Monday, June 29, 2015

DEMAM CHIKUNGUNYA

Chikungunya berasal dari bahasa shawill. Istilah chikungunya berasal dari gejala pada penderita yang meliuk atau melengkung. Hal ini mengacu pada tubuh penderita chikungunya yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat. Nyeri sendi ini terjadi pada lutut, pergelangan kaki, serta persendian tangan dan kaki.
Penyebab
            Demam chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya (CHIKV) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegepty.
Gejala
            Mereka yang terkena chikungunya biasanya mengalami gejala seperti tubuh tiba – tiba terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Gejalanya yang khas adalah timbul rasa pegal – pegal, ngilu, dan rasa sakit di tulang. Makanya ada yang menyebut demam tulang atau flu tulang.
            Penyakit chikungunya tidak sampai menyebabkan kematian. Nyeri pada persendian tidak akan menyebabkan kelumpuhan. Setelah 5 hari, demam akan berangsur – angsur reda. Rasa ngilu dan nyeri di persendian dan otot akan berkurang dan penderitanya akan sembuh seperti sedia kala.
            Meskipun dalam beberapa kasus nyeri di persendian itu berlangsung selama berhari – hari bahkan sampai berbulan – bulan. Hal ini biasanya disebabkan karena penderita sebelumnya mempunyai riwayat nyeri tulang dan otot.
Pengobatan
            Demam chikungunya termasuk Self Limiting Disease atau penyakit yang sembuh dengan sendirinya. Tak ada vaksin maupun obat khusus untuk penyakit ini. Pengobatan yang diberikan hanyalah terapi simtomatis untuk menghilangkan gejala penyakitnya seperti obat penghilang rasa sakit atau golongan parasetamol untuk mengurangi demam. Antibiotika tidak diperlukan pada kasus ini.
            Untuk mempercepat penyembuhan, penderita dianjurkan mengkonsumsi makanan yang bergizi, cukup karbohidrat dan protein (untuk meningkatkan daya tahan tubuh) dan minum sebanyak mungkin (untuk mengatasi kebutuhan cairan yang meningkat saat demam). Jangan lupa mengkonsumsi buah – buahan segar atau minum jus buah. Pemberian vitamin peningkat daya tahan tubuh akan bermanfaat untuk mempercepat proses pemulihan.
Pencegahan
            Satu – satunya cara menghindari penyakit ini adalah dengan membasmi nyamuk pembawa virusnya. Nyamuk ini senang hidup di genangan air bersih seperti bak mandi, vas bunga, dan kaleng atau botol bekas yang menampung air bersih. Nyamuk bercorak hitam putih ini juga senang hidup di benda yang menggantung seperti baju yang ada di belakang pintu kamar. Nyamuk ini juga menyenangi tempat yang gelap dan pengap.

            Mengingat penyebar penyakit ini adalah nyamuk Aedes Aegepty maka cara terbaik untuk memutus rantai penularan adalah dengan memberantas nyamuk tersebut seperti pemberantasan penyakit demam berdarah dengue. Pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini adalah dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, maupun vas bunga minimal seminggu sekali mengingat nyamuk ini berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7 – 10 hari.
            Halaman atau kebun di sekitar rumah harus bersih dari benda – benda yang memungkinkan menampung air bersih terutama pada musim hujan. Pintu dan jendela rumah sebaiknya dibuka setiap hari mulai pagi sampai sore agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk sehingga terjadi pertukaran udara dan pencahayaan yang sehat. Pencegahan individu dapat dilakukan dengan cara menggunakan obat oles kulit. Penggunaan baju lengan panjang dan celana panjang juga dianjurkan.


Media Kesehatan Malangraya

No comments:

Post a Comment