas pulosari`, untuk sediaan yang berbentuk cairan atau larutan, seringkali masih diperlukan zat-zat atau bahan yang berfungsi sebagai stabilisator dan solubilizer. Stabilisator adalah bahan yang berfungsi menstabilkan komponen aktif dalam unsur utama, sedangkan solubilizer untuk menambah kelarutan zat aktif. Sebagai contoh, kurkuminoid, yaitu zat aktif dalam kunyit yang bersifat labil (tidak stabil) pada suasana alkalis atau netral, tetapi stabil dalam suasana asam, sehingga muncul ramuan `kunir-asem`. Demikian juga dengan etil metoksi sinamat, suatu zat aktif pada kencur yang agak sukar larut dalam air, untuk menambah kelarutan diperlukan adanya `suspending agent` yang berperan sebagai solubilizer yaitu beras, sehingga dibuat ramuan `beras-kencur`. Selain itu beberapa contoh TO yang memiliki efek sejenis (sinergis), misalnya untuk diuretik bisa digunakan daun keji beling, daun kumis kucing, akar teki, daun apokat, rambut jagung, dan lain sebagainya. Sedangkan efek komplementer (saling mendukung) beberapa zat aktif dalam satu tanaman, contohnya seperti pada herba timi (Tymus serpyllum atau Tymus vulgaris) sebagai salah satu ramuan obat batuk. Herba timi diketahui mengandung minyak atsiri (yang antara lain terdiri dari : tymol dan kalvakrol) serta flavon polimetoksi. Tymol dalam timi berfungsi sebagai ekspektoran (mencairkan dahak) dan kalvakrol sebagai anti bakteri penyebab batuk, sedangkan flavon polimetoksi sebagai penekan batuk non narkotik, sehingga pada tanaman tersebut sekurang-kurangnya ada 3 komponen aktif yang saling mendukung sebagai anti tusif. Demikian pula efek diuretik pada daun kumis kucing karena adanya senyawa flavonoid, saponin, dan kalium banyak ditemukan turunan antibiotika baru yang potensinya lebih tinggi sehingga mampu membasmi berbagai penyebab penyakit infeksi akan tetapi timbul penyakit baru yang bukan disebabkan oleh jasad renik, melainkan oleh gangguan metabolisme tubuh akibat konsumsi berbagai jenis makanan yang tidak terkendali serta gangguan faal tubuh sejalan dengan proses degenerasi. Penyakit ini dikenal dengan sebutan penyakit metabolik dan degeneratif. Yang termasuk penyakit metabolik antara lain : diabetes (kencing manis), hiperlipidemia (kolesterol tinggi), asam urat, batu ginjal, dan hepatitis. Sedangkan penyakit degeneratif diantaranya : rematik (radang persendian), asma (sesak nafas), ulser (tukak lambung), haemorrhoid (ambeien/wasir), dan pikun (lost of memory). Untuk menanggulangi penyakit tersebut diperlukan pemakaian obat dalam waktu lama sehingga jika menggunakan obat modern dikhawatirkan adanya efek samping yang terakumulasi dan dapat merugikan kesehatan, oleh karena itu lebih sesuai bila menggunakan obat alam/OT, walaupun penggunaannya dalam waktu lama tetapi efek samping yang ditimbulkan relatif kecil sehingga dianggap lebih aman. Walaupun demikian efek samping TO/OT tentu tidak bisa disamakan dengan efek samping obat modern.
Pada TO terdapat suatu mekanisme yang dapat menetralkan efek samping tersebut, yang dikenal dengan SEES (Side Effect Eliminating Substanted). Sebagai contoh di dalam kunyit terdapat senyawa yang merugikan tubuh, tetapi di dalam kunyit juga terdapat zat penawar yang menekan dampak negatif tersebut. Pada perasan air tebu terdapat senyawa Saccharant yang ternyata berfungsi sebagai anti diabetes, maka untuk penderita diabet bisa mengkonsumsi air perasan tebu, tetapi dilarang minum gula walaupun gula merupakan hasil pemurnian dari tebu.

Katno (Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu)
S. Pramono (Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta)
                                                                                                                                Teguh Adinugraha (PT Naturindo Fresh)