Nyeri Hebat Saat
Menstruasi
Waspadai Kista..!
dapat menjelma menjadi kanker kandungan
Hati-hati bisa jadi itu adalah gejala endometriosis,
atau kista atau mioma uteri. Namun kista merupakan kasus yang paling sering
ditemui pada wanita, dan kecenderungan makin meningkat kasus tersebut.
Kista termasuk tumor jinak yang
terbungkus selaput semacam jaringan. Kista dapat berisi cairan kental, udara,
maupun nanah. Umumnya kista tumbuh di ovarium, tetapi ada juga kasus kista yang
tumbuh di vagina, daerah vulva yang biasa disebut endometriosis.
Kista berpotensi menjadi kanker.
Ada literatur yang mengatakan 20% – 30 % kista berpotensi menjadi kanker.
Sampai saat ini kista masih menjadi topik penelitian yang menarik, pasalnya
sampai sekarang belum diketahui secara pasti faktor penyebab dan cara
pencegahannya.
Namun beberapa kasus menunjukkan
bahwa kista pada ovarium bisa terjadi karena gagalnya sel telur (folikel) untuk
berovulasi. Dalam siklus reproduksi, satu sel telur dalam ovarium wanita setiap
bulannya akan mengalami ovulasi, yaitu keluarnya sel telur dari folikel untuk
kemudian ditangkap serabut fimbria dan ditempatkan di saluran ovarium (tuba
falopi) dan siap dibuahi jika bertemu dengan sperma. Folikel yang telah
kehilangan inti sel telur ini disebut dengan corpus luteum, yang secara normal
akan mengalami degenerasi dan hilang diserap oleh tubuh. Kegagalan keluarnya
sel telur dari folikel tersebut atau juga kegagalan penyerapan corpus luteum
oleh tubuh inilah yang diperkirakan sebagian ahli sebagai potensi terjadinya
kista di ovarium.
Gejala dan tanda-tanda
Pada stadium awal biasanya berupa
gangguan siklus menstruasi, pada stadium ini terkadang kista bisa menekan
kandung kemih atau rektum. Hal ini yang
mengakibatkan jadi sering buang air, dan penekanan tersebut juga bisa
mengakibatkan nyeri di daerah panggul atau perut bagian bawah.
Stadium berikutnya gejala yang
terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga
perut), penyebaran ke omentum (lemak perut), dan organ-organ di dalam perut
lainnya. Perut menjadi membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan
buang air besar dan kecil. Biasanya diikuti dengan pendarahan menstruasi yang
kental dan banyak.
Karena sebagian besar kasus
kanker ovarium bermula dari suatu kista, maka apabila seorang wanita mendapati
suatu gejala tersebut di atas harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kista akan cepat membesar jika
·
Kista ditemui pada usia remaja atau pasca
menopause
·
Kista dengan dinding tebal dan tidak berurutan
·
Kista dengan bagian padat
Yang bisa dilakukan setelah mengetahui adanya kista, apabila kista
tersebut merupakan kista jinak?
·
Memperhatikan pola makan dengan menghindari
makanan yang bersifat karsinogen, seperti bumbu penyedap yang mengandung zat
kimia, pewarna, dan pengawet.
· Mengurangi konsumsi makanan berlemak dan
menambah asupan makanan berprotein tinggi.
·
Melakukan olahraga yang teratur dan istirahat
yang cukup.
Penting!
· Pengobatan tergantung pada tujuan utama
pengobatan pasien. Beberapa pasien lebih mementingkan faktor kesuburan, sementara
yang lain lebih mementingkan keteraturan siklus menstruasi.
· Jika fertilitas merupakan tujuan utama,
pengobatan ditujukan untuk menimbulkan ovulasi. Ovulasi sering dapat di induksi
dengan klomifen sitrat (suatu obat fertilitas yang diminum). Pengobatan dengan
obat-obatan yang meningkatkan sensitifitas terhadap insulin dapat juga membuat
ovulasi lebih teratur, jika memang terdapat gangguan metabolik ini.
Gonadotropin (obat fertilitas yang diberikan secara injeksi) dapat juga
digunakan untuk menginduksi ovulasi, bila pasien tidak berespon dengan
pengobatan yang sederhana. Pengobatan dengan Gonadotropin walau bagaimana masih
mahal dan berhubungan dengan terjadinya kehamilan dengan janin multipel.
Media Kesehatan Alami
