Friday, October 23, 2020

Mengenal dan Menanggulangi Sakit Maag (Dispepsia Sindrom)

 

Problem perut dan lambung sepertinya sudah menjadi bagian dari gaya hidup kebanyakan orang yang hidup di kota besar khususnya di kalangan pekerja dan profesional. Tuntutan pekerjaan yang tinggi, padatnya lalu lintas , jarak tempuh yang jauh antara kantor dan rumah, serta persaingan kerja seringkali menjadi alasan para profesional “lupa pada perutnya”. Mereka sering melalaikan kesehatan perut dan lambung yang berbuntut pada penyakit maag hingga menghambat produksi kerja. Data yang diperoleh berdasarkan desk research yang dilakukan Brains & Co menyebutkan lima dari 10 orang atau satu dari dua orang profesional di kota besar berpotensi terkena penyakit maag.

Gejala baru sakit maag

Dr. Fatimah Eliana Taufik, SpPD dari RS Mitra Kemayoran mengemukakan bahwa masih banyak masyarakat yang keliru dalam memahami penyakit maag. Sebenarnya penyakit maag yang biasa dipakai dalam bahasa sehari-hari merupakan oragan tubuh lambung. “Istilah penyakit maag sudah tidak tepat digunakan untuk istilah sehari-hari. Yang lebih tepat adalah sindroma dispepsia,” ujarnya. Boleh saja istilah sakit maag digunakan, namun perlu dipahami yang terkena bukan hanya maagnya saja melainkan organ saluran cerna yang lain.

Sindroma dispepsia adalah suatu kumpulan gejala rasa sakit atau rasa tidak nyaman di ulu hati, saluran cerna bagian atas dan organ sekitar. Gejala yang menyertai sindrom dispepsia atau sakit maag ini bukan hanya berupa nyeri di ulu hati saja. Bahkan seringkali gejala yang menyertai lebih dominan seperti rasa mual, kembung, rasa penuh, muntah, cepat kenyang, dan sering bersendawa.

Dr. Fatimah menyebutkan ada satu lagi keluhan yang sering tidak disadari bahwa itu merupakan bagian dari sindroma dispepsia yakni gejala nyeri dada. Keluhan nyeri dada bukan semata-mata disebabkan dari sakit jantung. Tetapi nyeri di dada justru paling sering adalah akibat sakit maag. “Keluhan nyeri di dada seringkali dirasakan pada malam hari, tidak jarang pula terjadi di siang hari. Ketika kita sedang enak-enak duduk  tiba-tiba saja dada terasa sakit atau panas”, katanya. Juga menambahkan, bahwa keluhan nyeri ulu hati atau sindroma dispepsia ini tidak semata-mata di ulu hati saja, tapi bisa di dada dan di tempat yang lain.

Untuk membedakan apakah nyeri dada tersebut disebabkan oleh sakit maag, cukup dengan minum air putih. Apabila setelah minum air putih serangan itu hilang, kemungkinan besar itu disebabkan oleh asam lambung.  Dr. Fatimah juga menyampaikan, diare bisa menjadi indikasi akan penyakit maag. Untuk itu gejala sakit maag tidaklah seringan atau tidak sesederhana seperti yang dibayangkan.

Tidak sempat sarapan salah satu penyebab

Ini merupakan salah satu faktor pencetus sakit maag. Mengapa orang yang tidak sarapan bisa terserang sakit maag? Dr. Fatimah menguraikan, hal ini terjadi karena pada pagi hari kebutuhan kalori seseorang cukup banyak. Sehingga ketika seseorang tidak sempat sarapan, maka lambung akan memproduksi asam lambung yang lebih banyak. Hal ini seiring dengan peningkatan stress dan peningkatan kerja seseorang. “Ketika kita stress akan mengeluarkan berbagai hormon seperti endokrin yang sifatnya merangsang produksi asam lambung. Jadi bukan stress yang langsung menyebabkan sakit maag, tetapi stressnya yang menimbulkan rangsangan hormon tertentu dan hormon ini yang akan merangsang produksi asam lambung,” terang Dr. Fatimah.

Mengkonsumsi minuman kopi sebagai pengganti sarapan juga bisa menjadi pencetus, karena kandungan kafeinnya. Bukan hanya kopi, tetapi semua produk kopi dan semua produk yang mengandung kafein, misalnya obat batuk, obat sakit kepala. Dr. Fatimah menghimbau penderita sakit maag untuk mewaspadai penggunaan obat antinyeri. Dia pun melarang penderita maag untuk meminum obat yang di dalam kandungan isinya terdapat  asam befenamat atau asam asetilsalisilat.

Kemudian jika dahulu kita hanya menganggap kelompok makanan pedas dan asam yang dapat memicu asam lambung, ternyata makanan bersantan patut pula dihindari. Begitu pula hindari mengkonsumsi coklat bagi penderita sakit maag.

Pola hidup dan sakit maag

Selain gaya hidup yang kurang sehat, penyakit maag dapat pula disebabkan oleh adanya infeksi kuman Helicobacterpilory. Sebenarnya prevalensi sindroma dispepsia yang disebabkan infeksi Helicobacterpilory tidaklah banyak. Sekitar 90% sindroma dispepsia yang dijumpai di lapangan tidak disebabkan oleh kuman. Sehingga antibiotik bukanlah obat yang tepat untuk digunakan.

Helicobacterpilory adalah kuman yang senang hidup di daerah asam. Pada umumnya kuman tidak menyukai hidup di daerah asam lantaran pekat dan bisa menghancurkan pertumbuhannya. Kuman ini biasanya menimpa orang yang mengkonsumsi makanan yang kurang bersih.

Komplikasi dari sakit maag

Ternyata bisa menimbulkan komplikasi yang tidak ringan. Komplikasi ini nantinya akan mengakibatkan terjadinya ulkus peptikum, yaitu suatu keadaan luka di dinding lambung, bisa dalam atau lebar tergantung dari berapa lama lambung terpapar dengan asam lambung. Ulkus peptikum yang terus menerus akan menyebabkan luka semakin dalam yang menimbulkan komplikasi perdarahan saluran cerna. Dan komplikasi yang paling dikhawatirkan yaitu kanker lambung.

Hal penting untuk menghindari gangguan dispepsia

·         Pertama

kebiasaan hidup sehat dengan makan teratur, menghindari makanan yang dapat memicu produksi asam lambung berlebihan, mengelola stress agar hormon yang terbentuk juga tidak merangsang produksi asam lambung]

·         Kedua

menetralkan asam lambung di dalam lambung yang dikenal dengan pengobatan antasida yang berfungsi menetralisir asam lambung

·         Ketiga

mengurangi produksi asam lambung dengan mengkonsumsi golongan obat acid  blocker yang sifatnya mengurangi asam lambung

·         Keempat

memperkuat  mukosa lambung. Pengobatan ini biasanya dilakukan pada penderita sakit maag yang cukup parah. Dalam artian keluhannya sudah sering sehingga mengganggu aktifitas penderita disertai muntah-muntah.

Media Kesehatan Alami

No comments:

Post a Comment