Dalam mengatasi asam urat juga dapat
dilakukan suatu pemeriksaan asam urat pada dokter ahli. Pemeriksaan ini dilakukan dengan 3 cara untuk
mendiagnosis asam urat atau gout yakni pemeriksaan fisik, pemeriksaan
laboratorium, dan pemeriksaan radiologi, berikut penjelasan secara rinci
diantaranya :
1. Pemeriksaan fisik
Rasa nyeri pada penderita asam urat
dirasa datang secara tiba-tiba dan lokasinya spesifik. Rasa nyeri ini pun
sering muncul pada tengah malam, menjelang dini hari.
Bengkak adalah salah satu ciri dari
proses peradangan sendi. Pada dasarnya yang dinamakan radang atau inflamasi
adalah proses radang yang terjadi pada jaringan tubuh kita.
Ciri umum dari proses
peradangan atau inflamasi adalah :
- Bengkak merah
Bengkak adalah respon kekebalan tubuh
untuk melawan benda asing yang masuk. Bengkak bisa terjadi di mana saja.
- Rasa nyeri dan sulit
digerakkan
Nyeri khas gout : mendadak, muncul tanpa
terbentur atau terkilir, lokasi yang khas. Ditambah apabila memiliki riwayat
keluarga yang memiliki penyakit gout.
Merupakan tanda umum dari proses
peradangan sendi yang termasuk dalam penyakit gout. Namun untuk membedakan
penyakit asam urat atau gout dengan penyakit lain, yang paling mudah diamati
adalah waktu, sebab, dan lokasi bengak tersebut.
Kita patut curiga menderita
gout bila mengalami radang dengan memenuhi 3 kriteria berikut, yaitu :
- Serangan asam urat muncul mendadak
atau tiba-tiba.
- Muncul tanpa menimbulkan kesan trauma seperti terbentur atau terkilir
- Lokasinya spesifik pada sendi-sendi yang sering kali terserang gout.
Yang dapat dimasukkan sebagai kriteria
lain dalam mendukung diagnosis gout adalah usia, jenis kelamin, dan riwayat
keluarga. Pada rentang usia 30-45 tahun, laki-laki dan ada keluarga yang
menderita gout merupakan faktor tambahan. Pada tahap ini, seseorang tidak akan
merasa terserang gout karena memang tidak ada gejala sama sekali.
Namun, seiring semakin bertumpuknya asam
urat dalam cairan sendi, semakin besar peluang seseorang menderita gout stadium
lanjut yang dapat merusak struktur di persendian. Contohnya saja kalau sudah
terbentuk tofus pada stadium gout kronis. Tofus yakni benjolan-benjolan pada
persendian yang diakibatkan karena penumpukan kristal asam urat. Tofus memiliki
sifat dengan kerja yang perlahan merusak dan menggerogoti sendi sehingga bisa
saja muncul gout tanpa didahului rasa nyeri.
2. Pemeriksaan Laboratoris
Sebenarnya dari beberapa hasil
pemeriksaan ciri khas gout, baik dari keluhan (symphtoms). Dengan melakukan
pemeriksaan darah dilaboratorium untuk mengetahui ada tidaknya hiperurisemia.
Dengan mengetahui kadar asam urart dalam darah, kita dapat mencegah gout
sebelum terserang. Kalaupun telah terserang, pengobatannya pun akan menjadi
lebih fokus. Namun apabila kadar asam uratnya melebihi batas normal dan
terlanjur menumpuk dalam sendi. Dalam kondisi demikian, justru yang harus
diperiksakan adalah kadar asam urat dalam cairan sendi, bukan kadar asam urat
dalam darah.
3. Pemeriksaan rutin penting
untuk mencegah serangan gout
Apabila sudah memahami gout terjadi
karena asam urat yang terlalu banyak dalam darah sehingga merembes masuk, hal
yang perlu dilakukan adalah mengeluarkan asam urat berlebih keluar dalam tubuh
melalui pembuangan urine, inilah yang dimaksud dengan terapi pencegahan. Inilah
tujuan utama dari pemeriksaan diri sebelum terserang gout.
Selain pemeriksaan kadar asam urat
darah, juga bisa diperiksa dengan BUN ( blood urea nitrogen ), serum kreatinin,
dan urine tampung 24 jam untuk mengetahui kadar asam urat dan kreatinin dalam
urine. Kadar asam urat dan urine berguna untuk terapi pencegahan. Adapun urine
tampung 24 jam penting untuk mengetahui seseorang termasuk yang banyak membuang
asam urat (hiperekskresi) atau bukan.
Hasil laboratorium dengan
pemeriksaan asam urat dan urine 24 jam, ditemukan hasil sebagai berikut :
- rata-rata volume urine per hari orang
dewasa = 1,4 lt.
- kadar asam urat 0,6 gr
- ion bikarbonat 1,2 gr
- kratinin 2,7 gr
- ion potasium 3,2 gr
- ion sodium 4,1 gr
- ion klorida 6,6 gr
- dan urea 25,5 gr.
Menurut Prof. Ali Khomsan, Guru Besar
Ilmu Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor, seseorang yang banyak
mengonsumsi makanan berlemak dan berkolesterol tinggi dapat menyebabkan beragai
macam penyakit, diantaranya gout atau yang dikenal dengan penyakit rematik asam
urat. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, kaya maupun miskin. Orang yang
sering mengonsumsi gula atau jeroan adalah pelangggan penyakit gout.
Setelah terjadi serangan berulang, sendi
bisa menjadi bengkok kaarena meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Apabila
makin parah akan muncul benjolan-benjolan sodium urat yang disebut tophi di
persendian atau di daun telinga.
Pada dasaranya penyakit ini merupakan
bentuk dari metabolisme purin. Akibatnya kadar asam urat dalam darah menjadi
berlebihan. Kalau kadar asam urat itu sudah terlalu tinggi, ginjal yang
berfungsi sebagai filter makin tidak mampu melakukan fungsinya dan yang terjadi
justru ginjal akan tersumbat dan menimbulkan kerusakan, dan bisa menjalar ke
pembuluh darah, jantung, bahkan bisa menyebabkan kerusakan jantung.
Dengan mempertahankan berat badan dan
diet rendah purin. Hindari konsumsi jeroan, otak-otak, kaldu daging, daging
asap, daging unggas (bebek, burung), melinjo, sarden, udang, kepiting dan
kerang. Semua jenis makanan tersebut wajib dihindari oleh penderita asam urat.
Selain obat-obatan kimia, di Indonesia
juga dikenal tanaman herbal yang terbukti dapat mengatasi asam urat. Umumnya,
herbal tersebut telah digunakan masyarakat sejak lama.
Beberapa herbal yang bisa
digunakan untuk mengatasi asam urat, diantaranya :
1. Kumis Kucing (Orthosiphon
aristatus)
Tanaman ini dikenal sebagai diuretik
yang berkhasiat sebagai penghancur batu saluran kencing. Rasanya manis sedikit
pahit. Tanaman herbal kumis kucing ini mengandung garam kalium yang berkhasiat
untuk melarutkan batu ginjal. Selain itu, sifat diuretik kumis kucing berguna
untuk membantu tubuh membuang kelebihan asam urat lewat urine. Kandungan
sinensetinnya bersifat sebagai anti bakteri. Sebagai bagian tanaman kumis
kucing ini dapat digunakan sebagai ramuan obat.
2. Sambiloto ( Adrographis
panniculata)
Sambiloto mengandung beberapa senyawa
flavonoid, alkane, keton, aldehid. Selain itu, sambiloto juga mengandung
mineral seperti kalsium, kalium, dan natrium. Meski rasanya pahit, tanaman ini
memiliki efek antiradang, penghilang nyeri atau analgesik dan juga penawar
racun. Bagian tanaman yang digunakan adalah seluruh tanaman.
3. Sidaguri ( Sida
rhombifolia )
Kandungan kimia dalam sidaguri adalah
alkaloid, kalisum oksalat, tannin, saponin, fenol, asam amino. Minyak asiri,
zat phlegamtic untuk ekspektoran, dan lubrikan.Akarnya mengandung alkaloid,
steroid, dan aphredine. Sidaguri digunakan sebagai anti-radang, peluruh kencing
dan penghilang rasa sakit. bagian tanaman yang digunakan adalah akarnya.
4. Daun Salam ( Eugenia
polyanta )
Daun salam dikenal sebagai bumbu masak
karena memiliki keharuman yang khas yang bisa menambah kelezatan masakan. Daun
salam mengandung minyak asiri, tannin dan flavonoid. Menurut Prof. Dr. Hembing
Wijayakusuma, daun salam banyak digunakan untuk pengobatan termasuk akar,
kulit, dan buahnya yang dapat dimanfaatkan dari tanaman ini.
5. Meniran ( Phyllanthus
niruri )
Meniran terkenal sebagai tanaman obat
yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Meniran juga dikenal dapat
membersihkan hati, antiradang, demam, peluruh kencing, peluruh dahak, peluruh
haid, menjernihkan penglihatan, serta menambah nafsu makan. Penelitian Panca
Widyati dari Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Mei 2009 mengungkapkan
bahwa ekstrak etanol dalam meniran dengan dosis 3,33 gr/kgBB (berat badan)
mempunyai potensi yang sama dengan allopurinol (obat yang biasa digunakan untuk
mengatasi hiperrurisemia) 10 mg/kgBB.
6. Lidah Buaya ( Aloe Vera )
Lidah buaya berkhasiat sebagai
antiinflamasi, antijamur, antibakteri, dan membantu proses regenerasi sel.
Lidah buaya juga dapat menurunkan kadar gula darah, mengontrol tekanan darah,
menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan kanker, serta dapat digunakan
sebagai nutrisi pendukung bagi penderita kanker dan HIV/AIDS.
7. Mengkudu ( Morinda
citrifolia )
Senyawa scopoletin
(hidroksi-metoksi-kumarin) dalam mengkudu sangat efektif sebagai zat antiradang
dan antialergi. Literatur-literatur kedokteran pun melaporkan keberhasilan
pengobatan dengan mengkudu pada kasus arthritis.
Bryant Bloss, MD, ahli ortopedi dari
Indiana, AS melaporkan keberhasilan sari buah mengkudu terhadap penyembuhan
radang sendi pasien-pasiennya. Namun, Bloss menganjurkan kepada pasiennya untuk
mengkonsumsi sari buah mengkudu sebagai makan tambahan/supmen bukan sebagai
obat.
8. Tempuyung ( Sonchus
arvensis )
Daun tempuyung yang bersifat diuretik
bermanfaat sebagai penghancur batu ginjal. Selain itu, tempuyung juga digunakan
sebagai obat memar benturan dengan cara menempelkannya pada bagian yang
bengkak, menghilangkan lesu, dan pegal-pegal. Akar tempuyung mengandung senyawa
flavonoid total kurang lebih sebanyak 0,5 %. Menurut Dr. Chairul, Apt. Msc.,
peneliti fitokimia dan tumbuhan obat asli Indonesia di Puslitbang Biologi LIPI,
Bogor, salah satu jenis falvonoid di dalam tempuyung mempunyai potensi cukup
baik dalam menghambat kerja enzim xanthine oxidase. Flavonoid inilah yang dapat
menghambat terbentuknya asam urat.
9. Sirsak ( Annona Muricata )
Sirsak dikenal sebagai “kantung asam”
yang dapat mengatasi asam urat. Sirsak antara lain mengandung kalri, [rotein,
kalsium, fsofori, vitamin a, B, C juga mengandung senyawa kafein, hydrocynic
acid, myricyl alcohol, dan sterol. Adapun daun dan batang mengandung senyawa
tannin, fitosterol, Ca-oksalat dan alkaloid murisine. Sirsak juga memiliki efek
diuretik (peluruh kencing) melalui urine sehingga kadar asam urat dalam darah
pun berkurang.