Asam urat atau
uric acid merupakan hasil akhir nucleic acid atau metabolisme zat purine (salah
satu unsur protein) dalam sel tubuh. Kelebihan asam urat dalam darah ini berupa
kristal yang berbentuk seperti jarum akan tertumpuk pada jaringan persendian, maka
inilah yang menyebabkan nyeri atau radang sendi atau dalam istilah medis
disebut Gout Arthritis.
Mengapa asam urat bisa berlebihan dalam
darah?
Penyebabnya
adalah penurunan ekskresi (pengeluaran) melalui ginjal. Hal ini bisa
dikarenakan gangguan fungsi ginjal dalam mengeluarkan asam urat, akibat
penggunaan obat-obatan tertentu yang berefek samping menurunkan pengeluaran
asam urat, seperti obat diuretik (peluruh air seni), aspirin (obat jantung),
obat-obat anti tuberculosis.
Produksi asam
urat berlebihan yang disebabkan oleh faktor dari luar tubuh seperti makanan
yang mengandung purine tinggi. Sedang faktor dari dalam tubuh seperti gangguan
enzim pengatur metabolisme purin dan proses pemecahan purin yang berlebihan
akibat pengobatan untuk mematikan sel ganas.
Kombinasi dari
kedua hal tersebut di atas seperti minuman beralkohol, akan meningkatkan asam
urat dalam darah karena meningkatnya metabolisme purin dan mengganggu fungsi
ginjal dalam pengeluaran asam urat dari ginjal.
Kadar asam urat normal
Asam urat
dalam darah dikatakan berlebihan bila kadarnya lebih besar dari 7,0 mg% pada
pria dan lebih besar dari dari 6mg% pada wanita. Fluktuasi kadar asam urat naik
turun tergantung pada faktor makanan dan kondisi kesehatan seseorang, untuk
menjadi serangan akut. Menurut dr. Caecilia R. Padang, Ph.D., FACR, konsultan
Pusat Reumatik Indonesia, kadar asam urat lebih tepat tidak diturunkan secara
drastis dengan obat-obatan dosis tinggi, tetapi secara perlahan karena setelah
serangan pertama, maka kalau sampai mendapat serangan kedua maka
serangan-serangan berikutnya akan lebih sering muncul bahkan berkepanjangan dan
kronis.
Gejala dan Perkembangan Gout Arthritis
· Merasakan nyeri dan kaku bersifat akut, pertama
kali menyerang sendi-sendi ibu jari kaki sampai ke jari-jari lain
· Pada taraf lanjut bisa sampai pada pergelangan
kaki, lutut, siku, dan sendi-sendi lainnya pada tangan. Peradangan ini bisa
disertai dengan demam, dan pembengkakan sendi di mana bagian yang bengkak
terasa panas
· Lebih lanjut tahapan asam urat ini, kumpulan
kristal-kristal asam urat (monosodium urat) akan membentuk gumpalan pada bawah
kulit, yang kemudian membentuk tophi (semacam benjolan), jika tophi tersebut
berukuran besar, yang membuat persendian nampak menonjol.
· Bilamana endapan monosodium urat ini terjadi di
ginjal maka bisa mengakibatkan batu ginjal, bahkan bisa merusak jaringan ginjal
dan dikhawatirkan terjadinya gagal ginjal.
Siapakah yang berpotensi terkena asam urat?
· Mereka yang berusia di atas 40 tahun (di Indonesia 35% terjadi pada pria berusia kurang dari 34 tahun).
· Mereka yang sering minum minuman beralkohol
(faktor resiko mencapai 50%)
· Kebiasaan makan seafood seperti udang, kepiting,
tiram, remis. Jeroan (hati, paru, ginjal, babat, otak). Daging kambing, bebek,
makanan kaleng.
· Makan sayuran dengan kandungan purin tinggi
seperti bunga kol, bayam, daun singkong, kangkung, melinjo, asparagus,
kacang-kacangan.
· Mereka dengan berat badan lebih dari ideal.
· Mereka dengan keluarga/saudara yang menderita
asam urat.
· Mereka yang mempunyai penyakit tekanan darah
tinggi (22%), batu ginjal (13%), jantung koroner dan diabetes mellitus.
Tips bagi penderita asam urat
· Mengatur pola makan yang sehat yaitu menghindari
makanan yang mengandung purin tinggi, minuman beralkohol.
· Olahraga kelenturan untuk melancarkan peredaran
darah, mengurangi nyeri, menurunkan berat badan.
· Banyak minum air putih
Media Kesehatan Alami
No comments:
Post a Comment