Thursday, March 12, 2015

BEE POLEN



Guide to Natural Remedies for Health and Well Being

            Bee polen and honey are the only food sources found that contain the 22 nutrients required for balanced nutrition, and thus for complete health.

Vitamins :
-  Pro-vitamin A (beta-carotene)
-  Vitamin B1 (Thiamin) ..... 9,2 mg../gr
-  Vitamin B2 ...................... 18,5 mg../gr
-  Vitamin B3 ...................... 200 mg../gr
-  Vitamin B5 ...................... 200 mg../gr
Vitamin B6 ....................... 5 mg../gr
-  Vitamin B12
-  Vitamin C
-  Vitamin D
-  Vitamin E
-  Vitamin H
-  Folic Acid
-  Pantothenic Acid

Minerals :
-  Phosporus
-  Iron
-  Copper
- Calcium
-  Potassium
-  Manganese
-  Sulfur
-  Sodium
-  Titanium
-  Zinc
-  Iodine
-  Boron
-  Nickel

In addition to the Vitamins and Minerals, bee polen and honey contain :
-          Fatty acids
-          Pigments
-          3 to 20% moisture
-          Waxes and resins
-          Growth steroids
-          Amino acids
-          Aminas, lecithin, nucleic acids, flavenoids
-          Phenol acid
35 grams of bee polen daily fulfills the body`s daily requirement of protein. 28 minerals have been found in the body, of which 14 are vital. Bee polen contains all 28.
“in order for the body to correctly utilize bee polen and to be assimilated by the intestine, it needs to be micronized, that is, ground up into extremely small particles. It should also be mixed perfectly to obtain a homogenous blend of pollen of all the region`s flowers. This way it will have an equal amount of all the nutritional components. These nutritional components contained in the pollen depend on the type of flower the bee gathers the pollen from.”
From a practical point of view, it has been found that the beneficial effects of bee polen help by :
-  Regulating the appetite, reestablishing lots appetite in cases of anorexia, as well as regulating it in cases of obesity
-  Regulating how the intestine functions, combating diarrhea and improving digestion
-  Eliminating feelings of fatigue and tiredness, and cerebral and muscular weakness
-  Controling aging of the genital and urinary systems
-  Acting as an antibiotic against microorganisms like typhoid and salmonella
-  Acting as a regulator of blood pressure, strengthening blood vessels and, in general, the whole cardiovaskular system

Wednesday, March 11, 2015

PENDAMPINGAN PASIEN KEMOTERAPI



PENDAMPINGAN PASIEN KEMOTERAPI
Disadur dari : http://Livestrong.com

Proses Pendampingan:
            Proses pengobatan kemoterapi adalah hal yang paling sulit dilalui pada pasien kanker terutama apabila recovery (penyembuhan) berlangsung lambat. Sebab pasien akan berhadapan dengan ketidakpastian dalam kelangsungan hidupnya. Perlunya pendamping sebagai teman yang dapat membantu dalam menjalani proses kemoterapi dan membuat harapan hidup menjadi lebih lama.

Langkah 1 :
            Sebagai pendamping perlu menahan diri untuk tidak terlalu `mencampuri` apa yang dilakukan pasien (tidak terlalu berdekatan pada saat menjalani kemo), memberikan `ruang` bagi pasien untuk merenung dengan proses pemikirannya sendiri, namun memastikan bahwa kita selalu ada di sana dan siap apabila sewaktu-waktu pasien membutuhkan.

 Langkah 2 :
            Merencanakan jadwal harian dengan flexible yang berguna apabila sewaktu-waktu pasien membutuhkan.

Langkah 3 :
            Merencanakan masa depan bersama/cita-cita melakukan sesuatu bersama di masa depan. Hal ini sangat membantu pasien, karena akan memiliki harapan dan semangat hidup dalam menjalani pengobatan.

Langkah 4 :
            Membantu pasien dalam pekerjaan-pekerjaan domestik (berbelanja, mengantar jemput anak, dsb.)

Langkah 5 :
            Bersedia menemani pada saat kemoterapi. Mulai mengantar, menjemput, serta mendampingi pada saat di dalam ruangan kemoterapi.

Langkah 6 :
            Melakukan olah raga ringan bersama, misalnya berjalan-jalan, yoga, maupun kegiatan ibadah bersama.

EFEK EMOSIONAL PADA PASIEN DENGAN KEMOTERAPI
            Efek emosional pada kemoterapi berhubungan dengan proses pengobatan yang dijalani dan faktor eksternal, misalnya keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sosial. Tingkat stress yang dialami pasien tergantung pada dukungan dari faktor eksternal, tingkat harapan kesembuhan, dan metode yang digunakan oleh Rumah Sakit dengan kombinasi antara pengobatan kemoterapi dan konseling psikososial.

            Pengobatan kemoterapi dan emosi pasien saling berhubungan sebab berkaitan dengan harapan kelangsungan hidup dari pasien. Pilihan untuk menjalani pengobatan kemoterapi tidak berakhir dengan hanya 1 dosis pengobatan saja. Dan biasanya pasien sering mengalami emosi yang berat terutama bila proses penyembuhan berjalan lambat. Efek samping lainnya seperti Insomnia, mudah marah, berat badan turun, rambut rontok, dan menurunnya kualitas kehidupan seksual bisa membuat pasien frustasi.

            Akibat kemo lainnya adalah penurunan kemampuan kognitif (kecerdasan/kemampuan berpikir) dari penderita. American Cancer Society menyarankan perlunya kombinasi antara pengobatan kemoterapi dengan terapi psikosial (psikiater, psycho terapist, pekerja sosial, sex teraphist).

            Efek emosional antara lain : pemarah, ketakutan, depresi, mengisolasi diri, dan gelisah berlebihan. Solusi : adanya psycho education melalui melalui konseling psikologis, support session (suatu sesi yang dibuat bersama-sama dengan pasien lain/pasien yang sudah beberapa kali menjalani kemo/pasien yang sudah selesai kemo/sudah sembuh), serta kegiatan yang lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Thursday, November 6, 2014

NUTRISI UNTUK PASIEN KEMOTERAPI



NUTRISI UNTUK PASIEN KEMOTERAPI

Buletin Lab. Patologi Anatomi Welirang



Kemoterapi adalah pengobatan yang menggunakan obat kimiawi untuk mematikan/membunuh sel kanker.
Kemoterapi memiliki beberapa metode :
-          Obat yang diminum
-          Injeksi
-          Intravena (misal : melalui infus)
-          Secara topikal (dioles di permukaan kulit yang sakit
-          Secara implant (dimasukkan di bagian tubuh yang sakit)
Sekalipun pengobatan bisa efektif, kadangkala pasien mengalami efek samping yang tidak nyaman terutama pada sistem pencernaannya. Tujuan utama penutrisian pasien pada saat pengobatan kemoterapi adalah untuk mempertahankan jumlah cukup dari kalori dan protein.
Kalori diperlukan untuk memelihara berat badan. Protein digunakan untuk memperkuat dan mengoptimalkan sistem imun, tetap menjaga kekuatan dan menolong untuk mentoleransi pengobatan dengan baik. Diet nutrisi yang seimbang, dapat menolong mempertahankan nutrisi sebelum, saat, dan sesudah pengobatan kemoterapi. Multivitamin juga dibutuhkan untuk menghindari kekurangan beberapa jenis vitamin.
Penatalaksanaan Gejala
Diet untuk kemoterapi secara garis besar berdasar pada manajemen penatalaksanaan gejala. Kemo menghasilkan efek samping yang bervariasi yang dapat mempengaruhi baik nafsu makan maupun status nutrisi. Mual, muntah, diare, konstipasi, sariawan, perubahan pada indera perasa, dan mulut kering adalah beberapa contoh dari efek samping yang timbul. Pasien yang mengalami kemoterapi akan menghasilkan gejala yang bervariasi sehingga diet nutrisi yang dijalankan harus disesuaikan dengan gejala tersebut. Pasien harus menghindari makanan yang dapat memperburuk gejala.
Peningkatan Kalori
Kalori penting untuk mempertahankan berat badan pada saat kemoterapi. Kemo dapat menurunkan nafsu makan yang akhirnya bisa menurunkan berat badan. Saat nafsu  makan turun, sangat penting untuk memaksimalkan kalori yang masuk pada setiap kali makan. Pasien tidak akan suka untuk makan dalam porsi besar maupun beberapa kali makan. Keadaan ini harus dibantu dengan porsi makan yang dapat menambah ekstra kalori tanpa harus menambah volumenya.
Krim asam, whipped cream, cream cheese, butter dan margarin adalah tambahan yang mudah yang dapat menambah kalori dan rasa termasuk penambahan granola pada cookies, muffin, yoghurt, dan puding.

Metode lain adalah melalui cara memasak yang dapat menaikkan jumlah kalori seperti memanggang, menumis, serta menambahkan saus dan kuah. Penambahan saus dan kuah disamping dapat menambah jumlah kalori yang masuk juga mempermudah pasien yang memiliki gangguan mulut lainnya.

Peningkatan Protein
Protein penting untuk mempertahankan elastisitas dan kekuatan otot. Protein juga membantu kecepatan proses penyembuhan yang penting bagi pasien kemoterapi yang mengalami penurunan sistem imun. Produk-produk susu adalah cara paling mudah untuk menaikkan jumlah protein. Es krim, yoghurt,dan frozen yoghurt adalah pilihan sempurna yang mudah dikonsumsi dan dapat menambah jumlah protein. Penambahan susu dan keju pada saat penyiapan makanan yang akan dikonsumsi sangat membantu upaya penambahan protein
Telur adalah sumber protein yang sempurna, terutama bagian putih telur. Demikian pula kacang-kacangan dan biji-bijian. Protein dapat berbentuk bubuk, susu bubuk, bubuk putih telur adalah produk makanan yang menguntungkan yang dapat dicampurkan pada semua tipe makanan tanpa merubah tekstur maupun rasa makanan. Selain itu terdapat pula suplemen yang diminum berisi protein.

Vitamin
Vitamin adalah komponen penting pada setiap diet yang sehat. Vitamin, mineral, dan phytochemical yang terdapat pada komponen makanan yang berasal dari tumbuhan sangat penting bagi pasien kemoterapi. Sekalipun multivitamin juga sangat bermanfaat pada banyak kasus, yang terbaik adalah vitamin yang berasal dari sumber natural.
Pada saat akan menggunakan vitamin dan suplemen herbal adalah penting untuk mendiskusikan dengan dokter sebab beberapa suplemen bisa mengganggu dan memiliki efek samping pada treatment kemoterapi.

Makanan yang harus dihindari oleh pasien kemoterapi
1.      Sayuran mentah
Penuh dengan fiber, vitamin dan mineral namun memiliki resiko kontaminasi bakteri dan keracunan makanan mentah. Tubuh yang sehat lebih kuat untuk menahan resiko dari makanan mentah. Namun berbeda dengan tubuh yang mengalami pengurangan sel darah putih dan sistem imun yang menurun (pasien kemoterapi)
2.      Makanan pedas (terlalu sarat dengan bumbu)
Makanan pedas atau terlalu sarat dengan bumbu akan semakin memperburuk efek samping kemoterapi karena akan mengganggu lambung sehingga meningkatkan resiko diare, mual, dan luka-luka pada rongga mulut dan kerongkongan.
3.      Citrus (family jeruk)
Berbagai jenis jeruk akan semakin memperburuk luka pada rongga mulut dan kerongkongan serta bisa menyebabkan konstipasi pada beberapa kasus.
4.      Makanan yang digoreng
Karena kurangnya kalori pada pasien, seringkali keluarga memberikan makanan yang digoreng seperti fried chicken atau french fries, namun efeknya semakin membuat pasien kemo menjadi tidak nyaman karena meningkatkan mual, muntah, dan nafsu makan.

Makanan pada saat kemoterapi           
1.      Produk gandum ; 100% roti gandum, oats, cereal gandum, beras coklat (produk gandum menghasilkan glukose sebagai sumber energi tubuh).

2.      Buah dan sayuran ; berry, ceri, apel, pisang, tomat, bayam, dan brokoli adalah beberapa contoh buah dan sayuran yang dapat dikonsumsi pasien kemo.

Bentuk penyajian bisa berupa smoothies buah dan sayuran untuk mempermudah konsumsinya.


Sumber makanan yang baik pada saat kemoterapi

Makanan yang hambar
                Dengan adanya keluhan mual dan muntah maka perlu dihindari makanan yang mengandung banyak lemak, terlalu banyak bumbu, serta menimbulkan aroma yang kuat. Contoh makanan yang hambar/tawar ; roti tawar putih, crackers, dan cereal yang bisa dimakan kering. Untuk pasien yang mengkonsumsi sumber makanan dalam bentuk minuman atau konsumsi air putih, sebaiknya dilakukan 1 jam sebelum waktu makan atau diantara 2 waktu makan.
2.      Makanan dengan kadar lemak rendah
                Makanan dengan kadar lemak yang rendah lebih mudah dicerna daripada makanan dengan kadar lemak tinggi. Misalnya adalah yoghurt dan susu rendah lemak. Vitamin B dan kalsium bisa dikonsumsi untuk mengurangi diare. Apabila produk susu memperburuk/menambah terjadinya diare berarti harus dihindari.

3.      Tinggi fiber
                Contoh makanan dengan kadar fiber yang cukup tinggi adalah cereal, kacang-kacangan, buah-buahan.
4.      Rendah fiber
                Kentang tumbuk, daging ikan dan unggas tanpa kulit.
5.      Tinggi kalori
                Penambahan pada proses memasak dengan minyak sayur, butter, mentega kacang. Makanan dengan sumber protein merupakan sumber kalori dan nutrisi yang digunakan untuk menggantikan darah dan jaringan sel yang rusak pada saat kemoterapi.
6.      Produk-produk susu dan produk gandum
                Membantu menambah kekuatan pada otot dan tulang bersama-sama dengan protein, kalsium, dan potasium meningkatkan produksi sel darah merah. Selain itu juga membantu dalam proses penambahan berat badan. Produk sayuran dan buah menghasilkan vitamin C yang membantu mencegah terjadinya infeksi akibat turunnya sistem imun tubuh pada saat kemoterapi.