Jerman merupakan
salah satu negara maju di dunia yang juga termasuk dalam salah satu negara
penggerak utama Uni Eropa. Jumlah penduduk sekitar 81.726 juta dengan Gross
Domestic Product (GDP) diperkirakan 3,57 triliun dollar Amerika (World Bank,
2011). Jerman menempati posisi ke 4 di dunia yang memiliki kekuatan ekonomi
terbesar di dunia. GDP perkapita Jerman diperkirakan sebesar 43.000 dollar
Amerika per kapita per tahun.
Kemajuan ekonomi di Jerman merupakan
perwujudan dari kemajuan penguasaan ilmu dan teknologi sejak selesainya Perang
Dunia 2. Kemampuan memproduksi barang – barang berkualitas tinggi (Mercedez
Benz, Audy, BMW, dan VW) merupakan kunci daya saing Jerman sehingga mencapai
posisi ke 4 di dunia.
Sumber Daya
Manusia Penentu Kemajuan Bangsa
Sumber daya manusia adalah penggerak
utama dari kemajuan bangsa di berbagai sektor. Kualitas sumber daya yang baik
sangat tergantung 2 faktor utama : pendidikan dan kesehatan/gizi yang baik. Pendidikan
yang baik akan membentuk sumber daya manusia menjadi sumber daya yang
berkualitas yaitu yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan di berbagai bidang.
Pendidikan yang baik harus disertai
dengan pembangunan kesehatan dan gizi yang baik. Sehat dan bergizi baik adalah
syarat utama agar manusia bisa tumbuh dan berkembang sehingga siap dalam
mengikuti berbagai pendidikan dan ketrampilan. Ketika sumber daya manusia
berkualitas memasuki dunia kerja maka mereka dituntut untuk bekerja optimal
sehingga menghasilkan produktifitas tinggi. Kesehatan yang prima dan status
gizi yang baik merupakan syarat utama agar sumber daya manusia dapat bekerja
optimal dan menghasilkan produktifitas kerja yang maksimal. Olah raga dan
makanan bergizi merupakan faktor utama agar memperoleh kesehatan dan kebugaran
prima serta status gizi yang baik.
Gerak Fisik
dan Makanan yang Prima
Olah raga dan makanan yang bergizi
telah menjadi budaya yang meluas pada masyarakat Jerman. Gaya hidup sehat telah
membudaya pada masyarakat Jerman. Berjalan dan bergerak cepat merupakan bagian
dari gaya hidup masyarakat Jerman sehari – hari. Sebagian besar dari mereka
menggunakan transportasi umum untuk bepergian. Transportasi yang paling banyak
digunakan adalah kereta api. Terminal kereta biasanya memiliki area yang sangat
luas sehingga memerlukan jalan kaki dari pintu masuk terminal ke gerbong kereta
minimal 200 meter sampai dengan 500 meter. Di setiap stasiun kereta, warga
Jerman berbagai usia berjalan kaki dengan cepat sambil menarik bagasi/membawa
tas berbagai ukuran. Mereka berjalan setiap hari dengan jarak cukup panjang
sekalipun di luar ruang pada suhu minus. Berjalan kaki setiap hari telah
membuat tubuh mereka lebih sehat.
Di kota – kota besar Jerman, banyak
orang mengendarai sepeda. Sebagian besar warga menggunakan sepeda sebagai moda
transportasi untuk berangkat ke kantor dan tempat kerja, kampus, sekolah,
maupun mall. Tempat parkir akan banyak dijumpai di berbagai tempat.
Di salah satu kota akademik
Goettingen, tempat kampus University of Gottingen yang terkenal, kampus tidak
dibatasi oleh pagar atau pintu gerbang yang membatasi lokasi kampus dengan
wilayah kota. Pengendara sepeda terlihat di mana – mana baik dalam kampus
maupun di kota Goettingen yang mengelilinginya. Pengendara bukan saja mahasiswa
juga para dosen dan profesor dan para staf serta karyawan universitas. Para warga
kota juga banyak yang berkendara sepeda untuk ke kantor dan mall. Pengendara sepeda
usianya beragam dari muda, dewasa, sampai orang tua. Warga melakukan perjalanan
dengan sepeda sekitar 5 km sampai 10 km bahkan lebih dengan menggunakan sepeda.
Alasan ekonomi menjadi faktor utama
pendorong warga untuk mengendarai sepeda karena bensin sangat mahal sehingga
lebih ekonomis daripada mengendarai mobil.
Makanan
Penentu Sumber Daya Manusia Berkualitas
Makanan adalah salah satu faktor
penentu sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya berkualitas menjadi
modal dalam pengembangan produktifitas perekonomian yang lebih baik serta
kehidupan sosial yang lebih sejahtera.
Diantara berbagai jenis makanan yang
dikonsumsi warga Jerman, maka makanan pokok dalam bentuk roti atau produk –
produk bakery lainnya sangat dominan dikonsumsi warga Jerman. Gandum merupakan
makanan pokok utama warga Jerman, biasanya dikonsumsi dalam bentuk roti atau
produk bakery lainnya. Roti dikonsumsi pada waktu makan : pagi, siang, dan
malam hingga untuk kudapan.
Konsumsi roti warga Jerman mendekati
angka 90 kg per kapita per tahun (2009,
www.borbia.ie).
Angka ini menggambarkan 21% dari rata – rata konsumsi pangan total warga
Jerman. Roti memberikan zat gizi yang sangat penting dan sumbangan besar pada
komposisi diet warga Jerman. Kandungan utama roti adalah karbohidrat 38% – 49%,
protein 6% - 9%, lemak 1%, serat 3% - 8%.
Berdasarkan survey
dari The German Bakery Industry Facts and Figures 2011 (
http://www.iba.de) :
-
5,9% white bread
-
6% rye bread
-
11,7% whole grain/brown bread
-
9,2% various sorts
-
13,8% grain and seed breads
-
31,7% wheat and rye flour bread
-
21,6% toast
Beberapa
jenis roti yang cukup populer di Jerman adalah :
1. German Bauernbrot –
Roti Petani dari Jerman (J. McGavin)
Rasa
roti ini ditingkatkan dengan penambahan ¼ sourdough culture tetapi tetap
menggunakan ragi roti untuk mengembang. Namun untuk mendapatkan kulit yang
kering/crusty, menggunakan uap dalam oven. Terbuat dari 50% gandum dan tepung
terigu 50% dengan oats. Karena segala sesuatu yang alami, beberapa adonan
disimpan semalam untuk meningkatkan rasa dan sifat kue.
2. Vollkornbrot (J. McGavin)
Roti
ini mudah dipanggang di rumah. Merupakan 100% tepung gandum dan buah rye dengan
beberapa biji bunga matahari. Difermentasikan dengan sourdough. Warga Jerman
dan Skandinavia sangat menyukai roti ini.
3. Saatenbrot - German Seeded Bread (J. McGavin)
Merupakan
roti gandum utuh yang padat. Berdasarkan buku “Grain Whole Bread” Peter
Reinhart, roti ini menggunakan 100% biji – bijian, labu, bunga matahari, dan
biji wijen untuk membentuk roti yang padat, dan lembab.
4. Rye Bread – Roggenmischbrot – German Mischbrot (J.
McGavin)
Roti
“Weizenmischbrot” yang terbuat dari 45% rye tepung dan 55% tepung terigu dengan
spons semalam dan starter sourdough. Aroma yang kuat dan rasa asam yang
menyenangkan membuat roti ini tradisional. Tergantung selera, roti ini dibentuk
gulungan atau potongan segi empat.
5. Turkish Flatbread – Fladenbrot (J. McGavin)
Ini
bukanlah roti Jerman asli, walaupun ditemukan di seluruh Jerman, toko – toko dan
kios Turki. Roti ini rata, ditutupi dengan biji nigela dan memiliki rasa
tertentu tidak ditemukan di tempat lain. Dapat dibentuk bulat dan memanjang.
Warta Patologi Malang