Tuesday, October 6, 2020

Lecithin Kedelai

 

    Lecithin kedelai merupakan protein nabati berkualitas tinggi yang mengandung asam lemak tak jenuh berikatan rangkap, sebagai antioksidan yang menetralisir radikal bebas dalam tubuh, meregenerasi sel-sel yang rusak, melarutkan dan mengatasi penyumbatan pembuluh darah, serta menstimulir antibodi (kekebalan) dalam tubuh.

“Lecithin sebenarnya adalah senyawa Phosphatidyl Choline (PC) yang terdapat pada kedelai, yang merupakan asam lemak tak jenuh berikatan rangkap. Senyawa PC ini umumnya ditemukan pada selaput sel tumbuhan dan hewan, termasuk pada jaringan urat syaraf dan otak manusia. Lecithin sering disebut juga dengan phosphatidyl, phosphatidylinositol, PC-55, ethanolamine, serine, choline atau vitrelin.”

   

google image

    Keistimewaan Lecithin adalah sifatnya yang lipotropik, yaitu mendorong pengangkutan asam lemak dari hati ke jaringan tubuh atau meningkatkan pembakaran lemak di hati. Dengan begitu Lecithin akan mencegah tertimbunnya lemak secara berlebihan. Kemampuan inilah yang menjadikan Lecithin sebagai bahan natural terapi yang handal dan sangat aman tanpa efek samping.

    Kemampuan mengurangi kelebihan lemak dalam tubuh disebabkan kandungan asam lemak tak jenuh berikatan rangkap, seperti linoleat omega 6 (sampai 55%), oleat (9,8%), arakhidonat (5,5%), di mana molekul-molekul lemak tersebut mampu mengikat lemak-lemak lain dengan ikatannya yang masih kosong, setelah itu ikatan yang terbentuk akan didistribusikan dan dibakar pada tempat-tempat yang memerlukan dalam tubuh sebagai energi.

google image

Kandungan senyawa pada Lecithin antara lain :

·   Phospholipid, merupakan unsur pembentuk membran sel, bahkan 30% jaringan otak manusia merupakan unsur dari Lecithin. (Diane Craft, MA)

·   Choline, merupakan senyawa yang meningkatkan pembentukan acethylcholine, yaitu suatu zat yang sangat dibutuhkan untuk transfer mitter dalam syaraf otak.

·   Inositol, unsur yang memiliki pengaruh lipotropik yang menjaga lemak tetap dalam keadaan cair menuju dan dari hati (liver). Kekurangan unsur ini menyebabkan kelainan hati (cirrosis hepatis), aterosklerosis, dan penyakit arteri koroner penyebab serangan jantung dan stroke. (DR. Daniel Steinberg, University of California)

·     Karoten, Retinol, Tokoferol, merupakan antioksidan yang menjaga keseimbangan tubuh terhadap masuknya oksidator ke dalam tubuh.

·     Asam linoleat (omega 6), asam linolenat (omega 3), asam oleat (omega 9), merupakan unsur Lecithin yang sangat diperlukan dalam perkembangan dan pertumbuhan otak.

Media Kesehatan Alami

No comments:

Post a Comment