Wednesday, June 24, 2015

Gaya Hidup Sehat Konsumen Jerman; berjalan, bersepeda, dan makan roti

            Jerman merupakan salah satu negara maju di dunia yang juga termasuk dalam salah satu negara penggerak utama Uni Eropa. Jumlah penduduk sekitar 81.726 juta dengan Gross Domestic Product (GDP) diperkirakan 3,57 triliun dollar Amerika (World Bank, 2011). Jerman menempati posisi ke 4 di dunia yang memiliki kekuatan ekonomi terbesar di dunia. GDP perkapita Jerman diperkirakan sebesar 43.000 dollar Amerika per kapita per tahun.
            Kemajuan ekonomi di Jerman merupakan perwujudan dari kemajuan penguasaan ilmu dan teknologi sejak selesainya Perang Dunia 2. Kemampuan memproduksi barang – barang berkualitas tinggi (Mercedez Benz, Audy, BMW, dan VW) merupakan kunci daya saing Jerman sehingga mencapai posisi ke 4 di dunia.

Sumber Daya Manusia Penentu Kemajuan Bangsa
            Sumber daya manusia adalah penggerak utama dari kemajuan bangsa di berbagai sektor. Kualitas sumber daya yang baik sangat tergantung 2 faktor utama : pendidikan dan kesehatan/gizi yang baik. Pendidikan yang baik akan membentuk sumber daya manusia menjadi sumber daya yang berkualitas yaitu yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan di berbagai bidang.
            Pendidikan yang baik harus disertai dengan pembangunan kesehatan dan gizi yang baik. Sehat dan bergizi baik adalah syarat utama agar manusia bisa tumbuh dan berkembang sehingga siap dalam mengikuti berbagai pendidikan dan ketrampilan. Ketika sumber daya manusia berkualitas memasuki dunia kerja maka mereka dituntut untuk bekerja optimal sehingga menghasilkan produktifitas tinggi. Kesehatan yang prima dan status gizi yang baik merupakan syarat utama agar sumber daya manusia dapat bekerja optimal dan menghasilkan produktifitas kerja yang maksimal. Olah raga dan makanan bergizi merupakan faktor utama agar memperoleh kesehatan dan kebugaran prima serta status gizi yang baik.


Gerak Fisik dan Makanan yang Prima
            Olah raga dan makanan yang bergizi telah menjadi budaya yang meluas pada masyarakat Jerman. Gaya hidup sehat telah membudaya pada masyarakat Jerman. Berjalan dan bergerak cepat merupakan bagian dari gaya hidup masyarakat Jerman sehari – hari. Sebagian besar dari mereka menggunakan transportasi umum untuk bepergian. Transportasi yang paling banyak digunakan adalah kereta api. Terminal kereta biasanya memiliki area yang sangat luas sehingga memerlukan jalan kaki dari pintu masuk terminal ke gerbong kereta minimal 200 meter sampai dengan 500 meter. Di setiap stasiun kereta, warga Jerman berbagai usia berjalan kaki dengan cepat sambil menarik bagasi/membawa tas berbagai ukuran. Mereka berjalan setiap hari dengan jarak cukup panjang sekalipun di luar ruang pada suhu minus. Berjalan kaki setiap hari telah membuat tubuh mereka lebih sehat.
            Di kota – kota besar Jerman, banyak orang mengendarai sepeda. Sebagian besar warga menggunakan sepeda sebagai moda transportasi untuk berangkat ke kantor dan tempat kerja, kampus, sekolah, maupun mall. Tempat parkir akan banyak dijumpai di berbagai tempat.
            Di salah satu kota akademik Goettingen, tempat kampus University of Gottingen yang terkenal, kampus tidak dibatasi oleh pagar atau pintu gerbang yang membatasi lokasi kampus dengan wilayah kota. Pengendara sepeda terlihat di mana – mana baik dalam kampus maupun di kota Goettingen yang mengelilinginya. Pengendara bukan saja mahasiswa juga para dosen dan profesor dan para staf serta karyawan universitas. Para warga kota juga banyak yang berkendara sepeda untuk ke kantor dan mall. Pengendara sepeda usianya beragam dari muda, dewasa, sampai orang tua. Warga melakukan perjalanan dengan sepeda sekitar 5 km sampai 10 km bahkan lebih dengan menggunakan sepeda.
            Alasan ekonomi menjadi faktor utama pendorong warga untuk mengendarai sepeda karena bensin sangat mahal sehingga lebih ekonomis daripada mengendarai mobil.

Makanan Penentu Sumber Daya Manusia Berkualitas
            Makanan adalah salah satu faktor penentu sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya berkualitas menjadi modal dalam pengembangan produktifitas perekonomian yang lebih baik serta kehidupan sosial yang lebih sejahtera.
            Diantara berbagai jenis makanan yang dikonsumsi warga Jerman, maka makanan pokok dalam bentuk roti atau produk – produk bakery lainnya sangat dominan dikonsumsi warga Jerman. Gandum merupakan makanan pokok utama warga Jerman, biasanya dikonsumsi dalam bentuk roti atau produk bakery lainnya. Roti dikonsumsi pada waktu makan : pagi, siang, dan malam hingga untuk kudapan.
            Konsumsi roti warga Jerman mendekati angka 90 kg per kapita per tahun (2009, www.borbia.ie). Angka ini menggambarkan 21% dari rata – rata konsumsi pangan total warga Jerman. Roti memberikan zat gizi yang sangat penting dan sumbangan besar pada komposisi diet warga Jerman. Kandungan utama roti adalah karbohidrat 38% – 49%, protein 6% - 9%, lemak 1%, serat 3% - 8%.
Berdasarkan survey dari The German Bakery Industry Facts and Figures 2011 (http://www.iba.de) :
-          5,9% white bread
-          6% rye bread
-          11,7% whole grain/brown bread
-          9,2% various sorts
-          13,8% grain and seed breads
-          31,7% wheat and rye flour bread
-          21,6% toast
Beberapa jenis roti yang cukup populer di Jerman adalah :
1. German Bauernbrot – Roti Petani dari Jerman (J. McGavin)
            Rasa roti ini ditingkatkan dengan penambahan ¼ sourdough culture tetapi tetap menggunakan ragi roti untuk mengembang. Namun untuk mendapatkan kulit yang kering/crusty, menggunakan uap dalam oven. Terbuat dari 50% gandum dan tepung terigu 50% dengan oats. Karena segala sesuatu yang alami, beberapa adonan disimpan semalam untuk meningkatkan rasa dan sifat kue.

2. Vollkornbrot (J. McGavin)
            Roti ini mudah dipanggang di rumah. Merupakan 100% tepung gandum dan buah rye dengan beberapa biji bunga matahari. Difermentasikan dengan sourdough. Warga Jerman dan Skandinavia sangat menyukai roti ini.

3. Saatenbrot - German Seeded Bread (J. McGavin)
            Merupakan roti gandum utuh yang padat. Berdasarkan buku “Grain Whole Bread” Peter Reinhart, roti ini menggunakan 100% biji – bijian, labu, bunga matahari, dan biji wijen untuk membentuk roti yang padat, dan lembab.

4. Rye Bread – Roggenmischbrot – German Mischbrot (J. McGavin)
            Roti “Weizenmischbrot” yang terbuat dari 45% rye tepung dan 55% tepung terigu dengan spons semalam dan starter sourdough. Aroma yang kuat dan rasa asam yang menyenangkan membuat roti ini tradisional. Tergantung selera, roti ini dibentuk gulungan atau potongan segi empat.

5. Turkish Flatbread – Fladenbrot (J. McGavin)
            Ini bukanlah roti Jerman asli, walaupun ditemukan di seluruh Jerman, toko – toko dan kios Turki. Roti ini rata, ditutupi dengan biji nigela dan memiliki rasa tertentu tidak ditemukan di tempat lain. Dapat dibentuk bulat dan memanjang.




Warta Patologi Malang

No comments:

Post a Comment