Tuesday, July 21, 2015

Asam Urat

Dalam mengatasi asam urat juga dapat dilakukan suatu pemeriksaan asam urat pada dokter ahli. Pemeriksaan ini dilakukan dengan 3 cara untuk mendiagnosis asam urat atau gout yakni pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan radiologi, berikut penjelasan secara rinci diantaranya :
1. Pemeriksaan fisik
Rasa nyeri pada penderita asam urat dirasa datang secara tiba-tiba dan lokasinya spesifik. Rasa nyeri ini pun sering muncul pada tengah malam, menjelang dini hari.
Bengkak adalah salah satu ciri dari proses peradangan sendi. Pada dasarnya yang dinamakan radang atau inflamasi adalah proses radang yang terjadi pada jaringan tubuh kita.
Ciri umum dari proses peradangan atau inflamasi adalah :
- Bengkak merah
Bengkak adalah respon kekebalan tubuh untuk melawan benda asing yang masuk. Bengkak bisa terjadi di mana saja.
- Rasa nyeri dan sulit digerakkan
Nyeri khas gout : mendadak, muncul tanpa terbentur atau terkilir, lokasi yang khas. Ditambah apabila memiliki riwayat keluarga yang memiliki penyakit gout.
Merupakan tanda umum dari proses peradangan sendi yang termasuk dalam penyakit gout. Namun untuk membedakan penyakit asam urat atau gout dengan penyakit lain, yang paling mudah diamati adalah waktu, sebab, dan lokasi bengak tersebut.
Kita patut curiga menderita gout bila mengalami radang dengan memenuhi 3 kriteria berikut, yaitu :
- Serangan asam urat muncul mendadak atau tiba-tiba.
- Muncul tanpa menimbulkan kesan trauma seperti terbentur atau terkilir
- Lokasinya spesifik pada sendi-sendi yang sering kali terserang gout.
Yang dapat dimasukkan sebagai kriteria lain dalam mendukung diagnosis gout adalah usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Pada rentang usia 30-45 tahun, laki-laki dan ada keluarga yang menderita gout merupakan faktor tambahan. Pada tahap ini, seseorang tidak akan merasa terserang gout karena memang tidak ada gejala sama sekali.
Namun, seiring semakin bertumpuknya asam urat dalam cairan sendi, semakin besar peluang seseorang menderita gout stadium lanjut yang dapat merusak struktur di persendian. Contohnya saja kalau sudah terbentuk tofus pada stadium gout kronis. Tofus yakni benjolan-benjolan pada persendian yang diakibatkan karena penumpukan kristal asam urat. Tofus memiliki sifat dengan kerja yang perlahan merusak dan menggerogoti sendi sehingga bisa saja muncul gout tanpa didahului rasa nyeri.
2. Pemeriksaan Laboratoris
Sebenarnya dari beberapa hasil pemeriksaan ciri khas gout, baik dari keluhan (symphtoms). Dengan melakukan pemeriksaan darah dilaboratorium untuk mengetahui ada tidaknya hiperurisemia. Dengan mengetahui kadar asam urart dalam darah, kita dapat mencegah gout sebelum terserang. Kalaupun telah terserang, pengobatannya pun akan menjadi lebih fokus. Namun apabila kadar asam uratnya melebihi batas normal dan terlanjur menumpuk dalam sendi. Dalam kondisi demikian, justru yang harus diperiksakan adalah kadar asam urat dalam cairan sendi, bukan kadar asam urat dalam darah.
3. Pemeriksaan rutin penting untuk mencegah serangan gout
Apabila sudah memahami gout terjadi karena asam urat yang terlalu banyak dalam darah sehingga merembes masuk, hal yang perlu dilakukan adalah mengeluarkan asam urat berlebih keluar dalam tubuh melalui pembuangan urine, inilah yang dimaksud dengan terapi pencegahan. Inilah tujuan utama dari pemeriksaan diri sebelum terserang gout.
Selain pemeriksaan kadar asam urat darah, juga bisa diperiksa dengan BUN ( blood urea nitrogen ), serum kreatinin, dan urine tampung 24 jam untuk mengetahui kadar asam urat dan kreatinin dalam urine. Kadar asam urat dan urine berguna untuk terapi pencegahan. Adapun urine tampung 24 jam penting untuk mengetahui seseorang termasuk yang banyak membuang asam urat (hiperekskresi) atau bukan.
Hasil laboratorium dengan pemeriksaan asam urat dan urine 24 jam, ditemukan hasil sebagai berikut :
- rata-rata volume urine per hari orang dewasa = 1,4 lt.
- kadar asam urat 0,6 gr
- ion bikarbonat 1,2 gr
- kratinin 2,7 gr
- ion potasium 3,2 gr
- ion sodium 4,1 gr
- ion klorida 6,6 gr
- dan urea 25,5 gr.
Menurut Prof. Ali Khomsan, Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor, seseorang yang banyak mengonsumsi makanan berlemak dan berkolesterol tinggi dapat menyebabkan beragai macam penyakit, diantaranya gout atau yang dikenal dengan penyakit rematik asam urat. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, kaya maupun miskin. Orang yang sering mengonsumsi gula atau jeroan adalah pelangggan penyakit gout.
Setelah terjadi serangan berulang, sendi bisa menjadi bengkok kaarena meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Apabila makin parah akan muncul benjolan-benjolan sodium urat yang disebut tophi di persendian atau di daun telinga.
Pada dasaranya penyakit ini merupakan bentuk dari metabolisme purin. Akibatnya kadar asam urat dalam darah menjadi berlebihan. Kalau kadar asam urat itu sudah terlalu tinggi, ginjal yang berfungsi sebagai filter makin tidak mampu melakukan fungsinya dan yang terjadi justru ginjal akan tersumbat dan menimbulkan kerusakan, dan bisa menjalar ke pembuluh darah, jantung, bahkan bisa menyebabkan kerusakan jantung.
Dengan mempertahankan berat badan dan diet rendah purin. Hindari konsumsi jeroan, otak-otak, kaldu daging, daging asap, daging unggas (bebek, burung), melinjo, sarden, udang, kepiting dan kerang. Semua jenis makanan tersebut wajib dihindari oleh penderita asam urat.
Selain obat-obatan kimia, di Indonesia juga dikenal tanaman herbal yang terbukti dapat mengatasi asam urat. Umumnya, herbal tersebut telah digunakan masyarakat sejak lama.
Beberapa herbal yang bisa digunakan untuk mengatasi asam urat, diantaranya :
1. Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)
Tanaman ini dikenal sebagai diuretik yang berkhasiat sebagai penghancur batu saluran kencing. Rasanya manis sedikit pahit. Tanaman herbal kumis kucing ini mengandung garam kalium yang berkhasiat untuk melarutkan batu ginjal. Selain itu, sifat diuretik kumis kucing berguna untuk membantu tubuh membuang kelebihan asam urat lewat urine. Kandungan sinensetinnya bersifat sebagai anti bakteri. Sebagai bagian tanaman kumis kucing ini dapat digunakan sebagai ramuan obat.
2. Sambiloto ( Adrographis panniculata)
Sambiloto mengandung beberapa senyawa flavonoid, alkane, keton, aldehid. Selain itu, sambiloto juga mengandung mineral seperti kalsium, kalium, dan natrium. Meski rasanya pahit, tanaman ini memiliki efek antiradang, penghilang nyeri atau analgesik dan juga penawar racun. Bagian tanaman yang digunakan adalah seluruh tanaman.
3. Sidaguri ( Sida rhombifolia )
Kandungan kimia dalam sidaguri adalah alkaloid, kalisum oksalat, tannin, saponin, fenol, asam amino. Minyak asiri, zat phlegamtic untuk ekspektoran, dan lubrikan.Akarnya mengandung alkaloid, steroid, dan aphredine. Sidaguri digunakan sebagai anti-radang, peluruh kencing dan penghilang rasa sakit. bagian tanaman yang digunakan adalah akarnya.
4. Daun Salam ( Eugenia polyanta )
Daun salam dikenal sebagai bumbu masak karena memiliki keharuman yang khas yang bisa menambah kelezatan masakan. Daun salam mengandung minyak asiri, tannin dan flavonoid. Menurut Prof. Dr. Hembing Wijayakusuma, daun salam banyak digunakan untuk pengobatan termasuk akar, kulit, dan buahnya yang dapat dimanfaatkan dari tanaman ini.
5. Meniran ( Phyllanthus niruri )
Meniran terkenal sebagai tanaman obat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Meniran juga dikenal dapat membersihkan hati, antiradang, demam, peluruh kencing, peluruh dahak, peluruh haid, menjernihkan penglihatan, serta menambah nafsu makan. Penelitian Panca Widyati dari Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Mei 2009 mengungkapkan bahwa ekstrak etanol dalam meniran dengan dosis 3,33 gr/kgBB (berat badan) mempunyai potensi yang sama dengan allopurinol (obat yang biasa digunakan untuk mengatasi hiperrurisemia) 10 mg/kgBB.
6. Lidah Buaya ( Aloe Vera )
Lidah buaya berkhasiat sebagai antiinflamasi, antijamur, antibakteri, dan membantu proses regenerasi sel. Lidah buaya juga dapat menurunkan kadar gula darah, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung bagi penderita kanker dan HIV/AIDS.
7. Mengkudu ( Morinda citrifolia )
Senyawa scopoletin (hidroksi-metoksi-kumarin) dalam mengkudu sangat efektif sebagai zat antiradang dan antialergi. Literatur-literatur kedokteran pun melaporkan keberhasilan pengobatan dengan mengkudu pada kasus arthritis.
Bryant Bloss, MD, ahli ortopedi dari Indiana, AS melaporkan keberhasilan sari buah mengkudu terhadap penyembuhan radang sendi pasien-pasiennya. Namun, Bloss menganjurkan kepada pasiennya untuk mengkonsumsi sari buah mengkudu sebagai makan tambahan/supmen bukan sebagai obat.
8. Tempuyung ( Sonchus arvensis )
Daun tempuyung yang bersifat diuretik bermanfaat sebagai penghancur batu ginjal. Selain itu, tempuyung juga digunakan sebagai obat memar benturan dengan cara menempelkannya pada bagian yang bengkak, menghilangkan lesu, dan pegal-pegal. Akar tempuyung mengandung senyawa flavonoid total kurang lebih sebanyak 0,5 %. Menurut Dr. Chairul, Apt. Msc., peneliti fitokimia dan tumbuhan obat asli Indonesia di Puslitbang Biologi LIPI, Bogor, salah satu jenis falvonoid di dalam tempuyung mempunyai potensi cukup baik dalam menghambat kerja enzim xanthine oxidase. Flavonoid inilah yang dapat menghambat terbentuknya asam urat.
9. Sirsak ( Annona Muricata )

Sirsak dikenal sebagai “kantung asam” yang dapat mengatasi asam urat. Sirsak antara lain mengandung kalri, [rotein, kalsium, fsofori, vitamin a, B, C juga mengandung senyawa kafein, hydrocynic acid, myricyl alcohol, dan sterol. Adapun daun dan batang mengandung senyawa tannin, fitosterol, Ca-oksalat dan alkaloid murisine. Sirsak juga memiliki efek diuretik (peluruh kencing) melalui urine sehingga kadar asam urat dalam darah pun berkurang.

Saturday, July 18, 2015

Perfect for Summer: Grilled Watermelon and Mint Salad

Food NetworkJuly 17, 2015


If you haven’t tried grilling watermelon yet, this is the perfect time to experiment. Not only will it showcase an extra layer of effort and love by the cook, but the heat makes this iconic summer fruit even sweeter and juicier. 

Combining watermelon with sweet and sour blueberries plus salty feta cheese, this spirited salad will proudly hold its spot on the table.

Mint is often added to plates as a garnish, but here it’s incorporated directly into the salad to really tie together all the different flavor notes with its fresh and aromatic qualities. We highly suggest making the salad right before serving and eating it shortly thereafter; otherwise, the salt from the feta will draw out too much water from the fruits and turn the salad into a less-than-appetizing soup.


Grilled Watermelon and Mint Salad
Yield: 3 to 4 servings
Total Time: 10 minutes

Ingredients:

10 (1-inch) watermelon spears
1 cup fresh blueberries
2 ounces crumbled feta
2 tablespoons coarsely chopped fresh mint (or basil) leaves
1 tablespoon balsamic vinegar

Method:

Preheat grill or grill pan to a very high heat. Brush watermelon slices with olive oil. Grill for about 2 to 3 minutes per side.* Cool slightly and cut into 1-inch cubes (makes about 3 cups). Add to a serving bowl with the rest of the ingredients. Toss to combine. Serve chilled.

*If cooking on a grill, leave the rind on the watermelon slices, as it will make them easier to maneuver with your tongs.

Per serving: Calories 127; Fat 4 g (Saturated 3 g); Sodium 177 mg; Potassium 55 mg; Carbohydrate 21 g; Fiber 2 g; Sugars 17 g; Protein 4 g

By Min Kwon

Min Kwon, MS, RD, is a registered dietitian who specializes in food sensitivities. She has a passion for translating the science of nutrition into real-life, applicable advice and tips. In her healthy food blog,
 The Adventures of MJ and Hungryman, she focuses on sharing simple yet healthy recipes made from wholesome, REAL foods.

Thursday, July 9, 2015

PENYEBAB URIN KELUAR TANPA DISADARI PADA USIA LANJUT

Inkontinensia urin dan alvi merupakan salah satu keluhan utama pada penderita lanjut usia. Inkontinensia adalah pengeluaran urin atau feses tanpa disadari dalam jumlah dan frekuensi yang cukup sehingga mengakibatkan masalah gangguan kesehatan. Variasi dari inkontinensia urin meliputi keluar hanya beberapa tetes urin saja sampai benar – benar banyak bahkan terkadang juga disertai inkontinensia alvi. Karena kedua hal ini hanya merupakan gejala, maka penyebabnya perlu dicari dan segera ditangani.
Inkontinensia Urin
            Pasien yang menderita inkontinensia urin cenderung tidak melaporkan gejala yang dideritanya. Mungkin karena malu atau menganggap tidak ada yang dapat diperbuat untuk menolong dirinya. Inkontinensia urin memang banyak diderita oleh golongan lanjut usia. Terutama lebih banyak dialami oleh wanita dibanding pria.
            Menjadi lanjut usia tidak menyebabkan inkontinensia tetapi beberapa perubahan berkaitan dengan proses lanjut usia dan keadaan patologik yang sering terjadi pada lanjut usia dapat mendukung terjadinya inkontinensia.
            Inkontinensia urin mempunyai kemungkinan yang besar untuk disembuhkan terutama pada penderita dengan mobilitas dan status mental yang cukup baik. Bahkan bila tidak dapat diobati dengan sempurna, inkontinensia selalu dapat diupayakan lebih baik sehingga kualitas hidup penderita dapat ditingkatkan dan meringankan beban yang ditanggung oleh mereka yang merawatnya.
            Pengelolaan inkontinensia urin dimulai antara lain dengan membedakan apakah secara garis besar penyebabnya dari segi urologi atau masalah neurologi. Kemudian penting untuk diketahui apakah inkontinensia terjadi secara akut atau kronik. Inkontinensia akut biasanya reversibel, berhubungan dengan penyakit akut yang sedang diderita, dan akan sembuh bila penyakit akut sudah disembuhkan. Sedangkan untuk inkontinensia kronik persisten, pengobatan yang optimal tergantung dari tipe inkontinensia yang diderita.

Pembagian Inkontinensia Persisten adalah :
1.      Tipe stress
Urin keluar di luar pengaturan berkemih biasanya dalam jumlah sedikit akibat peningkatan tekanan dalam rongga perut. Banyak terjadi saat bersin, tertawa, atau olah raga. Juga terjadi pada keadaan tertentu seperti obesitas dan bronkhitis kronik. Inkontinensia jenis ini jarang terjadi pada pria.
2.      Tipe urgensi
Urin keluar di luar pengaturan berkemih yang normal. Biasanya dalam jumlah banyak karena ketidakmampuan menunda berkemih.
3.      Tipe luapan
Tipe ini ditandai dengan kebocoran atau keluarnya urin. Biasanya dalam jumlah sedikit karena desakan mekanik akibat kandung kemih sudah sangat tegang.
4.      Tipe fungsional
Tipe fungsional ditandai dengan keluarnya urin secara dini akibat ketidakmampuan mencapai tempat berkemih karena gangguan fisik atau kognitif maupun gangguan lingkungan lainnya.
           
Secara umum, inkontinensia urin pada usia lanjut ditangani dengan cara program rehabilitasi berupa latihan respon kandung kemih, latihan perilaku berkemih, latihan otot dasar panggul, dan modifikasi tempat berkemih, kateterisasi (berkala atau menetap), obat – obatan, dan pembedahan.

Inkontinesia Alvi
            Inkontinensia alvi lebih jarang ditemukan dibandingkan inkontinensia urin. Perubahan – perubahan akibat proses menua dapat mencetuskan terjadinya inkontinensia tetapi inkontinensia alvi bukan merupakan sesuatu yang normal pada lanjut usia. Secara klinis, inkontinensia alvi dapat tampat sebagai feses yang cair atau belum berbentuk, dan feses keluar yang sudah berbentuk, sekali atau dua kali sehari di pakaian atau tempat tidur.
            Perbedaan penampilan klinis ini dapat menunjukkan penyebab yang berbeda – beda, antara lain inkontinensia alvi akibat konstipasi (sulit buang air besar), simtomatik (berkaitan dengan penyakit usus besar), akibat gangguan saraf pada proses defekasi (neurogenik), akibat hilangnya refleks pada anus.

            Dengan diagnosis dan pengobatan yang sesuai (tindakan suportif, obat – obatan, dan bila perlu pembedahan), inkontinensia alvi pada usia lanjut hampir seluruhnya dapat dicegah dan diobati.

Media Kesehatan Malangraya

Wednesday, July 8, 2015

Cara Mudah Menghilangkan Bekas Jerawat dan Flek Hitam Secara Alami


Jerawat merupakan masalah wajah yang paling banyak dirasakan oleh kebanyakan orang pada umumnya, tidak hanya pemuda orang dewasa pun kadang juga mengalaminya. Dengan seiring waktu jerawat akan sembuh dengan adanya usaha-usaha yang kita lakukan dengan rutin (Baca: Menyembuhkan Jerawat yang Membandel pada Wajah ). Namun dengan sembuhnya atau berkurangnya jerawat, kadang akan meninggalkan suatu masalah yang baru yaitu bekas jerawat dan flek hitam yang ditinggalkan oleh jerawat, salah satu penyebabnya adalah kebiasaan memencet jerawat. 
Kebiasaan ini sebenarnya sangat tidak dianjurkan karena akan menimbulkan masalah baru. Jika Anda tidak nyaman dengan adanya jerawat dan memaksa memecahkannya yaitu dengan memencetnya, justru itulah masalah barunya akan memicu peradangan pada jerawat, dan inilah salah satu penyebab timbulnya bekas jerawat pada wajah ketika jerawat sudah kering. Maka dari itu dianjurkan untuk Anda yang memiliki jerawat atau ketika jerawat muncul Anda harus belajar sabar untuk tidak memencetnya, karena akan berdampak buruk kedepannya. Faktor lain yang juga berpotensi menimbulkan bekas jerawat adalah penggunaann kosmetik ataupun obat jerawat yang mengandung alkohol atau minyak. Untuk itu kali ini kami akan memberikan tips untuk menghilangkan bekas jerawat yang membandel dan susah dihilangkan, silahkan disimak.


1. Jeruk Nipis dan Putih Telur

Jeruk nipis dan putih telur ini terkenal dengan khasiatnya untuk mengencangkan kulit wajah.
Untuk memperbaiki warna kulit, Caranya :

- Campurkan perasan 1 jeruk nipis dan putih telur secukupnya
- Oleskan bahan tersebut pada seluruh bagian wajah
- Biarkan selama 5-10 menit
- Bersihkan wajah dengan air dingin

Lakukan terapi ini secara rutin seminimalnya 1x seminggu


2. Lidah Buaya. 
Caranya :
-Gunakan gel daging buah lidah buaya sebagai masker wajah
 
-Diamkan selama 10-15 menit kemudian bilas dengan air hingga bersih,
 

Penggunaan secara rutin efektif mengurangi bekas jerawat.


3. Bawang Putih.
 
Caranya :
-Iris bawang putih kemudian oleskan irisan tersebut pada bagian bekas jerawat,
 
-Tunggu 10-15 menit
 
-kemudian bilas dengan air.
 
Gunakan secara rutin agar memberikan efek yang sempurna, noda bekas jerawat Anda tersamarkan.

4. Ampas Teh
 
Caranya :

- Oleskan ampas teh pada bagian noda bekas jerawat
- Diamkan selama 10-15 menit
- Bilas dengan air hingga bersih

Gunakan tips ini secara rutin untuk melihat hasil berkurangnya noda bekas jerawat

5. Lemon

Anda juga dapat menggunakan masker lemon untuk menyembuhkan bekas jerawat
Caranya :
- Ambil lemon yang masih segar
- Blender lemon tersebut secukupnya sampai halus
- Ambil sendok dan tambahkan ke kapas
- Kapas yang tertera pada sikat untuk mengisi bekas jerawat
- Diamkan selama 15 menit
- Bilas lemon dari bekas untuk membersihkan wajah Anda

Lakukan secara rutin untuk melihat hasilnya dan wajah tampak segar


6. Suplai Makanan

Selain pengobatan dari luar Anda juga dapat
 mengobati bekas jerawat dengan mengontrol asupan makanan yang anda konsumsi, yaitu dengan menghindari makanan yang berlemak dan minuman yang bersoda. Namun, perbanyaklah minum air putih dan olah raga yang cukup untuk mengeluarkan zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh kita. Untuk melihat hasil yang maksimal lakukan perawatan secara rutin minimal 2x seminggu. Memang jika kita menerapkan perawatan maupun pengobatan secara alami hasilnya tidak dapat langsung dirasakan atau bisa dibilang butuh tahap, ketlatenan dan mengingat sesuatu yang memuaskan membutuhkan waktu lamadan  jika dibandingkan dengan obat-obatan kimia untuk perawatan. Namun perlu diketahui efek yang ditimbulkan oleh bahan kimia lama kelamaan justru akan merusak pada tubuh anda.


http://perilian.blogspot.com

Thursday, July 2, 2015

HERNIA INGUINALIS

Hernia Inguinalis adalah keadaan di mana sebagian usus masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut ke dalam kanalis inguinalis. Kanalis Inguinalis adalah saluran berbentuk tabung yang merupakan jalan tempat turunnya testis (buah zakar) dari perut ke dalam skrotum (kantung zakar) sesaat sebelum bayi dilahirkan.
Penyebab
            Biasanya tidak ditemukan penyebab yang pasti meskipun kadang dihubungkan dengan angkat berat. Hernia terjadi jika bagian dari organ perut (biasanya usus) menonjol melalui suatu titik yang lemah atau robekan pada dinding otot yang tipis yang menahan organ perut pada tempatnya.
            Pada pria, hernia bisa terjadi di selangkangan yaitu pada titik di mana korda spermatika keluar dari perut dan masuk ke dalam skrotum. Hernia Inguinalis Direk menyebabkan terbentuknya benjolan di selangkangan sedangkan Hernia Indirek turun ke dalam skrotum.
Gejala
            Biasanya Hernia Inguinalis menyebabkan terbentuknya benjolan di selangkangan dan skrotum tanpa rasa nyeri. Jika penderita berdiri, benjolan bisa membesar. Dan jika penderita berbaring, benjolan akan mengecil karena isinya keluar dan masuk di bawah.
Diagnosa
            Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Benjolan akan membesar jika penderita batuk, membungkuk, mengangkat beban berat, atau mengejan.
Pengobatan
            Hernia Inguinalis seringkali dapat didorong kembali ke dalam rongga perut. Tetapi jika tidak dapat didorong kembali melalui dinding perut maka usus bisa terperangkap di dalam Kanalis Inguinalis (inkarserasi) dan aliran darahnya terputus (strangulasi). Jika tidak ditangani bagian usus yang mengalami strangulasi bisa mati karena kekurangan darah. Biasanya dilakukan pembedahan untuk mengembalikan usus ke tempat asalnya dan untuk menutup lubang pada dinding perut agar hernia tidak terjadi lagi.
            Obat – obatan biasanya diberikan untuk mengatasi nyeri setelah penderita menjalani pembedahan. Kadang setelah menjalani pembedahan penderita dianjurkan untuk memakai korset supaya menyokong otot yang lemah selama masa pemulihan.
Media Kesehatan Malangraya